Suami Dadakan

Suami Dadakan
bab 252


🌻🌻🌻


Langit menghela nafas lega saat di lihatnya Cahaya mulai membuka matanya, tak ada senyum di wajah cantiknya justru ia memalingkan pandangannya ke arah Air dan Bumi.


"Dek..." Langit yang masih memegang lembut tangan Cahaya tak kuasa menyembunyikan raut kekhawatiran nya.


"Dipanggil tuh" kata Air menunjuk kearah Langit dengan bibirnya.


"Aku mau sama kakak aja, gak mau sama Abang" ucapnya masih dengan nada kesal.


"Udah tau Abang banyak yang suka, jangan lah kamu itu masukin hati, dek" dengus Bumi, sebal.


Langit hanya pasrah, ia mengerti perasaan Ketiga adiknya itu saat ini, sulit memang mengartikan perasaannya dan perasaan Cahaya.


Rasa sayangnya yang berlebihan justru membuatnya takut untuk mendapatkan.


"Dek, liat ke Abang dong" pintanya lirih, hatinya sakit jika selalu melihat Adik kecilnya itu merajuk karna ulah gadis-gadis lain yang mengejarnya.


"Abang, keluar sana. Adek mau disini sendiri"


Air dan Bumi saling pandang,karna jam pulang sekolah masih ada tiga jam lagi


"Adek Pulang aja, Kakak telepon mang Udin ya" ucap Bumi.


"Gila kali ah, kalo adek pulang itu sama aja kita nyeburin Abang ke kandang singa!" ujar Air sambil menahan tangan adiknya yang mau merogoh ponsel dari saku celana.


"kan kasihan kalo sendiri disini" Kata Bumi.


"Biar Abang temenin, nanti Abang yang izin"


Air mengacungkan dua jempolnya tanda setuju, ia tak bisa membayangkan jika Cahaya pulang kerumah karna alasan pingsan dan pingsannya itu karna Langit sudah bisa di pastikan se marah apa papanya nanti.


"Ya udah, kita balik kelas ya" pamit Bumi, ia menghela nafasnya berat.


"Iya, kak" sahut Cahaya pelan.


"Ish, Padahal nanti ada ulangan fisika loh" keluh Air menggoda Adiknya.


Cahaya hanya tersenyum kecil, ia tak menepis tangannya yang masih di usap pelan oleh Langit.


"Kak!" seru Langit saat dua remaja itu yang hampir keluar dari ruangan kesehatan.


"Apa?" ucap keduanya berbarengan.


"Maaf.."


Air dan Bumi hanya mengangguk dan tersenyum kecil.


Cahaya masih memalingkan wajahnya, mendengar langsung Langit di goda di dekatnya itu adalah hal yang paling menyebalkan, meski bukan yang pertama kali. Paras tampan Langit yang di atas rata-rata memang menjadi hal yang wajar jika ia di gilai oleh siswi sekolahnya atau sekolah lain. Entah sudah berapa gadis yang harus mundur karna Langit tak pernah menanggapinya, Sikapnya yang ramah pada siapapun terkadang membuat gadis-gadis salah mengartikannya, dan akhirnya cahaya lah yang harus menahan rasa kesalnya.


"Abang sayang adek, adek segalanya buat Abang" lirih Langit yang menundukkan wajahnya di atas punggung tangan Cahaya.


******


Air yang melenggang sendiri ke kelasnya langsung menghentikan langkahnya saat di lihatnya Shinta, teman satu kelas nya ketika di kelas delapan dulu.


"Lo kenapa?" tanya Air saat duduk di sisi Shinta yang sedang termenung di kelasnya.


"Gak apa apa" jawab Shinta lirih.


"Boleh gue tebak?" kekeh Air yang langsung di balas tatapan sinis oleh Shinta.


"Lo di tolak Bumi lagi ya?" tanya nya langsung.


Shinta, gadis manis itu mengangguk kan kepalanya.


"Haha, udah empat belas kali ya Lo di tolak"


Air tertawa gemas pada Shinta yang melongo dengan wajah merah menahan malu.


"Muka gue sama Bumi sama, mendingan sama gue aja yuk" goda Air dengan menaik turunkan alisnya.


"Gak, pacar Lo banyak" sahut Shinta malas.


"Masih kurang satu buat hari Kamis, Shin" ucap Air.


"Gak mau, gue sukanya sama Bumi bukan sama Lo walau muka kalian sama" dengus Shinta kesal.


"Jiah, Bumi itu gak bisa pacaran, ckck" ejek Air.


"Mau gak, buat hari Kamis gue kosong nih" tawar Air lagi yang di Balas gelengan kepala oleh Shinta, gadis manis itupun langsung pergi meninggalkan Air.


"Huh, bisa turun pamor gue hari Kamis ada dirumah" dengus Air sambil menyandarkan punggungnya dikursi.


.


.


.


.


"Huaaaaaaaa, mama! kakak malam Jumat sama siapa pacarannya" ..


,🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Laga Lo kak...


malam Jumat pacaran Sono sama Tante kuntiπŸ˜‚πŸ˜‚


Anak ayam sibuk kalo malem Jumat gak bisa nemenin


Like komen nya yuk ramai kan ❀️