Suami Dadakan

Suami Dadakan
bab 223


🌻🌻🌻


Reza memasuki area restaurant privat yang sudah lebih dulu di pesan oleh Ardy, sahabatnya.


Ada ia dan istrinya juga seorang anak perempuan berumur enam bulan dengan bando merah di kepalanya duduk manis di sebuah stroller bayi, sedangkan wanita yang akan Reza temui justru tak nampak batang hidungnya.


"Sorry lama" sapa Reza saat ikut duduk bergabung.


"Nyantai lah, kita juga baru dateng" jawab Ardi, istrinya hanya tersenyum simpul pada Reza.


"Hallo cantik, makin Ndut aja pipinya" ujar Reza pada si bayi yang asik memainkan lidahnya.


"Mana yang mau kerja, gak Dateng?" tanya Reza


"Lagi ke toilet" sahut istri Ardi yang bernama Mira.


Untuk mengusir bosan ia lebih memilih bermain dengan Bayi gembul di sisinya dibanding dengan Ardi yang memiliki istri super galak.


"Maaf, lama ya" sapa seorang wanita dengan kemeja ketat yang terbuka dua kancingnya.


Reza hanya tersenyum lalu membuang pandangannya sekilas, kakinya menginjak kaki Ardi yang duduk di depannya.


"Be Go, sakit" pekik Ardi tak bersuara.


"Mata gue yang sakit, dasar brengsek Lo" Mata Reza sudah membulat sempurna kearah Ardi.


Ardi tersenyum menyeringai membalas Sorot tajam mata Reza.


Setelah semuanya berkumpul, wanita tadi memperkenalkan diri pada Reza dengan mengulurkan tangannya.


"Perkenalan kan, saya Tania" ucapnya.


"Saya Reza" balas Reza dengan menyambut tangan Tania.


"Iya, pak"


Reza mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum, Wajah sang istri seakan menari di pelupuk matanya.


Setelah perkenalan tak lama seorang pelayan datang membawa buku menu di tangannya.


Semuanya tampak sibuk memilih menu makan malam nya masing masing, tapi tidak dengan Reza, pria berjas hitam itu hanya memilih kopi tanpa makanan pendamping lainnya.


"Bapak gak makan?" tanya Tania saat Reza hanya menyebutkan secangkir kopi favoritnya.


"Enggak, Nanti saya makan dirumah" jawab Reza yang lagi lagi hanya mengulum senyum.


"Kenapa?, kita bisa makan disini bersama, disini makanannya gak di ragukan lagi loh rasanya" tambah Tania meyakinkan pria di sisinya itu


"Iya, tapi sudah menjadi kebiasaan untuk saya makan bersama istri dirumah" Reza mengucapakan nya sambil melirik sinis ke arah Ardi yang pura pura tak melihatnya.


"Saya rasa cukup ya, Sampai bertemu besok" pamit Reza sambil berdiri dan di ikuti oleh yang lainnya.


"Gue punya perhitungan buat Lo" bisik Reza sebelum pergi.


"Siap, bos!" kekeh Ardi sembari menepuk bahu Reza.


.


.


Reza langsung keluar dengan tergesa, ia sangat yakin istrinya sedang menunggunya di rumah, melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh karena jalanan mulai lengang.


**


CEKLEK


"Ra.." panggilnya saat memasuki apartemen mewahnya.


"Ya" sahutnya dingin.


"Si merah lagi apa sendirian di di dapur?" godanya sambil mencium kedua pipi sang KHUMAIRAH.


"Mana merah, aku gak pake baju merah, udah ganti" sahut Melisa bingung yang membuat Reza tertawa.


"Itu matanya merah, pasti abis ini mau marah-marah sama aku, iya kan?"


"Haha, baguslah kalo mas Reza udah sadar" cebik Melisa kearah suaminya yang sudah ikut duduk bersamanya.


"Tapi makan dulu ya, aku laper banget"


Melisa mengernyitkan dahinya sesaat.


"Aku belum makan, karna aku tau kamu juga gitu, iya kan, kamu belum makan juga pasti nungguin suami kamu yang gantengnya maksimal ini" Melisa terdiam sambil menunduk.


"Jangan pernah berfikiran yang macam-macam ya" Reza menarik nafasnya pelan sembari memegang tangan istrinya.


" ***Kamu tempatku pulang sayang!"


.


.


🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉***


Gajah pulang kandang 🤣🤣


Like KOMENNYA yuk RAMAIKAN ❤️❤️