
π»π»π»
"Mau apa?" tanya Reza sinis
"Ada yang mau gue omongin" jawab pria tampan dan tinggi seumur Reza, siapa lagi kalau bukan Ricko.
" Gue gada urusan sama Lo" Reza masih tak memperdulikan Ricko yang masih berdiri diambang pintu.
"Ok, gue cuma mau mastiin, kalau Melisa sedikit aja Lo sakitin lagi, bersiaplah buat gue rebut" balas Ricko penuh penekanan.
Reza yang mendengar justru semakin tersulut emosi, ia bangkit dari duduknya dan mulai berjalan kearah Ricko.
"Maksud Lo apa?" tanya Reza, kini tangannya sudah menarik kerah kemeja Ricko.
"Masih kurang jelas?" Ricko justru menantang Reza yang sudah tak kuasa menahan amarah.
BUGH
satu pukulan berhasil Reza layangkan di pipi kanan seorang Ricko Wardana.
Terlihat darah segar keluar dari ujung bibirnya.
"Brengsek Lo" umpat Reza yang sudah sangat kesal.
"Lo akan nyesel Sama tindakan Lo kali ini!" ancam Ricko sebelum meninggal kan Reza.
"Sialan,Lo!!!" teriak Reza frustasi.
Setelah kepergian Ricko, Reza duduk bersandar di sofa panjang sambil memijit pelipisnya yang mendadak pening.
kedatangan Ricko yang tiba-tiba dengan membawa ancaman sungguh sangat membuat Reza gusar.
Ada raut khawatir jelas di wajahnya kini.
Gue gak akan biarin siapapun bisa deketin istri gue.. siapapun itu!!!!
Reza meraih ponsel dicarinya nama KHUMAIRAH kesayangannya.
"Hallo, Ra" sapa Reza saat sambungan telepon terhubung.
"Iya, By. ada apa?"
" Kamu dimana?" tanya Reza kemudian, nafasnya yang sangat Terengah-engah namun suaranya begitu pelan.
"Dirumah, kenapa? Mas Reza sakit? ko lemes banget kayanya?" ucap Melisa sedikit khawatir.
" Gak apa-apa, sayang"
"Mas Reza mau aku bawain makan siang?"
" Nanti aja aku pulang"
"Ok, aku tunggu dirumah ya ,Mas"
"Iya, Ra"
Reza mematikan teleponnya, ada segaris senyum di wajah yang kini sedikit berantakan hanya dengan mendengar suaranya saja Sudah membuat seorang Reza bisa tenang.
******
"Tumben banget, tapi ko perasaan aku gak enak ya?" gumam Melisa setelah meletakan ponselnya kembali keatas nakas.
Melisa memilih membuang fikiran negatifnya dan bergegas keluar kamar menuju dapur.
Tempat dimana ia bisa memanjakan perut dan lidah suaminya.
"Mau kekantor, Mel?" tanya mama yang tiba tiba datang mengangetkannya.
"Enggak, Mah. mas Reza yang mau pulang kayanya makan dirumah"
"Oh, baguslah kita bisa makan sama-sama, mama bahagia Reza bisa mendapat kan istri seperti mu" ucap mama kemudian yang membuat Melisa mengehentikan kegiatan memasaknya.
"Kenapa?" tanyanya.
"Iya, mah. Aku akan melakukan yang terbaik untuk mas Reza"
"Kamu gak keberatan?" tanya Mama.
kini justru Melisa yang terkekeh, apa yang harus diberatkan bukankah ia sudah sering melakukannya jauh sebelum menikah.
" Terimakasih sudah menjadi bagian dari keluarga kami, Tetaplah dampingi anak Mama apapun yang terjadi" pesan mama yang terdengar mengiba.
"Mah, doakan kami agar bisa melewati semua permasalahan rumah tangga kami nantinya" ucap Melisa langsung memeluk mama mertuanya.
"Iya, sayang. bicarakan jika ada masalah, kamu gak harus memendamnya sendiri"
"Wah, mau dong dipeluk" suara Reza dari arah depan dapur mengangetkan mama dan istrinya.
"Mas Reza udah pulang, aku belum selesai masak" ucap Melisa mengurai pelukannya.
"Gak apa-apa, aku bantuin"
"Anak nakal" goda mama mencubit hidung putra kebanggaannya itu.
"Anak baik ,Mah. buktinya mau bantuin istri masak"
"Yang ada ngeribetin" jawab Melisa, yang membuat mama terkekeh setuju.
Kini ketiganya berada di dapur untuk memasak makan siang, rencananya papa pun akan mampir sebentar untuk ikut bergabung hanya Ameera yang absen karna tidak ada dirumah.
"Assalamu'alaikum" sapa papa yang berjalan semakin mendekat.
"Waalaikum salam" jawab ketiganya bersamaan.
Papa kini sudah menarik kursi meja makan, duduk tepat di depan anak sulungnya, sedangkan mama masih menata hidangan bersama sang menantu.
Setelah semuanya siap keluarga bahagia ini dengan lahap menyantap makan siang bersama tanpa sisa, Masakan yang melisa masak memang sangat cocok di lidah keluarga barunya membuat semuanya sangat menyukainya
"Kamu mau balik kekantor,Za?" tanya papa setelah semuanya kini berada di ruang tengah
"Iya, Pah. ada rapat sore nanti" jawab Reza sambil memasukan kue kering kedalam mulutnya.
"Besok Papa dan Mama akan keluar kota, papa harap kalian masih disini" pinta papa.
"Ngapain?" tanya Reza bingung
"Ish, Kamu tuh,Za" ucap mama sambil memukul anaknya itu dengan bantal.
"Honeymoon terus" dengus Reza.
"Papa ada kerjaan diluar kota lima hari, mana bisa papa tanpa mamamu" goda papa mencium pipi istrinya itu didepan anak menantunya.
Melisa yang melihat kemesraan mertuanya itu hanya bisa mengulum senyum, ada sedih juga dihatinya manakala ia tak pernah melihat itu pada sosok kedua orang tua kandungnya.
"Aku mau balik ke apartemen, Pah"
"Disini aja dulu, kenapa sih?" sahut Mama.
"Kita pulang kan ya,Ra" tanya Reza pada istrinya yang sedari tadi hanya diam.
"Terserah mas Reza aja aku mah" jawab Melisa pasrah, dimana pun ia tinggal asal dengan suaminya semua akan sama.
Mama dan Papa kini tertawa senang, karna sudah dipastikan Reza akan tetap dirumah.
"Assalamu'alaikum" terdengar salam dari arah ruang tamu yang membuat keempat orang ini menoleh secara bersamaan.
π₯π₯π₯π₯π₯
Hayooooo siapa lagi π€¦π€¦
Like komennya yuk ramaikan biar bisa lanjut next partnya..
murah rejekinya ya buat kalian yang gak males klikπ...
Hatur nuhun β€οΈβ€οΈβ€οΈ