Suami Dadakan

Suami Dadakan
extara bab 150


🌻🌻🌻🌻🌻


Air yang berada di bengkelnya merasakan keresahan yang luar biasa saat pesannya tak ada satupun yang di balas oleh sang istri, sudah dari sejam lalu ia menanyakan tentang keberadaan gadisnya itu.


"Kemana sih tuh orang!" umpatnya kesal sambil menggebrak meja.


TRIIING


*Hujan.


[ Gue di kantin, baru liat Ponsel ]


Air Mendengus kesal karna jawaban Hujan tak memuaskan hatinya.


Ia langsung menelepon gadis itu karna tak ingin pesannya kembali di abaikan.


.


.


"Hallo" ucapnya saat teleponnya tersambung.


"Hem, iya!"


"Lo bisa gak sih jangan suka cuekin chat gue, Jan!" sentak Air langsung, karna hal ini bukan yang pertama terjadi.


"Gue gak tiap menit pegang Ponsel, Ay" balas Hujan dengan suara lemah.


"Lo kenapa?" Air yang merasa aneh dengan suara calon istrinya pun melupakan sedikit amarahnya.


"Gak apa-apa!"


"Jangan pernah bilangan gak apa-apa kalo sebenernya Lo itu gak baik-baik aja"


"Beneran, Ay..gue gak apa-apa..Udah ya"


Hujan menutup teleponnya sepihak membuat Air semakin kesal padanya.


"Ay.." seseoorang menepuk bahunya


"Eh, iya!"


"Gue cariin, taunya disini" ucap orang itu lagi yang ternyata teman dekatnya yang juga bertugas mengelola bengkel.


"Ada apa?, ada barang kurang?"


"Enggak, semua sesuai list kok. Lo ada masalah?" tanyanya pada Air yang terlihat jengkel sedari datang tadi


"Gak ada, cuma lagi badmood aja"


"Santai lah, Ay." ucap temannya sambil menepuk bahu Air.


Beberapa bulan ia mengenal sosok Air tapi baru hari ini ia melihat sang big bos terlihat murung Sampai berkali-kali mendesah kesal.


Air hanya diam menanggapinya dengan senyuman yang jelas ia paksakan, kali ini ia tak ingin bicara apapun.


Gadis itu benar-benar sudah mengacak-acak pikirannya hari ini.


Air mengambil helm dan jaketnya kemudian berlalu menuju motor besarnya yang terparkir di depan bengkel.


"Mau kemana?" tanya seseorang lagi yang baru datang.


.


.


Dengan kecepatan tinggi ia lajukan motornya ditengah jalan ibu kota, tak perduli dengan pengendara lain yang membunyikan klakson untuknya.


Air bagai menentang maut kali ini, ia tak takut jika harus berurusan lagi dengan rumah sakit atau kantor polisi seperti biasanya.


Karna yang ia tahu kini tujuannya adalah Hujan, gadis galak yang sering hilang lalu mengabaikannya.


Motor besarnya kembali masuk ke area kampus yang kini lumayan tampak lengang dan sepi, ia menghentikan motornya di area Parkir gedung fakultas kedokteran dimana calon istrinya berada saat ini.


Orang-orang yang melihatnya tentu heran dengan kedatangan si playboy tampan yang bukan pada jam kuliahnya itu.


"Hujan mana?" tanyanya pada teman yang ia kenal.


"Gak liat, Ay"


"Cih, dia gede begitu masa iya gak liat" dengus Air kesal.


"Gak ketemu maksud gue, ah elah!"


Air meninggalkan temannya itu dan kembali berjalan mencari sosok Hujan.


Tak ada balasan pesan dari gadis itu tentu membuat ia semakin geram sambil menahan emosi.


"Dimana sih! gedung segini gede gue mau cari kemana coba!" umpatnya sembari memukul tembok


Namun saat ia baru mau melangkahkan kakinya, gadis yang di carinya muncul hendak menuruni anak tangga, dengan cepat Ia mengejar Hujan lalu menarik tangannya membawa gadis itu kedalam pelukannya.


.


.


.


.


.


.


.


.


Lo kemana aja?


kenapa seneng banget ilang sih..


Gue capek berantem terus sama Lo, Jan!!!!


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Tar mah geludnya di atas kasur kak 🤭🤭🤭🤭🤭


Like komen nya yuk ramai kan ❤️🙏