
π»π»π»
"Papa lagi dongengin mama?" tanya air yang tiba tiba bertanya di balik punggung Reza.
"Astaga!!" ujar kedua orangtuanya bersamaan yang sangat terkejut.
"Papa bisa mati muda kalo kamu begitu terus, kak" kata Reza saat membalikkan tubuhnya.
"Jangan, kakak gak mau punya papa baru" matanya yang mulai berkaca-kaca langsung di dekap oleh Reza.
Reza langsung tertawa bersama Melisa melihat kepolosan anak sulungnya itu.
"Terus papa tadi lagi ngapain?" tanyanya lagi yang di rasa belum dijawab.
"Lagi cari Kutu di rambut mama" kekeh Reza
"Aw..!!" pekiknya kemudian saat telinga di tarik oleh sang Istri.
"Mas Reza jahat, aku mana ada kutunya" dengus Melisa kesal.
"Kan mama gak sekolah, kok jadi kutu?, kutu itu kan Bumi!" ucapnya masih bingung
"Apa?" ujar Bumi di ambang pintu dengan tangan masih memegang knop pintu.
"Tuh, kutunya nongol, hahaha" ejek Air pada kembarannya.
"Aku NaGa!" sahutnya ketus yang langsung meringsek ke tengah tengah kedua orangtuanya.
"Kok, adek nyelip disitu, sih?" protes Air.
"Biarin!" Bumi berhambur memeluk Melisa.
"Kok Adek di bilang kutu, kenapa?" tanya Reza pada si sulung yang sedang merengut karna mamanya menciumi wajah adiknya.
"Katanya yang suka baca itu namanya Kutu buku, adek suka baca berarti adek kutu, Pah!" jawab Ay sambil mencibir ke arah Bumi.
"Beda, kak!" balas Bumi.
"Sama kan, ya Pah?" Air tak ingin kalah dari adiknya.
"Beda dong, kutu yang papa maksud itu hewan kecil yang suka gigit kepala" jelas Reza.
"Wah, mama serem ya banyak yang gigitin. lehernya gigit Gajah, eh kepalanya gigit kutu" ucap Air dengan wajah iba membuat Melisa melirik tajam ke arah suaminya.
Reza tertawa terbahak-bahak melihat wajah serius anaknya yang menatap Melisa sangat serius dan menyedihkan.
"Iya, tapi yang lebih jahat itu Gajah, kak!" sahut Melisa dengan tangan meremat belalai suaminya di balik selimut.
"Ya ampun, Ra!, sakit tau" Reza meringis kesakitan bercampur kaget.
" Mas Reza tega bilang aku kutuan"
"Kamu juga tega, bilang aku Gajah!" balasnya tak mau kalah.
"Adek gak di ajakin!"
Tiba-tiba si bungsu datang dengan rambut yang berantakan, berjalan mendekat sambil mengerucut kan bibirnya.
"Pagi adek" ujar ke empatnya bersamaan.
Cahaya langsung naik ke atas kasur Bumi yang sudah sangat sempit, namun akhirnya ia memilih duduk di atas perut Reza.
"Cantiknya papa baru bangun?" tanya Reza sambil merapihkan rambut si bungsu.
"Iya, semalem kakak nangis berisik" sahutnya sambil mencebikkan bibirnya kearah kakak pertamanya.
"Papa gak hilang, papa di bawa nyamuk" sahut Chaca.
"Nyamuk apa?" Reza yang tak tahu bertanya bingung pada kedua anaknya.
"Kata mama disini banyak nyumak" jawab Air.
"NYAMUK, kak!" balas ke empatnya berbarengan.
"Nah iya itu, hahaha. Protes aja kaya Bi Siti kalo lagi beli kepuruk"
"KERUPUK, kak!"
"Disini mana ada nyamuk, aku gak pernah liat" sahut Bumi melihat kearah mamanya, dan Melisa pun hanya tersenyum kecil.
"Udah ah, kita mandi yuk" ajak Melisa, ia tak ingin pembahasan antara kutu, gajah dan nyamuk lebih lanjut karna akan memusingkan kepala nya.
"Yuk, adek mandi sama mama ya" jerit senang si bungsu yang langsung bangun dari atas perut papanya.
"Ok, kakak mandi sama papa ya" titahnya pada kedua jagoannya.
"Siap, mah. ayok Pah" Ajak air pada Reza yang belum juga bangun.
"Mas Reza kenapa?" tanya Melisa yang melihat suaminya belum juga menyusul Air dan Bumi ke kamar mandi.
"Pengen, Ra.. On nih" bisiknya pelan
"Huft, nanti siang ya" Melisa yang tak tega akhirnya hanya bisa menjanjikan.
"Bener ya?"
"Iya, udah sana ajak anak-anak mandi"
Melisa mencium pipi suaminya sambil menyentuh sekilas si belalai malang yang sudah tegak melebihi tugu Monas.
Reza yang tersenyum simpul akhirnya bergegas menuju kamar mandi, sudah ada dua anaknya yang lebih dulu bermain air.
Reza yang baru melepas celananya langsung tersentak kaget dengan jeritan Si biang rusuh..
.
.
.
"Hhuuaaaaaaaaaa, ada lolipop!!!!"
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
mana... dimana lolipop nya kak?
Mak othor mau dong jilat jilat π€
manis gak ya π€£π€£π€£
Istighfar yuk..
traveling Mulu πππ
Like komennya yuk Ramaikan l