
🌻🌻🌻
Reza
Ana yang sedari tadi tak bisa memejamkan matanya disisi Reza tak bosan memandangi wajah pria tampan berbalut perban di kepalanya itu, sesekali ia menyunggingkan senyumnya namun setelah itu ia menghela nafasnya dalam-dalam.
Jam sudah menunjukkan pukul tiga dini hari hanya suara dengkuran halus yang terdengar dari Rafka dan si supir yang menabrak Reza, keduanya tidur terlelap di ranjang pasien yang kosong tepat di sisi kanan ranjang Reza.
"Air..."
"Air.."
Ana terlonjak kaget saat sayup sayup mendengar suara yang begitu lirih di telinganya, ia langsung mengerjapkan matanya yang baru saja ia pejamkan.
"Air.."
Ana memastikan suara tersebut dari pria dihadapannya yang tangannya kini sedang ia genggam sedari tadi
"Alhamdulillah" ucapnya sambil mengusap dada yang langsung berdebar entah kenapa.
"Abang sudah sadar" bisiknya di telinga Reza.
"Air.."
"Abang haus?, tunggu Ana ambil kan" ucapnya, dengan cekatan ia langsung meraih gelas dan menuangkan air putih dari dalam botol kemasan yang di beli Rafka.
Dengan bantuan sedotan, Ana langsung menyodorkan segelas air pada Reza yang belum bisa bergerak sama sekali, setengah gelas pun sudah tandas ia minum.
"Abang, istrirahat lagi ya" Ana kembali membisikkannya di telinga Reza dengan lembut setelah itu membenarkan selimut yang menutupi tubuh tinggi putih Reza.
Apa ini yang disebut dengan makhluk tuhan yang sempurna?
Tampan.. ah tidak!
ini lebih dari sekedar tampan.
lekas Sembuh ya bang, Ana ingin melihat senyum Abang seperti apa!!!
******
Melisa
"Ay Kangen papa ya, belum bobo juga sih?" Melisa trus saja mengajak ngobrol Baby Ay yang sedari jam satu masih terjaga.
"Bobo ya, besok papa pulang, Ay bisa main main"
"Mama peluk ya" kini Melisa mulai terisak lagi, di pandangi nya bayi mungil berhidung mancung yang sangat mirip dengan Reza dalam dekapannya.
Meski berderaian air mata namun ia berusaha untuk tidak bersuara karna kedua bayinya yang lain sedang terlelap dengan nyenyak.
Tapi hasilnya nihil, Sudah lebih dari jam tiga Baby Ay tak kunjung juga tertidur meski Melisa terus mencoba memberikan nya ASI.
"Bu, biar gantian sama saya"
Suara Ncus tiba tiba membuyarkan lamunan Melisa yang sedang membayangkan wajah manis sang suami jika sedang merajuk padanya.
"Gak apa-apa, nanti juga tidur" sahut Melisa pelan.
"Ibu harus istirahat, besok kerumah sakit buat kontrol Dede Chaca" kata Ncus Ay mengingat kan.
Melisa langsung tertegun, bagaimana bisa ia melupakan itu, Fikirnya!
"Nanti bisa kerumah sakit sorean, mbak nunggu papanya besok pulang" jawab Melisa dengan tercekat, ia bisa mengatakan hal yang tak pernah ia tahu kepastiannya.
Ncus Ay menitikan air mata karna sedih, selama dua Minggu ini ia menjadi saksi bisu bagaimana dua majikannya sering mempertontonkan kemesraan dan kekompakan mereka saat mengurus ketiga buah hatinya.
"Ibu yang sabar ya, saya selalu doakan yang terbaik" ucap Ncus yang sudah berhambur memeluk Melisa, hanya itu yang bisa ia berikan.
"Terimakasih, kalian yang terbaik sudah ada saat saya seperti ini" sahut Melisa.
Setelah mengurai pelukannya ternyata baby Bu mulai menggeliat, diambilnya bayi berpipi merah itu untuk diserahkan pada Melisa agar lekas di susui.
"Sama Ncus dulu ya kak, gantian sama adek" bisik Melisa pada Air sebelum ia berikan pada suster.
💦💦💦💦💦💦💦💦💦
baby Ay.. bobo ya ganteng!!
jangan cari papa terus,, papa ada ko di ketek Mak othor lagi pegel pegel katanya 🤭
udah 3 bab ya.. gomawo semuanya hatur nuhun terimakasih..
besok kalian akan tau bagaimana nasib babang Reza..
apakah Amnesia setelah ditabrak Sama mobil box butut itu?
kalo sampe iya..
trus mau othornya atau supir laknat yang di bully nih....hayoooooo😂😂😂😂
like komen nya yuk ramai ♥️
mampir ke babang Reynard juga y
#menikahisahabatku.