
๐ป๐ป
" Eh.. tapi bohong"
Gelak tawa Reza menggema ke seisi kamar membuat Melisa kesal dan memukul dadanya berkali-kali.
"Awas nih, berat tahu!"
"Enak tahu" Reza justru Kembali menggoda.
"Lepas gak?"
"Enggak!"
"Lepas Mas.. keram nih aku"
"ENGGAK, biarin biar lepas sendiri, ckck"
Reza kembali merebahkan dirinya diatas tubuh Melisa, menenggelamkan wajahnya di ceruk leher yang masih banjir oleh keringat namun tetap harum menggoda membuat naluri kelelakiannya tak bisa mereda.
"Mas, udah" Melisa kembali men des ah saat lidah suaminya kembali menjalar ke area daun telinganya, dengan tangan yang mulai kembali aktif meraba bahkan kini mulai me re mas.
Reza kembali me lum at habis bibir ranum merah yang sedikit menebal karna ulahnya itu, pertukaran Saliva dan Pertarungan lidah yang semakin liar membuat keduanya seakan hilang kendali.
"Raaa..." Reza terus saja menyerukan nama belahan hatinya itu sembari terus memainkan kerikil kecil di pucuk gunung Everest istrinya.
"Lagi ya.. sekali lagi" pintanya, yang hanya dibalas anggukan tanpa membuka mata.
Reza langsung bangkit dan membenarkan posisinya agar lebih nyaman, memasukan lebih dalam lagi pentungan perkasanya itu yang memang sudah sedari tadi masih tenggelam di dasar hutan belantara istrinya.
Hentakan yang awal nya pelan kini mulai dipercepat, akhirnya Melisapun tak tinggal diam ia ikut mengimbangi apa yang suaminya lakukan, keduanya benar-benar menikmati rasa yang ada, dengan menggigit bibir bawahnya Melisa mencoba menahan suaranya agar tak terlalu keras karna suaminya kini sudah berada di area favoritnya memberinya lagi dan lagi jejak petualang yang hampir di seluruh gundukan daging kenyal itu.
"Ayo, Ra.."
" Uuughh... sayang" Reza mendongakkan wajahnya menikmati kehangatan yang ia rasakan denyutan demi denyutan area sensitif istrinya bagai mencengkram kuat kuat miliknya yang terus memacu dalam ritme cepat dan mantap.
"Tahan, Ra.." desisnya tak karuan dengan keringat terus membanjiri tubuh bidang dan putih.
"Maasss" Tangan wanita dibawahnya itu mulai mencengkram kuat kuat apapun yang ia sentuh tak perduli jika harus bahu putih suaminya akan terluka.
"Aaaaargh, Raaaa!!" pria perkasa itu melenguh hebat saat menuju puncak kenikmatan yang ia rasakan ternyata berbarengan dengan sang istri, keduanya merasakan getaran yang berakhir kepuasan luar biasa, setelah ia lagi dan lagi menembakkan benih baru dalam rahim gadis halalnya.
*****
Reza menggeliat dan meraba kasur di sisinya yang terasa kosong, ia membuka sedikit matanya dan ternyata benar istrinya sudah tak ada d sisinya.
"Raaaaaaa" panggilnya dengan suara khas bangun tidur.
"Kemana sih, masih pagi juga" ocehnya sambil kembali memeluk bantal guling dan memeluknya erat.
Namun matanya tak bisa kembali terpejam saat aroma masakan mulai menusuk indera penciumannya.
Dan sedetik kemudian ia langsung menyibakkan selimutnya dan turun dari tempat tidur dengan tubuh polos tanpa apapun.
"Ribet" jawabnya santai tapi jujur.
"Nanti kalo di lihat anak-anak gimana," tanya Melisa.
"Ya gak gimana-gimana!"
"Ish, kalau dibilangin, lihat tuh kaya gitu coba!" kata Melisa menunjuk bagian tengan suaminya yang entah kapan mulai kembali menegang
" Kamu pake acara di tunjuk segala, ON kan"
"Aku gak ngapa-ngapain, dasarnya aja pentungan mas Reza tuh sensian banget" kekeh Melisa sambil menutup wajahnya yang mulai memerah.
"Dia tuh udah hafal banget Ra sama suara kamu" goda Reza dengan senyum menyeringai.
"Idih gak jelas deh" kata Melisa yang masih berdiri di ambang pintu.
"Jelas,Ra.." sahut Reza.
"Apa?" jelas jelas aku mencintaimu" kata Melisa sambil tergelak.
"Wah, makasih sayang, aku juga mencintaimu" jawab Reza sambil tertawa karna rayuannya sudah lebih dulu di layangkan istrinya.
"Tapi yang ini beda, Ra , jelasnya"
"Apalgi?" tanya Melisa.
" Jelas-jelas pengen nyelup lagi, haha" Reza tertawa sambil berhambur memeluk tubuh istrinya, menghujani wajah cantik Melisa dengan ciuman yang bertubi-tubi kini
keduanya tergelak bersama saling mendekap tubuh masing-masing, tak ada yang lebih menyenagkan selain di cintai dan di perlakukan dengan sangat istimewa oleh pasangan, dan Reza sangat bersyukur memiliki pasangan yang melengkapi hidupnya sekarang ini.
.
.
.
.
"Love you, KHUMAIRAH"
๐๐๐๐๐๐
Love you to bang๐คญ
mau dong di gituiin๐
kalo denger suara neng ON gak bang?
LIKE KOMENNYA YUK RAMAIKANโค๏ธ