
πππππππππ
Rintik gerimis yang turun membasahi tanah bumi nyatanya belum juga reda meski sudah lebih dari tiga jam. Reza yang sedari tadi berada kamar usai makan siang sesekali membuang napas berat.
Cek lek..
"Mas Reza baru bangun atau justru belum tidur?" tanya Melisa saat masuk kedalam kamar mereka, baju hangat yang wanita baya itu kenakan membuat tubuh langsingnya seakan tersembunyi tak terlihat.
"Aku gak bisa tidur, kamu terlalu lama mengobrol dengan Ameera" keluh Reza, kedatangan adik kesayangannya memang sering kali menyita waktu sang Khumairah yang seharusnya ada hanya untuk dirinya saja.
"Sebentar, kok"
"Sebentar itu menurutmu, tapi bagiku yang tak bisa jauh darimu dua jam itu bagai waktu tak berjalan" Reza mengomel sambil merayu, membuat Melisa bingung menanggapinya kecuali ia tuntun tangan yang dulu sangat gagah dan kuat menuju ranjang hangat mereka semenjak tak ada lagi aktifitas panas.
"Tidurlah, biar aku temani sampai Mas Reza terlelap" kata Melisa dengan nada Lembut sepertu biasa.
"Lalu?"
"Lalu aku akan melanjutkan rajutan ku, Mas" sahutnya yang kini sudah siap memeluk pria tercintanya.
"Enggak, Ra. Kamu harus ikut tidur denganku"
Permintaan yang Reza lontarkan seraya berharap tak di bantah oleh sang istri yang kini tersenyum simpul padanya. Melisa yang pasrah akhirnya mengangguk.
Pasangan baya yang hampir satu abad itu pun saling berpelukan di temani suara rintik gerimis yang belum juga reda
.
.
Denting sendok dan garpu yang beradu di atas piring menandakan jika semua yang berada di meja makan begitu menikmati makan malam mereka. Hari ini tak ada satupun yang keluar rumah, hanya diam di satu ruangan lalu bertukar cerita yang terkadang mengundang gelak tawa.
"Lagi?" tawar Melisa.
"Cukup, Ra. Aku kenyang" tolak Reza yang hanya di balas senyuman oleh sang istri.
Air yang duduk di sebelah Reza pun langsung memeluk papanya dari samping.
"Kenapa?"
"Peluk istrimu, malah peluk papa" kekeh Reza seraya mengusap si sulung, bukan Air namanya jika tak manja. Anak yang lahir pertama tapi kelakukan seperti anak yang lahir paling akhir.
"papAy lagi nyari ribut?" protes Sam saat Gajahnya di hak paten oleh papanya sendiri.
"Enak loh, De" goda Air yang langsung membuat putranya merengut.
Para istri hanya bisa tersenyum kecil jika melihat tingkah manja suami mereka pada keluarga. lahir dan besar dalam limpahan kasih sayang membuat mereka tak pernah malu menunjukan cintanya, keluarga selalu menjadi nomer satu dan momen yang selalu indah untuk di nikmati.
.
.
.
"Kenapa ganti?" tanya Reza saat masuk kamar dan melihat satu ARTnya sedang mengganti sprei tempat tidur.
"Sudah tiga hari, aku lupa, Mas" jawab Melisa yang duduk di kursi sambil menoleh kearah suaminya yang beejalan mendekatinya.
Reza yang sudah berdiri tepat disini sang istri langsung mencium pucuk kepala Khumairah nya dengan lembut, tak hanya sekali tapi berkali-kali sampai membuat ART nya tak berani melirik karna tak enak hati.
"Sprei nya baru? aku baru lihat" tanya Reza lagi dengan kedua alis saling bertautan.
"Hadiah dari Senja saat pulang dari luar negeri kemarin, lucu ya, Mas... ada kamunya" kekeh Melisa.
.
.
"Astaga, Dasar turunan Phtyon!"
Masih bagus gak gambar ulerπ€£π€£
Gue sawan, yang baca ikutan sawan juga π