Suami Dadakan

Suami Dadakan
bab 37


🌻🌻🌻


Hari ini keduanya hanya menghabiskan waktu didalam kamar, tak ada rutinitas lain yang mereka lakukan kecuali mengobrol dan juga bercanda diatas tempat tidur.


sampai makan malam pun kembali mereka lakukan didalam kamar.


"Mas Reza besok kerumah mama yuk" ajak Melisa setelah Reza sudah merapihkan bantal.


"Emang udah bisa jalan?"


"Hmm, bisalah dikit-dikit"


" Masih kaya pinguin gitu jalannya, yang ada aku di ledekin mama" kekeh Reza meledek sang istri yang masih sulit berjalan.


"Mas Reza jahat samain aku sama pinguin"


"Haha, gak apa-apa,Ra.. pinguin itu hewan setia loh"


"Iya kah?" tanya Melisa serius


"Iya, coba aja tanya sama pinguin"


Melisa memutar matanya kesal dengan lelucon yang selalu Suaminya berikan.


" lagi ya?" goda Reza saat mereka sudah berpelukan dibawah selimut yang sama.


" Gak mau, sakit!"


" Kamu tidur aja gak apa-apa, hahaha!!" kekeh Reza yang langsung mendapat cubitan panas di perutnya.


" Tega ih, aku gak di ajakin" ucapnya dengan wajah malu.


"Ntar deh, kalo udah biasa. Sekarang biarkan suami dadakan mu aja yang bertugas lebih dulu" jawabnya sambil menempel kan hidungnya di hidung sang istri.


******


Pagi menjelang, Melisa yang sudah bangun lebih awal meringsek turun dari tempat tidur setelah mencium kedua pipi suaminya.


Walau perih masih terasa, namun ia tetap berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Ia tak ingin mengganggu Reza yang baru terlelap lewat tengah malam tadi karna mendadak sirine patrolinya ON.


"Kenapa gak bangunin aku, Ra?" ucap Reza setelah melihat sang istri sedang menyisir rambut basahnya di depan cermin meja hias.


"Mas Reza kan masih tidur" jawabnya ketus tak ada senyum yang biasanya ia berikan.


Reza yang merasa ada yang lain dari istrinya langsung bangun dan menghampiri.


"Kenapa? masih sakit?" tanyanya pelan, sambil mengecup kepala Melisa.


"Enggak," sahutnya dengan raut wajah kesal.


"Terus kenapa cemberut gitu?"


"Kan mas Reza tau aku mau kerumah mama, kenapa bikin ini banyak banget sih?"


Dengan kesal ia menyibakkan sedikit baju bagian atasnya untuk memperlihatkan hasil karya yang selalu dibanggakan sang suami.


"Kamu mau protes apa mau aku tambahin lagi?" Reza justru menggoda sang istri, dengan cepat Melisa Merapihkan kembali bajunya.


"Kemarin aku asal bikin aja,Ra.. pas aku cek terus aku hitung taunya ganjil, ya udah aku tambahin biar hasilnya genap"


"Alesan kamu gak masuk akal, Mas" gerutu Melisa lalu meninggalkan suaminya yang masih tertawa.


"Pinguin kesayanganku marah!"


__________


"Assalamu'alaikum" sapa Reza dan Melisa bersamaan saat memasuki ruang tengah mewah rumah kedua orangtuanya.


"Waalaikum salam" sahut mama dan papa saat menoleh kearah anak dan menantunya.


Keduanya langsung mencium tangan kedua orang paruh baya itu dengan takzim secara bergantian.


"Apa kabar sayang?" tanya mama mengelus punggung menantunya.


"Baik, Mah"


Papa yang hanya tersenyum membuat Reza curiga.


"Papa sama Mama gak kaget gitu aku bawa istriku kesini?" tanya Reza kepada kedua orangtuanya yang bersikap biasa saja


"Lalu kami harus apa?" jawab papa sambil meraih secangkir kopi diatas meja.


"Jangan jangan ya?" selidik Reza penuh curiga.


"Menurutmu?" tanya papa sembari mengulum senyum.


"Tuh, papa mah gitu sama aku!" dengus Reza kesal merasa dipermainkan.


"Ra!!!"


Kini Reza menatap Melisa dengan sorot mata penuh pertanyaan.


"Apa?" sahut Melisa bingung.


"Kamu dimana selama gak sama aku?" tanya Reza mulai mengintrogasi.


"Di rumah paman" jawabnya jujur.


"Gak ada, aku udah cek berkali-kali"


"Aku gak boleh keluar sama Papa, hehe"


"Papa jahat ngumpetin istriku"


"Lebih jahat mana yang meninggalkan istrinya sendirian di kota lain?" sindir papa yang membuat Melisa dan mama terkekeh bersamaan.


"Ya kenapa di umpetin, kan aku kangen" jawab Reza kesal.


"Biar otak kamu lebih pintar sedikit, jangan membuang berlian demi sebuah retakan kaca"


Reza hanya diam, ia tak berani menjawab perkataan papanya yang memang sudah sangat membenci mantan kekasihnya itu.


*********


"Kamu beneran, Ra. Ada dirumah paman?"


Reza mengulang pertanyaannya saat keduanya sudah berada didalam kamar Reza.


"Iya, mas. aku disana dan gak keluar sama sekali"


"Terus kamu bisa pulang kesini gimana?" tanya Reza penasaran.


"Dianter Ricko!"


"Si brengsek itu?" Reza sangat terkejut dengan jawaban sang istri.


"Jangan gitu,Mas.. dia baik loh, udah mau anter aku pulang"


"Ketemu dimana?"


Nada cemburu jelas sekali terdengar oleh Melisa.


" Diparkiran, waktu itu aku nunggu kamu disana, terus Ricko datang parkir Deket mobil mas Reza. karna kita kenal jadi dia nyamperin aku"


"Kalian kenal?" tanya Reza semakin penasaran.


"Iya Ricko donatur baru di panti asuhan"


Reza terdiam seakan mengingat sesuatu.


"Kenapa?" Melisa meraih tangan suaminya yang sedang melamun.


" Enggak, aku inget dulu pernah lihat dia disana, tapi aku mau tanya kamu lupa.


apa kamu ceritain masalah kita ke dia?" tanya Reza kemudian.


Melisa hanya menggeleng.


"Mana mungkin aku ceritakan aibku pada orang lain, terlebih pada sosok pria yang baru ku kenal"


"Gadis pintar" Reza mencium pipi kanan istrinya sekilas.


"Lalu soal kecelakaan itu gimana?"


"Oh, aku lagi ajak langit buat beli keperluannya, karna aku baru ketemu dia pagi harinya pas orang orang suruhan papa jemput aku dirumah paman"


"Dia panggil kamu Buna, lucu ya?" kekeh Reza mengingat hal itu.


"Iya, entah kenapa anak itu langsung panggil aku Buna!"


"Apa artinya?" tanya Reza yang sudah membawa tubuh istrinya masuk kedalam dekapannya.


"Aku juga gak tau, mungkin Bunda! karna dia masih kecil jadinya Buna"


" Kamu marah banget ya saat itu?"


" Aku kecewa, Mas. karna itu pertama kalinya Mas Reza ingkar janji"


"Maaf, aku gakan ngulangin hal itu"


"Aku juga minta maaf, karna keegoisan ku mas Reza gak bisa ketemu Amanda untuk terakhir kalinya" ucap Melisa penuh penyesalan.


"Aku sudah biasa tanpanya, biarkan dia tenang sekarang!" jawab Reza lirih.


"Mas Reza menyesal?"


"Untuk apa menyesal? aku bahagia denganmu.. Tuhan sudah memberikan yang terbaik"


"Mas Reza kenapa baru tanya sekarang? pas aku pulang gak langsung ditanyain!"


"Pertama liat kamu otak ku udah gak bisa mikir yang lainnya, aku cuma mikir kedepannya gimana bisa sama kamu lagi,Ra!"


Melisa mengeratkan pelukannya, ada rasa haru dalam hatinya kini.


"Aku sayang banget sama Mas Reza" bisik Melisa pelan.


"Aku juga sayang kamu, kangen banget. Aku kira aku gak bisa nemuin kamu lagi aku udah hampir putus asa saat itu"


"kenapa?" Melisa mendongakan kepalanya untuk melihat wajah sang suami.


"Aku takut jadi duda rasa perjaka!!!"


🀦🀦🀦🀦🀦🀦🀦


Ngawur mulu bangπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚..


Ntar sirine Patrolinya bunyi tuh gombal mulu!!


Like komennya yuk.


panjang umur sehat terus buat jempol kalian yang mau ikhlas klik πŸ‘...