
🌻🌻🌻🌻
"Ya ampun, di tungguin ternyata disini!"
Suara seorang gadis mengalihkan fokus Bumi yang sedang memilih beberapa buku di ditangannya, pemuda itu mengernyitkan dahinya saat si gadis yang entah berasal dari mana malah bergelayut manja di lengannya.
"Yuk, cepetan, anak-anak udah pada nungguin pasti nih".Ajak Kahyangan yang langsung menarik tangan Bumi.
"Eh, Tunggu! aku mau bayar dulu" ucap Bumi yang di tarik paksa oleh gadis yang belum ia kenali secara seksama.
"Oh, ok. kita ke kasir" kekeh Yayang, keduanya membelokan langkah ke arah kasir untuk melakukan transaksi pembayaran.
Biasanya Bumi akan marah jika ada orang yang salah mengenalnya sebagai Air, tapi entah kenapa hari ini ia hanya diam saat ada seorang gadis terus saja memaksanya berjalan dengan cepat, Bumi sesekali tersenyum saat mendengar Omelan Gadis itu yang entah apa yang ia bicarakan.
"Mau kemana?" tanya Bumi.
"Parkiran, cepet!" jawab kahyangan.
"Parkir mobil disana" Bumi menunjuk mobil sportnya yang terparkir rapi dekat pohon besar.
"Tumben bawa mobil, biasanya bawa motor"
Bumi tak menjawab, ia hanya tersenyum simpul.
Kini justru ia yang menarik lembut tangan Yayang menuju mobilnya.
Bumi membukakan pintu sebelah kiri untuk gadis itu sedangkan ia masuk lewat pintu sebelah kanan.
"Mau kemana?" Tanya Bumi sambil menyalakan mesin mobilnya.
"Biasa, ketempat anak-anak di persimpangan jalan depan, abis itu kan kamu janji mau traktir aku ice-cream di kedai dekat museum"
"Oh"
Selama menuju persimpangan jalan, Gadis di sebelahnya itu terus berceloteh, ada saja yang ia bicarakan sungguh mirip sekali dengan Cahaya, pikirnya.
"Parkir disini aja, mobil boxnya udah nunggu dari tadi pasti, kamu sih lama banget. Pasti pacaran dulu, iya kan?" tuduh Yayang dengan menunjuk wajah Bumi dengan jarinya.
"Hah?, aku mana punya pacar!" ucap jujur Bumi.
Kahyangan tertawa sampai terbahak-bahak memegang perutnya, ada bulir cairan bening di ujung matanya saat tawanya mulai sedikit terhenti.
"Kamu bilang gak punya pacar?, lalu yang setiap hari sama kamu siapa? selir!" kekeh Kahyangan.
"Aku gak punya pacar, sumpah!"
"Ok, aku percaya aja deh!"
Kahyangan langsung turun meninggalkan Bumi yang masih di dalam mobil mengusap tengkuknya sendiri.
"Aku tuh kenapa sih, kok deg-deg begini ya? terus ini apa lagi, aku dimana? mau apa aku anter dia kesini!"
Bumi mengedarkan pandangannya menelisik persimpangan jalan tempat mobilnya kini terparkir , matanya terhenti saat melihat sosok gadis yang tadi bersamanya sedang memeluk anak-anak secara bergantian, gadis itu membalik kan badan kemudian melambaikan tangannya.
"Aku, mau apa kesana?" gumamnya bingung.
Tapi karna rasa penasaran, akhirnya Bumi turun juga, ia melangkah santai menghampiri gadis tadi.
Ia tersentak kaget, saat beberapa anak mulai berhambur memeluknya, Tubuhnya yang tak siap mulai terhuyung dua langkah kebelakang.
"Kakak kok lama?" tanya salah satu anak yang memakai jepit rambut yang terlihat sudah lusuh dan besinya pun berkarat.
"Iya, maaf ya!" Bumi yang tak mengerti hanya bisa meminta maaf meski ia merasa tak melakukan kesalahan apapun.
"Yuk, kesana" ajak yang lainnnya.
Kahyangan yang sudah duduk di tengah anak anak mulai mengajarkan cara berhitung sambil mendongeng, tentu semua pasang mata kini fokus padanya tak terkecuali Bumi, pemuda itu bahkan tak berkedip memperhatikan gadis yang kini sedang bercerita.
.
.
.
Rambut panjang hitamnya..
Dan suaranya....
Seperti???...
"Aduh..." jerit salah satu anak dari arah mobil box membuat semuanya menoleh.
"Loh, kamu kenapa?" tanya Kahyangan yang langsung bangun dari duduknya begitupun dengan Bumi.
"Perih" ucap si bocah yang ternyata tadi tersandung kemudian jatuh, ada luka di lututnya sampai mengeluarkan sedikit darah.
"Aku ambil obat dulu di mobil"
Kahyangan hanya mengangguk, gadis itu memapah bocah yang terluka agar bisa duduk di tempat yang lebih nyaman
"Tunggu sebentar ya, kakak Ay lagi ambil obat"
Kahyangan yang sedang membersihkan luka si anak tadi dikagetkan dengan dering ponsel di saku celana panjangnya.
AIR..
"Hallo, Ay. Ada gak obatnya?" tanya Kahyangan tanpa basa basi
"Obat apa?, kamu dimana? aku udah di toko buku lagi jemput kamu"
Kahyangan melihat kembali layar ponselnya dan membaca jelas nama yang tertera di layar ponsel
AIR..
"Aku di persimpangan jalan sama anak-anak, sama kamu juga" jawab Kahyangan pelan, ia sedang bingung dengan yang ia alami
"Kok duluan sih, ya udah aku nyusul sekarang kesana!"
Kahyangan diam mematung sambil duduk lemas, Ia menatap pemuda yang kini berjalan kearahnya membawa air mineral dan satu bungkus plastik.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jika Air di toko buku.. lalu yang sedari tadi bersamaku siapa?
🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉
Itu makhluk jadi-jadian Yang 😂😂😂😂
Untung ganteng ya ✌️✌️
Like komen nya yuk ramai kan.
banyak komennya biar up lagi. 🤭🤭🤭