
π»π»π»
Pagi ini semua sudah berkumpul di ruang makan untuk menikmati sarapan pagi.
Nasi kuning dengan lauk pelengkap serta beberapa gorengan sudah terhidang di atas meja, Reza yang datang terlambat bersama Melisa langsung duduk berdampingan.
Ibu hamil yang sedang merajuk itu langsung melayani suaminya dengan cekatan meski tanpa senyum yang biasanya menghias wajah cantiknya.
"Udah, jangan banyak banyak" kata Reza saat istrinya terus menambahkan sambal di piring Reza.
Melisa hanya mengangguk, lalu mengambil nasinya sendiri.
Hanya ada obrolan ringan selama sarapan berlangsung, tepatnya hanya Ameera yang mengoceh minta ini dan itu sedang yang lain hanya mengiyakan.
"Pokonya harus ya" gadis remaja bermata bulat itu kembali mengingatkan semua orang yang sudah selesai dengan sarapannya.
"Kamu ngomong lagi, Kakak sumpel pake goreng tahu ya!" ancam Reza.
"Mah, kakak galak tuh" rengek Ameera.
"Kamu tuh waktu bayi lucu, imut imut kaya marmut kenapa Udah gede ngeselin ya?" kata Reza sambil mengacak rambut adiknya yang panjang terurai.
"Yang minta punya ade siapa?" tanya papa.
Reza hanya mengulum senyum, tentu itu akan menjadi kemenangan buat Ameera.
"Kalau tau gedenya begini aku gak mau minta Ade, Pah"
"Masuk lagi, dek. ke perut mama" Reza terus saja meledek adiknya, meski sering berdebat namun Ameera tetap menjadi segalanya bagi Reza. Begitupun dengan orang tua mereka meski terkadang pusing mendengar kedua kakak beradik itu saling meledek tapi disitulah sumber kebahagiaan pasang paruh baya itu, anak-anaknya memberikan warna di usia senja mereka.
Mama dan papa beserta eyang menyusul Aby yang sudah lebih dulu ke kebun belakang, disana banyak tanaman sayur juga buah yang terhampar luas.
Sedangkan Reza sibuk mengekor dibelakang Melisa yang belum mau bicara apapun padanya, sang istri merajuk mengingat kue klepon yang semalam ia minta.
"Ra.. jangan diemin aku dong!"
"Aku cuma makan satu loh, sisanya si kutu kupret yang ngabisin"
Melisa langsung menoleh dan memberikan tatapan tajam pada suaminya.
"Iya, Aby" kata Reza yang paham maksud dari sorot mata istrinya.
"Kamu mau apa?, aku beliin lagi ya. kali ini aku yang beli aku yang cari aku pake uangku sendiri, aku janji" ucap Reza yang frustasi karna di acuhkan.
"Ngomong dong, kamu mau apa?" jujur dalam hati pria ini sudah kesal dengan sikap istrinya yang diam sedari bangun tidur karna hanya perkara klepon, tak ada ciuman selamat pagi yang biasa Melisa berikan, mungkin jika ini tetap berlanjut sudah di pastikan belalai gajahnya akan di kerangkeng di kandangnya.
***
"Mana Melisa?" tanya papa saat putra sulungnya itu sudah duduk di sisinya.
"Ada dikamar, Pah" sahut Reza.
"Kamu gak ajak kemari?"
"Kakak, cobain deh" tiba-tiba Ameera datang dengan sekantong strawberry di tangannya.
"Wih, banyak banget, mau dong"
"Melisa mana?" kini mama yang bertanya karna baru saja datang bersama si bungsu.
"Dikamar, Mah"
Mama hanya mengangguk saat mendapat kode dari papa lewat matanya.
"Dek, ambilin minum dong" titah Reza pada Ameera sambil menunjuk gelas berisikan air putih di atas meja.
Ameera dengan sigap mengambilnya dan memberikannya langsung pada sang kakak.
"Gomawo" kekeh Reza.
"Haha, calangheyo oppa" sahut Ameera, tingkah keduanya mengundang gelak tawa semua yang ada.
"Sudah siang, kita kedapur dulu ya" pamit mama dan eyang.
"Mah, masak yang banyak ya, aku laper Haha" teriak Reza saat sang wanita yang melahirkan nya itu sudah melenggang pergi.
Reza sibuk bermain ponsel mengecek seluruh email dari Viana juga beberapa Asisten pribadinya.
" Pah, aku ke kamar dulu ya" Reza bangun dari tidurnya lalu masuk kedalam rumah yang terbuat dari kayu itu.
Ia menaiki tangga dengan tergesa, sampai di depan itu tangannya langsung memegang knop pintu lalu membukanya.
"Ra..." panggilnya sambil terus mendekat.
"Lah, ko tidur" gumam Reza sambil menepikan anak rambut di wajah sang istri.
"Hari ini kamu gak ada manis manisnya, Ra. kecut banget, haha" kekeh Reza pelan takut membangun kan Melisa.
"Mumpung tidur, nyicil bentar ah"
kini ia ikut berbaring, menelusuri tiap inci wajah yang terlelap itu dengan bibirnya.
Tangannya sibuk meremas gundukan daging kenyal milik Melisa membuat ia akhirnya melenguh.
"Sakit apa enak, Ra?" bisiknya, Reza terkekeh karna Melisa tak jadi membuka matanya, mungkin kali ini ia akan sedikit menyelinap masuk kedalam hutan belantara yang baru saja di segel DILARANG MASUK.
πππππππ
Bangun Ra, ada penyusup datangπππ
Like komennya yuk..
next bab yaβ₯οΈβ₯οΈ.. teteh balik Patroli dulu