Suami Dadakan

Suami Dadakan
extra bab 143


ðŸŒŧðŸŒŧðŸŒŧðŸŒŧðŸŒŧ


Air langsung meluncur ke resto saat Kahyangan memintanya bertemu siang ini.


Entah apa yang akan dibahas gadis itu sampai harus memaksa ingin menemuinya.


Resto yang tak begitu besar namun siapapun akan nyaman dan akan betah berlama-lama disini.


Harga yang terjangkau dengan segala macam makanan dan minuman kekinian tentu menjadi daya tarik untuk para mahasiswa dan juga pelajar bahkan tak jarang pekerja kantoran pun datang hanya untuk melepas penat mereka. Dan mungkin nilai plus resto ini adalah saat Air datang berkunjung entah sendiri atau dengan beberapa temannya, para pengunjung akan sedikit riuh senang melihat sang pemilik resto.


"Sorry lama" kata Air sambil menarik kursi di sisi gadis yang tak memberinya senyum seperti biasa.


"Ada apa?" tanya Air lagi.


Ucapan dan tekad Bumi untuk bertahan bahkan melanjutkan hubungannya dengan Kahyangan tentu membuat Air semakin menjaga jaraknya saat ini, ia tak ingin adanya kesalahpahaman antara ia dan saudaranya itu.


Meski memang sulit tapi Air akan terus mencobanya walau bagaimanapun itu akan terasa aneh baginya.


Secara keduanya sudah saling mengenal lebih dari setahun lamanya dan yang lebih parah mungkin karna Air pernah menyimpan rasa pada gadis itu sebab Kahyangan mampu memberinya rasa nyaman yang luar biasa karna kedewasaannya.


"Kamu mau menikah?" tanya Yayang langsung, matanya tetap menghadap taman kecil didepannya.


"Hem, iya! malam ini aku mau lamar dia secara resmi dan aku harap kamu bisa datang dengan Bumi"


Kahyangan menoleh, ia tatap wajah pemuda yang tersenyum getir kearahnya itu.


"Secepat itu?" tanya Yayang lagi.


"Tentu, kamu pikir aku mau di langkah sama si centil" kekeh Air yang sudah mengganti panggilannya untuk si bungsu.


"Alasanmu gak masuk akal, Ay" ketus Kahyangan.


"Haha, yang penting masuk hati dan siap menjadi suami" kekeh Air, ia sedang mencairkan suasana.


"Apa aku mengenal gadis itu?"


Air hanya mengangkat bahunya karena iapun tak bisa memastikan, Air tak pernah tau teman teman calon istrinya itu.


"Kita satu kampus, cuma beda jurusan" balas Air setahunya saja.


"Jurusan apa?" tanya Yayang, ia benar-benar penasaran dengan gadis yang bisa menaklukkan Air secepat ini.


"Kedokteran"


"Aku akan datang dengan Bumi, ia sudah mengatakannya sebelum aku kesini, Ay" ucap gadis berambut panjang sepinggang itu.


"Bagus, kita kumpul di rumah oppa"


Kahyangan menghela nafas kasarnya, ia benar-benar terkejut dengan pernikahan dadakan teman dekatnya itu.


"Jika aku tak bersama dengan Bumi, apa kamu akan menyembunyikan ini dariku?"


"Tentu, bukan kah kamu tau kalau aku tak pernah menyimpan rahasia apapun darimu" jawab Air.


Kahyangan membalas senyuman Air, meski wajah dua pemuda yang dekat dengannya itu begitu mirip tapi ia tak pernah menyamakan maupun membandingkan antara dua anak kembar itu.


Bagi Kahyangan, Air dan Bumi memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing yang jelas terasa olehnya.


Jika ada Air, ia akan melihat Air.


Begitupun jika bersama Bumi, Bumi tetaplah Bumi tempat ia bersandar dan berpegangan.


"Bumi tahu kita bertemu?" Tanya Air, adiknya memang harus tau kemanapun gadisnya itu pergi.


"Tentu, aku sudah meminta izin padanya" kekeh Yayang yang tau jika Air sedikit menjaga jarak padanya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Jangan beritahu Bumi, bagaimana dulu aku hampir gila karna mencintamu!!!


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


Yayang mah Bae gak akan bocor 😂😂


Yang tukang ghibah itu kan readers di kolom komen ðŸĪ­ðŸĪ­ðŸĪ­ðŸĪ­


Awas ya kalo ada yang bisikin kakak Bu.ðŸĪŠðŸĪŠ


Like komen nya yuk ramai kan â™Ĩïļ