Suami Dadakan

Suami Dadakan
bab 179


🌻🌻🌻


Reza...


PRAAAAAANG


Sebuah gelas hancur berkeping-keping hingga serpihan kacanya berserakan di lantai, Melisa yang mendengar kegaduhan itupun langsung bertanya.


"Suara apa, mas?"


"Gelas jatuh, Ra. Kepalaku sakit banget" lirihnya lagi sambil memejamkan matanya.


"Mas Reza istirahat aja ya" sahut Melisa khawatir.


"Tapi aku kangen, Ra"


Ana yang sibuk membersihkan pecahan beling hanya menunduk menggigit bawah bibirnya, tangannya yang bergetar saat memunguti serpihan beling akhirnya melukai jari manisnya.


"Aw.." pekiknya, yang langsung membuat Reza dan Ardi menoleh secara bersamaan.


"Kenapa, An?" tanya kedua pria itu berbarengan.


"Ah, gak apa-apa, cuma luka kecil, permisi" pamit Ana sambil membawa pecahan gelas tadi.


"Suster ya mas?" tanya Melisa saat wajah suaminya kembali terarah padanya.


Reza hanya mengangguk sambil mengulum senyum, wanita yang sangat ia rindukan kini tepat di hadapannya walau hanya lewat layar ponsel.


"Kamu jangan cantik cantik ya kerumah sakitnya, nanti banyak yang lirik" goda Reza.


"Mas Reza tuh, lagi sakit begitu aja masih ganteng" Melisa balas menggoda suaminya.


"Jangan nakal ya disana" entah itu permintaan atau ancaman yang di layangkan Melisa pada Reza, suaminya yang tersenyum kecil.


"Aku punya kamu sama tiga anak itu udah banyak banget, Ra" goda Reza.


"Mas Reza harus istirahat full, satu Minggu lagi acara aqiqah anak anak, lusa juga Dokter Rissa menikah"


"Ah, iya. aku ada janji mau kasih kado pernikahan untuknya" kata Reza sedih.


"Kado apa?" jiwa penasaran langsung menyeruak di hati ibu tiga anak itu.


"Apartemen" sahut Reza, Ya.. dia memang sudah menyiapkan hadiah itu sejak awal tahu sahabatnya akan menikah.


"Ya, udah makanya sembuh terus pulang, bentar lagi aku buka segel loh" kekeh Melisa.


"Woooooooy... ada jomblo lagi denger nih" teriak Ardi, yang langsung mengundang gelak tawa dari Melisa dan Reza.


*******


Melisa


Dengan menggunakan dress selutut bermotif polkadot, ibu muda itupun melangkah santai melewati lorong rumah sakit dengan menggendong si bungsu dalam dekapannya ditemani suster dan mama mertuanya kini mereka sudah sampai di depan ruangan dengan pintu bercat putih bersih.


CEKLEK..


"Silahkan masuk" seorang suster langsung mempersilahkan ketiga wanita itu untuk menemui dokter yang akan memeriksa Cahaya


"Selamat siang" sapa dokter yang menggantikan dokter Rissa.


"Siang dokter" jawab mama dan Melisa.


"Sama ibu dokter dulu ya, kita periksa"


Dokter perempuan dengan perawakan berisi itu dengan sangat cekatan namun hati-hati memeriksa seluruh tubuh mungil cahaya, cucu perempuan satu-satunya Rahardian sang pemilik rumah sakit.


"Gimana dok?" tanya mama.


"Bagus, warna kebiruan nya juga berangsur memudar ya"


"Apa masih sesak nafas jika menyusu langsung?" tanya dokter pada Melisa.


"Harus pelan-pelan, kalau ASI nya banyak pasti nangis" jawab Melisa


"Detak jantungnya belum begitu normal"


"Lalu?"


"Masih harus menjalani rawat jalan" kata dokter tersebut.


Melisa hanya menghela nafas beratnya, ia sangat berharap buah hatinya bisa sembuh dengan cepat akhirnya pupus kembali.


"Yang sabar ya" mama mengusap punggung Melisa dengan pelan untuk menguatkan.


"Iya, mah" sahutnya lirih sambil menciumi pipi Cahaya yang sudah terlihat bulat.


Setelah pemeriksaan lengkap selesai, Ketiganya pun kembali pulang, di dalam mobil keduanya hanya mengobrol hal ringan sampai pada saat dering ponsel Melisa terdengar dari dalam tasnya.


"Hallo"


"Ra, udah pulang belum?" tanya Reza.


"Udah, lagi dijalan"


"Mama ada?"


Melisa langsung menyerahkan ponselnya pada mama yang disambut dengan senyum hangat khas orangtua.


Keduanya mengobrol panjang lebar, mama banyak menitipkan pesan pada anak sulungnya itu.


Sampai pada ponsel pun kembali padanya.


"Mas, udah baikan belum?" tanya Melisa masih khawatir, bagaimanapun ia tak bisa melakukan apa-apa untuk sang suami yang jauh disana.


"Baik, Ra."


"Syukur lah, kalau begitu" Melisa menghembuskan nafasnya lega.


"Atas bawah baik, tapi yang tengah cenut cenut, Ra" bisiknya pelan.


🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉


Lu encok bang?


Tengah tengah pinggang kan?


Otak bersih mah gak traveling dong 😂


Like KOMENNYA yuk RAMAIKAN ♥️♥️