
π»π»π»
"Mas Reza udaaaaaaah" rengek wanita yang berada di bawah Kungkungan suaminya itu.
"Tanggung, diem!"
Melisa kembali pasrah akan aksi patroli Reza yang tak kenal waktu. Ia memilih menerima karna meronta pun Takan bisa.
"Katanya honeymoon, tapi di kasur terus" gerutu Melisa kesal, setelah suaminya selesai melakukan aksi luar biasanya dari atas tebing puncak gunung hutan belantara hingga sampai kedalam gua, tak ada satu centi pun yang terlewat.
"Emang honeymoon, ngapain?" goda reza kembali meringsek memeluk istrinya.
"Awaslah" Melisa mendorong tubuh suaminya yang masih banjir akan keringat.
"Gitu, kan?" kekeh Reza tak mau mengalah tangannya terus saja traveling kemana pun yang ia inginkan.
"Aku mau mandi" kata Melisa yang langsung bangun dari tidurnya.
"Hem, mandi sana" jawab Reza dengan mata yang sudah terpejam.
Melisa memukul wajah suaminya yang hampir terlelap dengan bantal saat melihat jam dinding menunjukan pukul sepuluh pagi.
"Sarapan cinta tuh gak kenyang" sungut Melisa yang hendak menurun kan satu kakinya.
"Aw.." teriaknya pelan.
"Kenapa?" Reza yang mendengar rintihan sang istri langsung bangun.
"Gak usah tanya kenapa, cepet gendong aku!" titah Melisa kembali merapatkan kedua kakinya.
Reza yang mengerti langsung tertawa terbahak-bahak, ia gemas dengan istrinya yang sudah memanyunkan bibirnya yang terlihat lebih tebal karna aksinya juga.
"Pinguin kesayanganku,,,uuuuugh kecian" kekeh Reza sambil meraih tubuh istrinya.
"Mas pake baju dulu,ih.. tutupin itu" Melisa menunjuk belalai gajah yang sudang manggut manggut kembali
{coba kalian bayangin, othor sih gak sanggup πππ}
"Haha, lupa! mana ya?"
"Gak tau,bukan aku yang buka" Melisa kini sudah memalingkan wajahnya.
"Lain kali bukain ya!"
Melisa langsung melotot kearah suamianya yang tergelak itu.
Reza akhirnya menggendong Melisa ala bridal style kearah kamar mandi, ia hanya menutupi tubuh polos istri dengan handuk kimono sedangkan ia sendiri tak memakai apapun.
" Udah sana, aku mau mandi" usir Melisa cepat saat ia sudah diturunkan di bathup.
"Mandi ya, bener ya, jangan bohong ya!" ancam Melisa dengan sorot mata tajam.
"Takut banget sih, Ra.. bagian udah enak aja merem melek"
PLETAK..
"Ayo ngomong lagi!!" ujar Melisa dengan wajah merah menahan malu, dan akhirnya melempar botol shampo kearah suaminya yang terus saja menggodanya.
"Iya, iya ampun!" jawab Reza sambil mengusap keningnya yang terkena lemparan maut dari sang istri.
" Mas Reza gak keluar?" tanya Melisa yang masih bermain busa.
"Silahkan aja kamu pilih, mau aku ikut mandi atau mau aku liatin aja?" ucap Reza dengan senyum jahilnya.
"Ish, gada yang enak pilihannya"
******
Melisa masih saja kagum dengan apa yang ada didepannya kini. kepalanya yang bersandar di lengan sang suami menambah kebahagiaannya.
Ia tak ingin semua ini berlalu begitu saja, apa yang diberikan Reza sangat melebihi apa yang ia harapkan.
"Sampai kapan kita disini,Mas?"
"Hem, mungkin lusa, kenapa?"
"Enggak, Mas! Aku rasanya gak mau pulang!" kekeh melisa sambil usel usel wajahnya.
"Nanti aku bikinin laut buatan buat kamu" jawab Reza santai.
"Mas Reza tuh, gampangin banget. bikin laut udah kaya bikin adonan cilok. Hahahaha"
Melisa mencubit perut Suaminya sampai merintih, dan harus berakhir dengan aksi kejar-kejaran.
" Wow, ngajak kekamar lagi nih ceritanya?" goda Reza saat istrinya masuk kedalam kamar untuk sembunyi.
KLEK..
Melisa langsung melotot saat Reza mengunci pintu kamarnya.
Ya ampun, kenapa bisa masuk kedalam perangkap gajah lagi sih..hiks hiks hiks..
ππππππππ
pelan pelan ya bang, takut kapalnya goyangππππ
like komen nya yuk ramaikanβ£οΈβ£οΈ