
🌻🌻🌻🌻🌻
Berhenti berbicara seperti itu lagi.. atau Abang akan pergi meninggalkan mu!
Langit memang tak main-main dengan ancamannya, Lima tahun lalu ia pernah pergi sehari semalam tanpa kabar saat Cahaya mengamuk tak ingin minum obat padahal saat itu buliran keringat sudah sangat membanjiri tubuh lemahnya.
Gadis itu semakin histeris saat semua orang tak berhasil menemukan Abangnya.
Tapi dari kejadian itu membuat si bungsu lebih menjaga kesehatannya sendiri, Ia tak ingin kehilangan Langit lagi, cukup sekali baginya di tinggalkan pemuda itu.
"Maaf.. Aku hanya takut tak bisa mengimbangimu nanti, dengan kondisi seperti ini apa aku bisa selalu bersamamu, Bang?" ucapnya lirih, satu tetes air mata sudah jatuh ke pipi mulusnya.
"Jika Kamu yang tak bisa bersama Abang, maka Abang yang akan bersamamu. Kita akan selalu sama-sama dalam hal apapun itu. Abang tak kan meninggalkanmu, percayalah"
Langit menarik tubuhnya Cahaya agar masuk dalam dekapannya, bahunya yang sedikit berguncang sudah bisa di pastikan jika gadis itu sedang menangis sedih.
Dan Langit hanya bisa memeluknya, memberikan rasa aman dan nyaman untuk si bungsu yang selalu takut dengan akhir hidupnya sendiri.
"Jika kamu di takdir kan mendahului Abang, Kamu cukup menunggu karna Abang akan menyusulmu dimanapun itu"
Cahaya mendongakan wajah yang basah Karna air mata yang terus mengalir, ia menangisi takdirnya yang tak bisa seperti orang lain memiliki tubuh kuat dan sehat.
"Jangan konyol, Kalo aku gak ada, Abang harus tetep jagain mama" pinta Cahaya dengan senyum yang ia paksakan di sudut bibirnya.
" Buna ada kakak Ay juga Bu terus ada Om juga, sedangkan Abang cuma punya kamu, Abang gak mungkin sanggup sendiri?" jawabnya lirih. Langit memang pasti akan kehilangan arah jika Cahaya hilang dari jangkauan.
Gadis cantik itu kembali berhambur memeluk Langit, keduanya saling mendekap seakan tak rela di pisah kan.
Hampir dua puluh tahun bersama, menekan rasa sampai akhirnya menjalin hubungan dibalik sebuah status persaudaraan, menggenggam erat tangan masing masing di balik riuhnya gelak tawa keluarga. Hingga pada saat Pemuda itu akhirnya dengan lantang mengutarakan inginnya untuk mengakui Cahaya pada dunia jika gadis kecilnya itu adalah satu-satunya wanita yang selama ini mengisi hatinya, Cahaya adalah akhir tujuan hidupnya.
"Aku akan bertahan demi kalian, aku janji" bisik Cahaya dengan Isak tangisnya.
"Berjanjilah, Abang mohon berjanjilah" Balas Langit yang juga berbisik.
Ia menangkup wajah mungil itu dengan kedua tangannya, di ciuminya dengan bibir bergetar menahan perasaan takut di tinggalkan.
Cahaya hanya mengangguk, ia tak sanggup berkata, emosi Langit membuat ia percaya jika pria itu akan selalu berada didekatnya dalam keadaan apapun mungkin juga diujung waktunya nanti.
Keduanya saling menghapus Air mata, dan berjanji tak akan pernah membahas hal ini lagi di kemudian hari, Langit menarik kembali tubuh Cahaya dalam pelukannya sambil berbisik lirih....
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Aku akan menjadikanmu pengantin wanita tercantik di dunia...
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Othornya lagi pundung semalem gada yg ngajak piknik.. jadi ngajakin kalian sedih berjamaah 🤣🤪🤪
Like komen nya yuk ramai kan..
komen banyak2 ya buat balikkan mood diriku yang lagi ancur lebur 🤭🤭🤭🤭