Suami Dadakan

Suami Dadakan
bab 228


ðŸŒŧðŸŒŧðŸŒŧ


"Jujur cintaku padamu Takan pernah Tamat"


Melisa hanya bisa tersenyum menutupi wajah merona nya sambil membuang pandangan mencari sosok dua bocah yang seharusnya sudah keluar dari kelasnya.


"Kok lama ya?" gumamnya dengan mata tak lepas dari gerbang sekolah.


"Pasti adek lagi nunggu di kelas Abang" sahut Ay yang duduk di kursi belakang.


"Masa?" goda Reza lagi pada si sulung.


"Tanya aja nanti sama Bu, adek kalo hari Jum'at suka tarik-tarik tangan kakak sama Bu buat ke kelas nya Abang di lantai tiga" adunya pada Reza.


"Kan bisa tunggi di bawah, kenapa harus ke atas?"


"Adek yang mau, Pah" balas Ay lagi.


"Turun yuk, Mas" ajak Melisa yang mulai gelisah.


Reza Langsung membuka setbelt nya dan bergegas keluar dari mobil lebih dulu, membuka pintu untuk istrinya kemudian menggendong si sulung.


"Langsung masuk kedalam, Ra? apa mau tunggu disini?" tanya Reza.


"Masuk aja, Mas" jawab Melisa dengan khawatir.


Reza Langsung menuntun tangan istrinya sambil menggendong Ay, masuk kedalam area sekolah menuju kelas Cahaya dan Bumi.


.


.


"Eh, papanya si kembar" ujar seorang wanita cantik dengan rambut merah menyala, menyapa Reza yang lewat di hadapannya bersama Melisa.


"Lagi jemput juga ya, anak-anak belum pada keluar" tambahnya lagi yang justru malah mendekat.


"Oh, ya! pantes di tunggu di depan gak ada" jawab Reza dengan ramahnya.


"Ini mamanya si kembar ya?, baru lihat saya" ujarnya dengan senyum yang di paksa kan.


"Iya, Bu" sahut Melisa tak kalah sopan dari suaminya.


"Panggil saya jeng Liza, jangan panggil Ibu" tukasnya ketus.


"Hah?, ah..iya maaf, jeng Liza" ucap Melisa.


Reza yang tau dengan ketidak nyamanan istrinya pun langsung menghindar.


"Kami, kesana dulu, permisi" pamit Reza pada jeng Liza yang berpenampilan sosialita.


"Mas, aku baru tau sekolah kakak kaya gini" bisiknya sambil terus berjalan disisi suaminya yang menjadi pusat perhatian.


"Selamat siang, papanya kembar" sapa beberapa wanita yang berdiri berjejer.


"Siang juga" sahut Reza yang berhenti sejenak lalu kembali meneruskan langkahnya.


"Mas Reza terkenal ya?, pantes semangat banget kalo nganter anak-anak sekolah" ucapnya dengan nada dingin.


"Aku kan hot Daddy, Ra" kekeh Reza menggoda.


"Hem, pantes terkena banget sampe di sana sini banyak yang nyapa!" dengusnya kesal.


"Sayang--_"


"Mamaaaa"


Cahaya yang lebih dulu berlari ke arah kedua orang tuanya langsung merentangkan tangan di hadapan Reza.


"Kakaknya bobo" kata Melisa saat melihat si sulung ternyata terlelap di ceruk leher suaminya.


"Uughh.. kakak.. adek mau gendong papa" rengek si cantik dengan pita biru di rambut coklat panjangnya.


"Sama Abang aja, ayok" Langit yang datang bersama Bumi langsung mengulurkan tangannya pada Cahaya.


Kedatangan Reza yang masuk ke dalam area sekolah menjadi pusat perhatian semuanya, dari wali kelas, staf dan juga beberapa guru, Ia yang mengenakan jas berwarna merah sungguh sangat kontras dengan kulitnya yang putih bersih, hampir seluruh wali murid dan wali kelas di sekolah mengenalnya, seorang pria tampan yang setiap pagi selalu mengantar tiga anak kembarnya ke sekolah dan tak jarang Reza juga mengantarnya sampai depan pintu kelas Ay Bu dan Chaca.


Berbeda dengan Melisa yang jarang datang untuk menjemput, jadi wajar jika tak ada yang mengenalnya malah justru beberapa di antara mereka terkejut saat ia datang bersama Reza.


Setelah anak-anaknya keluar, mereka pun kembali ke mobil dengan senyum yang tak lepas dari wajah keduanya saat banyak yang menyapa atau sekedar basa basi.


"Huft, udah kaya apa aja" keluh Melisa saat masuk kedalam mobil.


"Kaya artis ya" Reza tertawa setelah membaringkan tubuh si sulung yang terlelap di kursi tengah.


"Besok kalo anter anak anak gak usah masuk kedalam, cukup di dalam mobil aja" titahnya dengan sorot mata tajam.


"Kenapa?, aku tuh tenang kalo anter sampe dalam kelas, Ra" goda Reza sambil menyalakan mesin mobil


"Aku gak suka mas Reza banyak yang perhatiin gitu"


"Haha, kamu tuh lucu, mereka cuma nanya, sayang"


"Tapi kan gak usah sampe deket-deket gitu"


Reza tersenyum simpul saat melihat raut wajah istrinya yang merah tapi bukan karma menahan malu tapi justru sedang menahan kesal dan dan rasa cemburunya.


"Sayang.."


"Fokus sama jalan, gak usah sayang sayang"


.


.


.


"Ya ampun! KHUMAIRAH ku kaya Mak othor euy.. ***PUNDUNGAN.."


🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉***


Eh...


pan gue di bawa bawa bang!


ngeledek Lo ya !!! 🙄


kalo lagi pundung ini bibir manyunnya bisa ngelebihin soang.. ðŸĶĒðŸĶĒðŸĶĒ


Like komen nya yuk ramai kan â™Ĩïļâ™Ĩïļ


tuh bini gimana gak cemburu kalo lakinya model begini