
🌻🌻🌻
"Hotel, Raaa"
"Apartment aja aku kangen kesana" jawabnya yang bersikeras memilih pulang ke apartemen dibanding menginap di hotel bintang lima milik suaminya yang baru tiga bulan lalu resmi di buka.
"Suasana baru, Ra.. kan seru!" Rayu Reza, bagaimana pun acara buka puasa empat puluh harinya itu harus spesial.
"Nanti aja kapan-kapan, aku udah pengen mandi nih"
"Ya udah kalo ke apartemen, kamu harus masakin aku ya" pinta Reza mulai bernegoisasi.
"Mas Reza mau makan apa?" tanya Melisa dengan mata masih fokus ke jalan, ada rasa tak tega meninggalkan ketiga buah hatinya dirumah.
"Apa aja, tapi harus belanja dulu, di kulkas gak ada apa-apa"
"Hem,"
Reza membelokkan stir mobilnya kearah mall terbesar di tengah kota, memarkirkan mobil mewah papanya di area VVIP.
"Mau muter dulu apa langsung ke swalayan?" tanya Reza yang sudah merangkul pinggang Melisa yang sudah kembali ramping.
" Langsung aja belanjaan aja"
keduanya langsung menuju lantai empat bagian khusus swalayan, Reza menarik satu troley untuk menaruh barang belanjaan yang akan mereka beli.
"Ayam, daging apa lauk?" Melisa nampak bingung memilih antara yang mana.
"Apa aja, aku dimasakin apa pun pasti dimakan" sahutnya santai jujur.
"Rendang aja ya" Melisa menaruh daging yang sudah ia pilih kedalam troley.
Seperti biasa, selalu banyak mata yang memperhatikan mereka membuat Melissa kadang tak nyaman.
"Mau bikin cemilan atau buah?"
"Cemilan yang dibikin dari buah aja" kekeh Reza sambil terus mendorong troley dengan pelan di samping istrinya.
"Buah ini aja ya, manis kayanya"
"Manisan juga aku, Ra!" bisiknya langsung di telinga Melisa, membuat gadis itu langsung bergidik geli dan malu.
"Tempat umum Mas, gak usah macem macem" kata Melisa dengan menyubit kecil perut suaminya sampai meringis.
"Yang di cubit perutnya, kenapa yang keram malah yang bawahnya ya?, hahaha"
*****
"Ibu pulang aja kalo udah selesai gak apa-apa" kata Reza.
"Iya tuan, semua sudah saya bersihkan" jawabnya sangat sopan.
"Iya, terima kasih" balas Reza dengan senyum hangatnya.
sepeninggal wanita tadi Melisa langsung menuju kamar mandi meninggalkan Reza yang belum sadar akan dirinya yang pelan pelan menyelinap pergi.
"Nah loh, Raaaaaaa" teriak Reza dari sofa ruang tengah.
"Buka, aku ikut mandi" Reza menggedor pintu kamar mandi sambil terus memanggil nama istrinya.
"Nanti, aku mules!" sahutnya dari dalam sembari terkekeh gemas membayangkan wajah suaminya yang pasti sudah kusut saat ini karna menahan kesal
Usai membersihkan diri Melisa keluar dengan mengendap-endap seperti maling, ia mengedarkan pandangnya mencari sosok Reza yang mungkin masih menunggunya di dalam kamar
DOOOOOOORRRR!!!!!!
Reza mengagetkan Melisa yang baru saja meraih sisir di meja riasnya.
" Ko udah pake baju sih?" tanya Reza yang sudah melingkarkan tangannya di perut Istrinya
" Udah lah, punya suami iseng kaya mas Reza aku tuh udah harus sedia payung sebelum hujan" jawabnya yang kini justru sibuk menyingkirkan tanga Reza yang sudah naik ke area favoritnya.
"Ini masih punya aku kan?" bisik Reza yang sentuhannya kini mulai sedikit liar.
"Nanti setelah dua puluh tiga bulan balik lagi jadi hak milik mas Reza, buat sekarang pinjemin dulu ya ke anak anak" jawab Melisa dengan mengulum senyum, ia sangat gemas melihat wajah suaminya dari pantulan cermin yang terlihat sangat lucu jika sedang menahan hasratnya
"Berarti aku gak naik naik puncak gunung dong, gak asik banget" dengusnya kesal
"Boleh naik tapi jangan ngapa-ngapain, cukup di liat jangan di sentuh" ucap Melisa
" Mana seru!, apalagi sekarang kerikil kecilnya udah berubah jadi batu koral hahahaha" Reza tertawa membayangkan ujung puncak gunung kembar milik sang istri yang semakin menantang.
💦💦💦💦💦💦💦
Baru pulang dari mall apa dari matrial bang ko ngomongin bahan bangunan 😂😂..
gak sekalian punya si Abang di bilang kaya paralon 🤭🤭🤭..
Maaf ya part pendek.. Teteh lagi nyiapin part Piknik buka puasa 🙈🙈🙈..
nyicil dikit dikit ya🤧🤧...
Like KOMENNYA yuk RAMAIKAN, ♥️🤗