Suami Dadakan

Suami Dadakan
bab 94


🌻🌻🌻


Reza yang masih sibuk mencari benda segitiga berwarna biru itupun akhirnya bisa bernafas lega, ia temukan penutup hutan belantara tempat belalai gajahnya bermain itu terselip di bawah bantal yang terjatuh di dekat nakas sisi ranjang.


Seganas itukah ia saat berpatroli?


Melisa masih berdiri diambang pintu, dengan tangan melipat didada ia hanya memperhatikan tanpa mau membantu.


"Nih," Reza memberikannya sambil tersenyum.


"Jangan di lempar lempar terus" sungut sang istri sembari merebut paksa dari tangannya.


"Aku kan cuma butuh isinya" gumam Reza, namun siapa sangka masih terdengar oleh Melisa, ia langsung menoleh saat baru saja melangkah ke kamar mandi.


"Apa?, mau isinya aja? terus bungkusnya di buang, ini kalo gada bungkusnya bisa di lalaerin, Mas" oceh Melisa kesal.


"Iya, iya ih galak banget ya sekarang ya ampun!" Reza kembali mengalah, macan betina nya kini sudah mengaum penuh emosi.


Sering terjadi Perdebatan perdebatan kecil diantara keduanya namun justru menjadi bumbu pemanis dalam rumah tangga mereka. Tak ada yang sempurna, begitu juga dengan kisah cinta pasangan suami istri dadakan ini. Tujuh bulan bersama tanpa mengenal namun bisa saling menerima dan akhirnya jatuh cinta itu hal yang sangat luar biasa.


Melisa hanya seorang gadis polos yang tak pernah tau dunia luar selain anak-anak panti asuhan, sepuluh tahun terakhir hidupnya ia habiskan disana bersama anak-anak yang tak memiliki orangtua, Lain halnya dengan sang suami Reza Rahadian Wijaya, pria tampan yang selalu di kelilingi wanita entah teman, Rekan kerja atau memang yang sudah lama menginginkan nya, kerikil kecil sudah biasa dalam bahtera rumah tangga keduanya bahkan ombak pun pernah mereka terjang bersama, Cinta selalu membawa mereka kembali pada tempat yang semestinya.


Memiliki suami yang mendekati sempurna bukan perkara mudah untuk Melisa yang hanya seorang gadis dari kalangan bawah, ia harus siap kapanpun saat serangga mengecoh hubungannya tapi ia selalu punya caranya sendiri, membusungkan dada jauh lebih baik dibandingkan menitikan air mata.


****


"Mas, pulang yuk" ajak Melisa saat keluar dari kamar.


"Sebentar ya sayang, tanggung dikit lagi" jawab Reza dengan mata masih fokus menatap kertas yang sedang ia baca.


Drama kedatangan Renata dan pencarian benda tipis segitiga milik istrinya membuat pekerjaannya terbengkalai.


Melisa yang pasrah kembali duduk di sofa, mengusap perutnya yang kian membuncit.


"Mas, anak kita ko jarang gerak ya?"


"Lagi tidur kali kan aku abis aku tengokin jadinya anteng" lagi-lagi Reza menjawab tanpa menoleh.


"Ih, biasanya gerak loh walau cuma sebentar dan samar-samar gitu"


"Gak, aku mau makan aja"


"Bilang aja laper, Ra!"


Melisa malah tertawa mendengar perkataan suaminya, ia memang sangat lapar saat ini otaknya sedang memutar bayangan seloyang martabak dengan coklat dan keju yang berlimpah.


"Hayo lagi bayangin apa?" goda Reza yang ternyata sudah duduk disebelahnya.


"Aku mau martabak, enak kali ya" ucapnya.


"Aku tiap malem makan martabak!" ucap Reza.


"Masa, ko aku gak tau" tanya Melisa bingung, padahal hampir dua puluh empat jam mereka bersama.


"Nih, martabaknya disini nih, Haha" gelak tawa di akhir ucapannya yang konyol sambil meraba sesuatu bagian tubuh istrinya.


"Apa? katanya goa sekarang ganti lagi jadi martabak!"


"berlipat dengan lelehan susu pas dibuka ada kacangnya diatasnya juga ada banyak coklat "


Melisa melotot kearah suaminya yang bersiap kabur untuk menghindar dari cubitan panas yang siap ia layangkan.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Author gak jelas..


bahas apa juga gak ngerti deh🀭🀭..


Jangan berharap di novel ini akan sama seperti novel CEO dan Gadis polos lainnya ya.. novel ini hanya hiburan semata.


Cerita receh dari author kentang😭😭..


yang seringnya diambil dari pengalaman pribadi πŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆ...


maaf teteh othor sering bawa otak kalian traveling.


Like komennya yuk ramaikan ❀️❀️❀️