
🌻🌻🌻🌻
Heh, calon istri!
Temenin gue tidur yuk.
Hujan yang sedang menyeruput jus strawberry kesukaannya harus tersedak saat mendengar ajakan Air yang bagai petir di telinga kanannya, tangannya dengan santai merangkul bahu Hujan yang duduk sendiri menikmati waktu istirahatnya.
"Eh, Aer comberan! itu kalo ngomong disaring dulu bisa gak sih!" sentaknya kesal sambil menoyor Kening Pria di sampingnya itu.
"Jan Hujan deres yang gak pak gerimis dulu, itu kalo jawab bisa sopan dikit gak sih!" balas Air sembari memencet hidung minimalis Hujan.
Gadis itu langsung melepaskan tangan Air dari hidungnya karna sulit bernafas.
"Bisa mati gue!" cerca Hujan.
"Eh, jangan! belom gue kawinin masa udah mati. Duda sebelum jadi suami dong gue" kekehnya terus menggoda
Hujan menggeser duduknya agar lebih jauh, namun dengan keisengan Air iapun ikut menggeser juga duduknya Sampa gadis itu merapat ke tembok.
"Oh, Lo mau ngajakin gue mojok?" goda Air dengan senyum menyeringai.
"Eh, enak aja Lo"
Ini ngapain kita disini, hayo!"
Hujan yang panik langsung bangun dari duduknya, namun Air dengan cepat menekan bahu gadis itu agar kembali duduk di tempatnya tadi.
"Mau kemana?"
"Mau ke kelas, gue masih ada kelas hari ini" jawabnya dengan membuang muka.
"Bolos yuk, gue udah tanggung nih" ajak Air.
Hujan langsung memicingkan matanya sambil mendengus kesal.
"Dasar calon laki gada akhlak ngajakin bolos!"
Air tertawa sampai kedua matanya menyipit.
"Gak apalah sekali-kali, Yuk" ajaknya lagi langsung menarik tangan Hujan untuk bangun.
Hujan yang tak siap akhirnya hanya ikut bangun tanpa melawan.
"Eh, kamu mau kemana Ay?" tanya seorang gadis dengan rok mini berwarna biru muda.
"Heh, Lo lupa apa gak ingat?, aturan jadi pacar gue adalah dilarang tanya gue mau kemana pas gue lagi sama cewe yang lainnya" ucap Air.
Gadis itu menghentak kakinya kesal sambil membulatkan matanya ke arah Hujan.
"Ay, cewek Lo marah tuh"
"Biarin, paling minta putus" sahut Air sambil terus menggenggam tangan Hujan.
"Lo gak apa-apa di putusin dia?" tanya Hujan, mengingat gadis tadi adalah mahasiswi populer juga seorang model dan bintang iklan sebuah produk kecantikan.
"Masih banyak cadangannya, Lo tenang aja" jawabnya santai.
" Aw, apa sih!"
Hujan menarik tangannya dari genggaman Air, setelah memukul Pemuda itu dengan tasnya.
"Gak punya hati banget sih jadi orang" omel Hujan yang tak suka dengan jawaban Air.
Air yang tahu jika gadis di hadapannya itu sedang marah hanya bisa menghela nafas berat nya.
"Gak usah mikirin perasaan pacar-pacar gue, dari awal udah tau konsekuensinya, Lagian kebanyakan mereka yang deketin gue dulu" jelas Air apa adanya.
"Ya tapi gak gitu juga" protes Hujan.
Air kembali menarik tangan Hujan menuju parkiran motornya.
Ia mengambil jaket untuk dikenakan oleh Hujan.
"Nih pake"
Meski ragu gadis itu meraihnya dan langsung memakainya walau sedikit kebesaran.
Tak lupa Air juga memakaikan Hujan helm di kepalanya, ia yang baru pertama kali di perlakukan seperti itu sempat mundur satu langkah.
"Kenapa?" tanya Hujan saat ia melihat wajah gadis itu berubah kemerahan.
"Gak.. gak apa-apa" jawabnya membuang muka.
Air yang tahu hanya tersenyum kecil, lalu memakai helmnya sendiri.
Setelah keduanya naik dan Air menyalakan mesin motornya, Hujan masih menyempatkan diri untuk bertanya.
"Kita mau kemana?"
.
.
.
.
.
.
Kita ke kos'an...
❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️
Jangan nakal kak 🙄🙄🙄
Mak othor gak ngajarin kamu nakal ya.. nanti kebablasan dosa berjamaah 🥱🥱🥱..
Like komen nya yuk ramai kan ❤️