
🌻🌻🌻
Ceklek..
Suara pintu terbuka kembali terdengar, kini keempat orang yang sedang berbincang itupun langsung menoleh bersamaan.
"Nah, ini orangnya" Reza langsung menunjuk dokter Caca yang baru saja masuk dengan jas putih yang ia kenakan.
"Apa, gue kenapa?" tanya Caca bingung.
"Lo bilang istri gue hamil kecebong kan?"
"Hah, gak tuh!" elak Caca.
"Semalem pas periksa Lo bilang Nemu kecebong di perut Melisa" Kata Reza sedikit emosi.
"Ya ampun Reza Rahadian Wijaya!" kata terkekeh gemas, ingin rasanya ia mencubit pipi sahabatnya itu jika tak ada Melisa disana.
"Lo aja bikin gue pusing dengan pribahasa aneh Lo itu, tsunami lah segala piknik terus apalagi tuh semalem" Caca tertawa terbahak-bahak membuat mama dan papa yang tak mengerti saling menatap bingung.
"Jadi Lo bilang kalo kecebong itu anak gue, hah?!!" dengus Reza kesal.
"Haha, maaf Za" kata Caca memasang wajah imut.
"Lo itu masuk katagori pencemaran nama baik, Ca" Reza belum berhenti mengomel ia tak suka dengan sebutan kecebong untuk anaknya, anak yang akan menjadi pewaris seluruh kerajaan bisnisnya.
"kenapa? kan lucu"
"kecebong apa? anak kodok kan?" tanya Reza pada Caca, dan Caca hanya mengangguk mengiyakan pertanyaan Reza.
"Gue tuh punyanya belalai gajah, mana mungkin hasilnya kecebong, dah gitu kecil lagi. punya ku gede kan,Ra?" kini pertanyaan konyol tertuju pada sang istri yang sedari tadi hanya melongo memperhatikan suami dan sang dokter berdebat.
"Iya kan,Ra?" tanya Reza ulang.
"Iya, gede" jawab Melisa sambil mengangguk..
jawaban polosnya tentu mengundang gelak tawa semua orang yang ada disana, ia yang menyadari hal itu langsung berhambur kedalaman pelukan suaminya untuk menutupi wajah merahnya yang menahan malu, mengakui hal yang seharusnya tak seorangpun tau tentang urusan ranjangnya.
"Sudah-sudah, lalu bagaimana keadaan Reza, Ca?" tanya papa sambil mengusap ujung matanya yang mengeluarkan cairan bening karna lelah tertawa.
"Hem, gak tau! aku belum periksa" jawab Caca.
"Mas Reza masih mual?" Melisa kini mendongakan wajahnya Bertanya pada suaminya.
"Gak sih, cuma laper aja" sahut Reza menangkup wajah istrinya yang masih sedikit merona.
"Gue periksa dulu deh tekanan darahnya" kata Caca yang kemudian bangun untuk menyiapkan alat pemeriksaan.
"Tiduran deh, gue lemes banget" pinta Reza yang langsung berbaring di pangkuan sang istri.
" Yang hamil tuh siapa sih?" gumam mama memandang anaknya.
"Gimana?" tanya papa yang serius memperhatikan reza yang sedang diperiksa.
"Bagus, gak apa-apa ko' semua normal" kata Caca sambil merapihkan alat-alatnya.
"Tapi mual banget, Ca"
"Nanti gue buatin resep mual nya ya"
"Mas, udah geli" ucapnya menahan wajah Suaminya.
"Jadi kapan boleh pulang?" tanya papa.
"Siang ini juga boleh ko' Om"
"Gue mau pulang sekarang!" sahut Reza pada Caca.
"Sarapan dulu terus minum obatnya, ya udah deh Caca juga mau pulang duluan ya" lalu Dokter cantik itupun bangkit dari duduk dan berpamitan.
"Aku mau pulang,Ra" rengek Reza memeluk pinggang istrinya.
"Kalian pulang kerumah" titah papa.
"Enggak, Reza mau pulang ke apartemen" sahut Reza Protes.
"Istrimu sedang hamil, gak baik kalau sendirian di apartemen" ujar mama.
"Nanti aku bawa ke kantor, kamu ikut aku ya, Ra?"
Melisa menghela nafas berat, pilihan yang sulit ia lakukan.
"Aku terserah aja" jawabnya pasrah.
"Pokonya kalian pulang kerumah" dengan tegas papa memberi perintah, pria paruh baya itu sangat mengkhawatir kan kondisi menantunya.
"Ada eyang, Pah" kata Reza pelan.
" Kenapa sama eyang?" Melisa masih penasaran dengan hal itu.
"Gak apa-apa sih" sahut Reza dengan senyum memaksa.
_______________
Melisa masih sabar memijit tengkuk Suaminya yang sudah Sepuluh menit berdiri di depan wastafel, lagi-lagi Reza memuntahkan isi perutnya yang baru terisi semangkuk soto ayam dan dua piring nasi yang dibeli istri nya saat mengantar mama dan papa pulang.
"Udah, Mas?"
OOOOOEEEEEKKK..
"Ya, ampun!" Melisa kini benar-benar tak tega dengan keadaan suaminya.
Buliran keringat memenuhi kening dan leher Reza.
"Kamu harus bener bener diperiksa lagi, Mas".
Melisa membantu suaminya berbaring di ranjang pasien, keinginannya untuk segera pulang terkalahkan oleh rasa kantuk yang tiba-tiba menyerangnya.
"Kamu yang kuat ya, biar mama bisa mengurus papamu yang sedang sakit" lirih Melisa sambil mengusap perutnya seraya memohon pada calon anaknya.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Sabar ya KHUMAIRAH... suamimu keur lebay Tingkat dewa 😂😂😂😂😂..
Like komennya yuk ramaikan ♥️♥️🤗