
🌻🌻🌻🌻
CEKLEK
Reza yang baru datang sepulang rapat langsung di suguhkan dengan kehebohan di di dalam ruangannya.
Keseruan Ay dengan game di ponselnya, Bumi yang sedang fokus dengan laptopnya sedang si bungsu dan istrinya entah apa yang mereka bahas dengan majalah diatas pangkuan Cahaya.
"Ini gak ada yang mau nyapa papa?" kata Reza yang masih di depan pintu.
Semuanya menoleh kearahnya dengan wajah datar, namun berubah setelahnya mereka berteriak.
"Papa.........."
Reza tersenyum, kini ia tak berani merentangkan tangannya lagi karna yang sudah-sudah ia akan tertindih oleh ketiga anaknya yang kini hampir menyamai tinggi badannya.
"Baru pulang, katanya cuma dua jam?" tanya Melisa saat menghampiri suaminya dan melepas jas yang melekat di tubuh Reza.
"Biasa, si keong racun telat!" adunya pada Melisa.
"Jangan gitu, ada anak-anak" Melisa mencoba mengingatkan karna bagaimanapun si kembar begitu dekat dengan Ricko, meski awalnya Ay sering berdebat dengan duda satu anak itu.
Fix satu musuh pada jaman dahulu!!!
.
.
"Kalian udah makan?" tanya Reza pada si kembar, Cahaya langsung meringsek memeluk papanya.
"Pah, Adek mau sesuatu boleh?"
"Mau apa? eh, iya jadwal kontrol kamu kapan ya?" Reza melirik ke arah Melisa.
"Lusa, Mas"
"Kamu mau apa sayang?" tanya Reza lagi setelah mendapat jawaban dari istrinya.
"Mau ke panti asuhan, boleh?" Cahaya merengek manja pada Reza.
"Ngapain?" Reza sedikit curiga pada si bungsu.
"Udah lama ko gak kesana" Jurus maut Cahaya Akhirnya ia keluarkan memasang wajah imut imut mirip dengan mamanya.
"Papa masih ada kerjaan, lagi udah mau sore"
Cahaya langsung merengut, malah Justru membuat Reza gemas padanya.
"Ok, pergi sama kakak ya" Hati pria itu pun luluh juga seperti biasanya.
"Macih papa ganteng yang gantengnya ngelebihin kakak Ay" kekeh sambil memeluk Reza.
Ay yang mendengar ucapan adiknya langsung menoleh dengan muka masamnya
"Tolong di ralat ya, kalau enggak! kakak gak mau anter ke panti!"
Cahaya melotot kearah Ay dengan menelan Salivanya kuat-kuat karna menadapat ancaman dari si sulung.
"Gak jadi deh, gantengan kakak Ay" ucapnya pada Reza
"Yakin?" goda Reza, ia tahu anaknya itu sedang mengumpat dalam hati.
"Enggak, kan di paksa sama kakak"
"Haha, ya udah kalian pergi sana, nanti papa suruh supir kantor yang anter kalian ke panti"
"Jangan capek capek ya"
"Gak boleh main lari-larian"
"Harus sopan, ok"
Rentetan pesan sudah di berikan pada Cahaya, Reza tahu kelakuan si bungsu jika sudah disana pasti akan lupa waktu karna asik bermain dengan adik-adiknya.
"Nanti papa sama yang jemput kalian" ucap Reza saat ketiga anaknya sudah bangun dan bersiap untuk pergi.
"Loh, aku kan mau ikut, mas!" ujar Melisa yang bingung dengan ucapan suaminya tadi.
"Aku cuma ngizinin anak-anak, kamu tetep disini sama aku" jawab Reza dengan senyum menyeringai.
"Loh, gak bisa dong. aku juga mau ke panti"
"Iya, kok mama gak ikut?" tanya Ay.
"Udah kalian pergi sana, mama itu mau temenin papa disini nanti pulang baru di jemput"
Melisa kembali menghempaskan bokong nya dengan kasar ke sofa sambil merengut, ia memang tak berani membantah jika di depan anak-anak nya.
bagaimanapun ia akan memberikan contoh baik di hadapan Cahaya jika kelak nanti ia menjadi seorang istri.
"Ya udah deh, kita berangkat ya" pamit Bumi kemudian di susul Kakak dan adiknya.
Setelah ketiga cebong itu menghilang dari balik pintu, Reza langsung mendekati istrinya yang masih menahan kesal.
"kenapa sih, marah marah aja"
"Kenapa coba mas Reza gak izinin aku pergi, kan aku juga mau ke panti. Aku Kangen sama anak-anak" oceh Melisa seperti biasanya jika sedang berdua dengan suaminya.
"Gak tau!" jawab Reza singkat dan santai.
"Loh kok ga tau?, kenapa?" Melisa yang gemas dan kesal sudah ingin sekali menggigit tangan Reza yang kini sedang mengelus pipinya.
"Ya gak tau aja.. Karna aku cuma tau"
.
.
.
.
"Caranya mencintaimu!"
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Ok.. lah..
mau di ranjang apa di sofa bang?
gua tau abis ini Lo mau Piknik..
iya kan.. iya kan.. iya kan..
ngaku??
#GajahTua
🐘🐘🐘🐘🐘🐘🐘🐘