
🌻🌻🌻🌻🌻
"Huaaaaaa"
GUBRAK
Semua orang yang berada di kantin sekolah langsung menoleh kearah suara yang membuat telinga mereka bising dengan keributan jatuhnya benda dan jerit teriakkan Air.
"Air lagi Air lagi" seru salah satu teman si kembar.
Penjaga kantin dan beberapa siswa yang tahu kebiasaan Si tampan itu hanya menggelengkan kepalanya, tak jarang dari mereka mengulum senyum atau malah menahan tawa, tapi karna sudah seringnya hal yang serupa terjadi maka tak ada lagi yang menertawakannya, semua sungguh sangat memaklumi tingkah ceroboh Air, anak dari pemberi saham terbanyak di sekolahnya.
"Kali ini siapa yang nakal?" goda Laras, entah gadis itu mantan keberapa Air, yang dulu hanya di pacarinya selama tujuh puluh tiga jam delapan menit dua detik.
"Noh sedotan baper banget ma gue" cebiknnya pada sang mantan.
Laras tertawa, baginya Air adalah pria paling manis di antara seluruh siswa, Semua gadis yang sudah menjadi kekasih sesaat nya selalu mempunyai kenangan indah tak terlupakan bersama Air, pacaran ala ala remaja yang menggemaskan, tanpa sentuhan fisik namun mampu membuat hati melayang sampai ke ujung langit tertinggi.
"Kak, papa pasti akhir bulan marah-marah lagi kalau harus bayar perlengkapan Kantin yang hancur Sama kakak" keluh Bumi, yang setiap hari ada saja barang hancur karna ulah kembarannya itu.
"Cuma gelas aja sama piring, haha" kekeh Air sembari menyuapkan makanan ke mulutnya.
"Tapi kalo hampir setiap hari selama hampir tiga tahun ya bosen!" ketus Bumi, matanya fokus kembali ke buku yang ia bawa.
"kakaaaaaak"
Cahaya datang bersama Langit usai dari perpustakaan, gadis manja itu langsung meminum jus apel milik Bumi yang masih penuh belum tersentuh.
"Enak!" ucapnya dengan senyum semanis apa yang di minum tadi.
"Kamu mau, biar Abang pesenin" Tawar Langit, penjaga hati dan raga Cahaya.
"Enggak, Abang disini aja. Nanti banyak cewek-cewek pada tebar pesona sama Abang" jawabnya ketus dengan sorot mata tak suka.
"Haha, Abang nya kasih karung kepalanya, Dek" kekeh Air yang selalu menggoda Adiknya yang bucin akut terhadap Langit.
"Ish, Abang punya aku, iya kan?" tanya nya pada Langit, pemuda tampan penuh perhatian itu hanya mengangguk tangannya mengelus lembut pipi Cahaya.
"Iya, Abang cuma punya adek" jawabnya yang langsung mendapat pelukan dari gadis kecilnya.
Air dan Bumi tertawa, bukan mereka tak tahu dengan apa yang terjadi di antara Cahaya dan Langit mereka hanya berpura pura bodoh jika sedang bersama.
"Abang besok ke apartemen kan?" tanya Cahaya penuh harap.
"Gak tau, Abang belum bisa pastiin. Takutnya kaya Minggu lalu taunya gak jadi" jawab Langit yang langsung mengubah raut wajah Cahaya penuh kekecewaan.
"Kan adek udah bilang gak usah, Abang gak pernah mau denger" dengus si cantik dengan kesalnya.
"Abang butuh, Dek" ucapnya lirih
Dengan modal kecerdasannya, Langit akhir-akhir ini membuka jasa les privat pada adik kelas atau teman-temannya yang ingin mendapat nilai terbaik karna sadar akan waktu yang tinggal beberapa bulan lagi menuju ujian akhir sekolah.
"Abang mau kuliah dimana tinggal bilang mama sama papa kan?" ujar Cahaya yang di Balas gelengan oleh Langit.
"Cukup Abang bergantung pada kedua orang tuamu, kali ini Abang mau kuliah dengan hasil kerja keras Abang dapetin beasiswa"
Ketiga kembar itu terdiam, mereka tahu keinginan Langit sedari dulu..
Mensejajarkan dirinya demi Cahaya...
.
.
.
💦💦💦💦💦💦💦💦💦
ya ampun.. jangankan cahaya..
othor aja klepek-klepek liat ganteng nya
di like sama di komen yuk Abang Langitnya ❤️❤️