Suami Dadakan

Suami Dadakan
extra part 43


🌻🌻🌻🌻🌻


Makan mie instan aja sama telor!!!


JLEB...


Rasanya tubuh Langit mendadak tak bertulang saat mendengar keinginan adiknya itu, Hanya ingin mie dan telor bukankah dirumah pun bisa bahkan bikinan mamanya jauh lebih nikmat karna banyak berbagai toping sesuai selera.


"Yakin, cuma mie?" tanya Langit memastikan.


"Iya, perut aku udah perih banget nih" jawabnya sambil memegangi perutnya.


"Ya udah!"


Langit menepikan motor maticnya di kedai yang nampak sepi pengunjung, hanya ada dua orang pria dengan kopi di depannya.


Keduanya duduk di pojok kan untuk mengindari asap rokok.


"Mbak, mau mienya ya dua pake telor tapi yang satu gak pake sayur" pesan Langit pada seorang wanita.


"Iya, dek" jawabnya dengan mata tak lepas dari Langit dan Air.


"Abang pesen juga, tadi katanya cuma anter kakak beli makan?" tanya Remaja enam belas tahun itu dengan polosnya seperti tidak sedang melakukan kesalahan yang membuat Langit kesal.


"Kakak pikir Abang gak laper?, muter-muter ujung ujungnya makan mie!" ocehnya sambil membalas pesan dari Cahaya yang berjumlah puluhan yang isinya hampir sama menanyakan keberadaannya juga Air.


"Kan aku bingung mau makan apa!" Ucapnya dengan menyandarkan kepala di bahu Langit.


"Gak usah bingung, banyak di luar sana yang justru gak bisa makan, kak!"


Air hanya mengangguk, kemudian pesanan mereka pun datang, Dua mangkuk mie dengan telor di atasnya.


"Kok gini?" gumamnya bingung.


"Udah cepet makan, jangan bandingin sama punya Buna karna pasti jelas beda!"


Air membuang nafas kasar sambil mengaduk makanannya, menyicipi sedikit lalu menggeleng.


"Asin, Bang. kok aneh" keluhnya kesal sembari menggeser Mangkuk tersebut.


"Kan udah Abang bilang, Rasanya pasti lain karna ini bumbu instans, beda sama yang Buna kalo masak bumbunya bikin sendiri, kak"


Air mendengus kesal, rasa lapar yang ia rasakan berubah dengan rasa kecewa karna makanan yang ingin ia nikmati ternyata rasanya jauh berbeda dari yang ia bayangkan.


"Sini Abang habisin, kalo ketauan Buna bisa di omelin Makan gak abis" kata Langit meraih mangkuk yang tadi di geser oleh Air.


"Abang suka ya makan sama mie begitu?" tanya Air sambil memperhatikan Langit yang makan dengan lahap.


"Abang kenapa sih gak mau ikut kita, betah banget di panti padahal kan Abang itu udah jadi keluarga kita beneran, kasian Buna kalo punya apa-apa inget Abang suka ngelamun terus"


Langit menoleh, ia mengambil tisue dan mengelap mulutnya sendiri.


"Kamu tau hubungan Abang sama Chaca gimana kan?, Abang gak mungkin tinggal bareng kalian"


"Emang Abang mau sampe nikah sama si bawel?" tanya Air yang memang sering menyebut adiknya sehat panggilan ceriwis atau bawel


"Kalo emang jodoh kenapa enggak, Selagi semua baik baik aja. Abang akan lakuin yang terbaik buat dia"


"Abang minta kalian buat jagain adek demi Abang, Abang gak akan kecewain adik kalian"


Mungkin disini Langit sedangkan memposisikan Air sebagai kakak dari gadis yang ia cintai selama ini, Ia seakan merayu dan meyakinkan Air tentang keseriusannya pada adiknya itu.


Bagaimanapun Cahaya memiliki dua kakak kandung yang amat menyayanginya.


Meski kenal sedari bayi bukan berarti Langit tak berusaha untuk lebih memberi kesan baik pada mereka .


"Yuk pulang, biar Abang yang bayar!"


.


.


.


.


.


.


Abang lagi gak nyogok aku kan???


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Murah amat ya kak cuma di hargai semangkok mie😂😂😂


Ayo kerjain lagi kalo perlu 🤭🤭🤭


Yang mau ikut gabung di grup chat wa.. bisa inbox teteh ya di FB " Nenengsusanti"


Kita jalin silaturahmi disana karna disini gak bs bales komen satu2..