
🌻🌻🌻
"Dimana?" tanya Reza di tengah perjalanannya.
"Ok, gue kesana sekarang!" ucapnya lagi pada orang di sebrang sana, lalu mengakhiri panggilan teleponnya.
Reza terus fokus pada jalan didepannya tak perduli berapa kecepatan mobilnya saat ini ia hanya ingin segera sampai di tujuannya.
"Selamat siang,Tuan" sapa pria berseragam putih itu dengan sopan saat Reza membuka jendela mobilnya.
"Siang, Pak" sahut Reza.
Pria penjaga rumah mewah di sebuah kawasan elit itupun dengan sigap menggeser pagar tinggi besar nan kokoh bercat hitam legam itu.
"Terima kasih," ucap Reza saat melewatinya.
"Ca.." panggil Reza saat memasuki rumah, pintu utama terlihat sedikit terbuka sangat memudahkannya untuk masuk.
"Gila Lo, masih pagi" kekeh Caca, si dokter cantik kebanggaan rumah sakit bertaraf internasional milik keluarga Rahardian group.
"Iya, gue kesini dulu sebelum ke kantor" ucap Reza yang langsung duduk di sofa single berukuran besar.
"Bini Lo tau gak?" ejek Caca mencebikkan bibirnya.
"Gak, dia gak mau berurusan sama Lo"
Caca tertawa sambil menaruh segelas susu diatas meja, kedatangan sahabatnya terlalu pagi baginya, bahkan saat Reza menelepon pun sebenarnya ia belum bangun.
"Padahal gue baik banget ya kalo lagi periksa nona muda Melisa, haha" kekeh Caca.
"Gue khawatir banget, Ca" lirih Reza, ia tak menghiraukan gelak tawa Caca yang menggema ke seisi ruang tamu.
"Flek lagi?" tanya Caca yang mulai lebih serius, candaannya tak mendapat respon dari Reza.
"Gak tau, dia gak pernah mau cerita dia selalu bilang gak apa apa, Tapi mukanya sedih banget"
"Kalo perutnya gak keram Lo gak perlu khawatir, gue udah kasih vitamin terbaik buatnya"
"Justru itu gue gak tau apa yang dia rasain,Ca dia pinter banget nutupin semuanya"
"Ya Lo bisa liat dari wajahnya juga kali"
Reza malah terdiam, memejamkan kedua matanya dengan kepala bersandar dipunggung sofa yang ia duduki.
"Gue takut kehilangannya, Ca. kalo Sampe kenapa kenapa sama kandungannya gue yakin pasti istri gue akan kacau banget"
"Lo gak boleh punya fikiran begitu, gue yakin mereka sehat dan kuat Minggu depan jadwal kontrol kan? nanti kita cek lagi" ucap Caca sambil menenangkan.
"Yakin Banget, makanya nanti gue coba cek lagi"
"Makasih ya, ca" ucap reza merasa lebih baikkan.
"Yang gue Khawatirin itu tekanan darahnya, bulan kemarin aja tinggi banget."
" Terus gue harus gimana?" tanya Reza frustasi.
"Lo harus jaga suasana hatinya terus"
"Sebisa mungkin gue akan memhagiakannya" lirih Reza membuat Caca Sangat tersentuh.
"Melisa harus tenang, Za. moodnya harus baik terus, kakinya masih bengkak?" tanya Caca, karna terakhir mereka bertemu keadaaan Melisa sedang sangat lemah.
"Masih, gue masih suka pijitin juga" jawab Reza.
"Sebenernya ini masih dalam tahap normal ibu hamil, cuma Melisa emang sering flek ya, tapi selagi bukan pendarahan gue rasa aman"
"Yang gue gak suka dia tuh gak pernah mau bilang"
Reza mendengus kesal, bayangan wajah istrinya yang ketakutan dan gelisah terbayang di pelupuk matanya.
"Udah ya, Lo jangan panikan gitu, gue rasa itu yang bikin dia males cerita kalo ada apa-apa, kalian terlalu over, haha" ledek caca sambil menepuk bahu Reza.
"Ini anak pertama gue, Ca"
"Iya, gue paham"
Reza akhirnya berpamitan, ia merasa sudah lebih tenang saat ini mengeluarkan kan keluh kesah pada sahabat sekaligus dokter yang menangani keadaan sang istri, ternyata semakin besar kehamilannya Melisa lebih jauh sensitif Reza kadang memilih diam karna tak ingin adanya pertengkaran.
Mobil kini memasuki area parkir VVIP dimana biasanya kereta besi mewahnya terparkir dengan rapih, Langkah kakinya berjalan menuju lift khusus untuknya kotak besi itu akan langsung membawanya tepat di lantai dimana ruangannya berada dengan hanya satu tombol.
TRIIING.
Bunyi lift membuyarkan lamunan Reza, waktu kini menunjukkan pukul sepuluh pagi sudah hampir siang ia datang karna mengulur waktu hingga tiga jam lamanya.
CEKLEK
Reza membuka pintu ruangannya, berjalan menuju meja kerjanya dan duduk di kursi kebesarannya, belum sempat ia membuka laptop untuk memulai pekerjaannya ia harus di kaget kan dengan kedatangan seseorang betapa terkejutnya ia saat menoleh kearah pintu.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Sabar ya bang, jangan enak ngadonnya doang makanya juga 😂😂😂😂
Like komennya yuk ramaikan ♥️♥️🤗