
🌻🌻🌻🌻🌻
Pusat perhatian tak hanya pada pasangan pengantin karna disana ada dua adik kembar Air yang sama juga menjadi sorotan para tamu undangan.
Bumi yang menggandeng Kahyangan tentu selalu di buru berbagai pertanyaan kapan akan menyusul atau juga sekedar di do'akan segera menyusul, pasangan berbeda keyakinan itu hanya membalas dengan senyuman dan juga kata Aamiin.
"Mau yang kaya gini juga?" tanya Langit pada Cahaya.
Gadis itu tersenyum malu, ia melempar pandangan untuk menutupi wajah merah meronanya.
"Kenapa?" goda Langit lagi.
"Abang, ih"
Langit tertawa kecil, ingin rasanya ia mencium seluruh wajah gadis Kesayangannya itu yang semakin hari nampak semakin cantik.
"Ini tuh semua aku yang pilih, jadi aku mau yang beda dong" kata Cahaya.
Ya.. pernikahan mewah sang kakak memang ia semua yang menyiapkan, dari mulai dekor kamar pengantin sampai gedung resepsi si bungsu lah yang memilih karna Hujan dan Air sudah mempercayakan semua itu padanya, hanya gaun pengantin yang Hujan pilih sendiri sesuai keinginannya dan untuk selebihnya ia pasrahkan pada calon adik iparnya.
"Oh, iya.. Kamu kan mau jadi princess"
"Tentu, aku akan menjadi tuan putri di hari pernikahan kita nanti" kekeh Cahaya, tatap matanya begitu berbinar seakan ingin hari itu cepat datang.
"Setiap hari kamu selalu menjadi tuan putriku, sayang"
"Aku tau itu tanpa Abang mengucapkannya" ucap Cahaya, tangan mungilnya langsung menangkup wajah tampan pria yang selama sembilan belas tahun ini menjaga jiwa raga dan hatinya.
Langit meraih bahu Cahaya agar menempel pada dada bidangnya, salah satu bagian tubuhnya yang selalu menjadi tempat paling aman dan nyaman bagi si bungsu.
"Abang akan meminta izin pada Bumi" kata Langit, matanya menatap jauh pada pasangan pengantin yang sepertinya sedang meributkan sesuatu.
"Izin apa, Bang?" tanya Cahaya, ia mendongakkan wajahnya menghadap Langit.
"Izin untuk melangkahinya" kekeh Pria itu.
"Haha, Abang gak sabaran banget, aku bisa kena omel kakak nantinya, lahir belakangan tapi minta nikah duluan" Timpal Cahaya sambil tertawa tak lupa ia juga mencubit kecil perut Langit.
"Hubungan Bumi itu abu-abu, masih belum jelas mau dibawa kemana, mendingan kita aja yang duluan" kata Langit Sembari menaik turunkan alisnya.
Perkataan Langit tentu menimbulkan pertanyaan bagi Cahaya, bagaimana mungkin hubungan yang terlihat begitu serius dan romantis bahkan sudah mendapat restu dari kedua pihak keluarga dikatakan abu-abu dan tak jelas.
"Maksud Abang apa?" tanya Cahaya dengan mengerutkan dahinya.
"Kamu gak tau?" Langit balik bertanya dengan raut wajah sedikit terkejut.
Langit menelan Salivanya kuat-kuat, kali ini sepertinya ia Sedang salah berbicara. Hal yang ia rasa sudah di bicarakan tapi nyatanya masih di sembunyikan oleh adik keduanya itu.
"Kita cari makan yuk" ajak Langit, ia berusaha mengalihkan obrolan agar Cahaya tak lagi fokus pada pembahasan Bumi dan Kahyangan.
"Aku mau minum aja" Jawab Cahaya.
Langit menghela nafas lega saat gadis Kesayangannya itu menurut untuk ikut dengannya menuju jejeran makanan dan minuman yang terhampar begitu banyak.
"Cari meja dulu ya"
Keduanya duduk di salah satu meja yang hanya memiliki dua kursi, banyaknya tamu yang datang membuat mereka sulit mencari tempat.
"Cantiknya Abang tunggu disini ya" pesan Langit pada Cahaya sebelum ia meninggalkan gadis itu untuk mengambil makanan.
Cahaya hanya tersenyum sambil mengangguk, matanya terus menatap punggung pria yang perlahan menghilang di tengah kerumunan ratusan tamu.
.
.
.
.
.
.
.
Apa yang Kalian sembunyi kan dariku?
Ada apa dengan kak Bumi juga kak Yayang?...
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Sini dek, maen ke kolom komentar ntar Nemu jawabannya 🤭🤭🤭
Banyak emak-emak yang rela bisikin kamu 😘
Like komen nya yuk ramai kan 🙏