Suami Dadakan

Suami Dadakan
bab 232


🌻🌻🌻


Melisa yang baru selesai mandi turun dari lantai atas melewati Reza yang sedang memberi makan ikan ikan peliharaannya bersama si sulung.


Tak sepatah katapun yang pria itu ucapkan saat istrinya lewat dengan rambut panjang terurai setengah basah.


.


.


Lagi ngambek gak boleh tergoda!!


Pikir Reza yang mencoba mengabaikan KHUMAIRAHnya meski jauh di relung hatinya ia sangat ingin menyesap leher jenjang istrinya yang menyeruak kan bau harum.


"Udah pada makan, bobo yuk" ajak Melisa pada Bumi, Cahaya serta Langit.


"Kakak gak di ajakin, mah" protes Ay yang masih memegang bungkus pakan ikan.


"Iya, kakak juga, bobo yuk"


"Enggak, kakak gak ngantuk" Jawabnya sambil menggeleng.


"Ya udah kakak sama papa ya, kan udah tidur terus hari ini, mama mau ajakin adek tidur siang dulu" ucapnya sambil menuntun si bungsu naik ke kamarnya di lantai dua.


Semua anak-anaknya di wajibkan tidur siang termasuk Cahaya, aktifitas sekolah yang kadang membuatnya cepat lelah sering kali membuat gadis cantik sesak nafas di malam hari jika tidak berisitirahat dengan cukup.


Bumi dan langit pun ikut mengekor di belakang Melisa setelah merapihkan alat gambar dan semua crayon yang berserak kan di atas karpet.


Setelah semua kembali ke lantai atas kini hanya Reza dan Air yang berada di ruang tengah, Reza mendengarkan celoteh si sulung dengan sesekali menguap.


"Papa, jangan bobo, ih" Teriaknya saat Ay masih bercerita tentang teman-teman sekolahnya.


"Papa gak bobo, kak"


"Itu tadi udah merem matanya!"


"Itu baru mau bobo, belum bobo" kata Reza menegaskan dengan memaksa matanya agar terbuka.


"Jajan yuk, kak!" ajak Reza sambil menarik tangan Air agar cepat bangun.


"Jajan apa?"


"Apa aja, ayok!"


Reza melirik kearah jam di pergelangan tangannya yang sudah hampir sore.


Tak ada salahnya ia jalan-jalan sebentar untuk mengatasi rasa kesal bercampur rindu pada sang istri.


"Hem, tapi kakak bilang mama dulu sana" titah Reza pada Air yang langsung mengangguk kan kepala, tubuh kecilnya langsung berlari kearah kamar adik perempuannya yang berada di samping kamarnya sendiri.


Tok tok tok..


"Maaaaah" panggil Air sebelum membuka pintu


"Mah, kakak mau pergi jajan Sama papa dulu ya" izinnya pada Melisa yang berbaring memeluk Chaca.


"Jajan kemana?, kan di kulkas banyak makanan, kak"


"Gak tau, ke bawah kali" sahutnya yang juga bingung kemana ia dan papanya akan pergi.


"Jangan lama-lama ya, udah mau sore" pesan Melisa pada si sulung.


"Siap, mah!" kekehnya, kemudian berlalu meninggalkan kamar adiknya.


"Papanya kakaaaaaaaaak" teriak Ay saat menuruni anak tangga.


"Jangan lari nanti jatuh, kak"


"Enggak dong, kakak kan udah gede!"


"Awas!!" pekik Reza sambil menahan guci keramik yang tak sengaja di senggol Air.


"Ih, dianya tuh ngapain berdiri di situ!" lagi lagi bocah tampan itu selalu menyalahkan benda benda yang jatuh karna kecerobohan nya sendiri.


"Suka-suka kamulah" kata Reza sembari meraih kunci di atas meja.


Dua pria tampan beda generasi itupun kini berjalan menuju lift, saling bergandengan tangan dengan senyum tak lepas dari sudut bibir keduanya.


"Kita mau kemana, Pah?" tanya Ay saat memasuki kotak besi yang akan membawanya ke lobby apartemen.


"Kita mau jajan, kak!" jawab Reza santai.


"Iya, jajan apa?" Tanya Ay lagi penasaran.


.


.


.


.


.


" Jajan mobil baru!!!"


🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉***


Jajan Versi gua mah beli Sukro bang 😭


Saking gak maunya tuh mobil sama'an Sama duren monthong! 😂😂😂


like komennya yuk ramaikan ♥️🤗