
🌻🌻🌻🌻
"Mas Reza bisa geseran gak?"
"Enggak!"
Melisa terus mendorong tubuh suaminya yang terus menempel bagai cicak di dinding.
Ia yang sama sekali tak bisa bergerak berusaha melepaskan tangan kekar itu dari perut ratanya.
"Geli, Awas dulu!"
"Kamar yuk" Bukannya melepas pelukan pria itu malah mengajak sang istri ke kamar.
"Masih siang, mau apa?"
"Mau ngeluarin keringet" jawabnya sambil terkekeh, hidung mancungnya sudah bermain main di leher KHUMAIRAHnya.
"Nanti di liat anak-anak, jangan begitu!"
"Ya udah hayu ke kamar!" pintanya dengan nada memaksa.
Melisa menarik nafasnya dalam-dalam, ia pasrah dan akhirnya mengikuti kemauan Reza yang sudah menarik tangannya menunjuk kamar.
.
.
.
"Jangan lama-lama" pesannya saat melihat sang suami sudah membuka kaosnya.
"Emang aku tau mau lama apa sebentar" sahutnya dengan senyum yang begitu manis luar biasa.
"Pembukaannya jangan lama-lama, mampir nya jangan ngulang lagi ngulang lagi, mas Reza tuh kaya orang nyasar" ucap Melisa yang kini semakin bawel entah sadar atau tidak kini baju bagian atasnya sudah lepas dan entah kemana.
"Diem, jangan berisik kalo gak mau aku nyasar kelamaan di gunung" ucap Reza yang langsung me lu mat habis bibir istrinya itu.
Daging kenyal yang selalu nikmat ia rasakan, puas bertukar Saliva dan pe ra ng lidah kini ia turun ke area leher meny es ap hingga muncul tanda-tanda kemerahan kecil disana bukan hanya satu tapi entah berapa, nafsunya seakan membuat ia lupa jika Kini anak-anak nya sudah beranjak remaja.
De sa han yang keluar dari bibirnya semakin membuat ia gila, semakin turun semakin menantang tempat yang ia singgahi, dua gunung Himalaya yang tak pernah berubah yang mempunyai kerikil kecil di ujungnya, menggigit perlahan atau hanya sekedar memainkannya, sensasi yang luar biasa membuat wanita yang pasrah di bawah Kungkungan nya terus mencengkram bahu putih suaminya.
Puas?
Tentu tidak, itu hanya menu pembuka karna menu utama belum ia cicipi, kini tangannya merambat ke goa hutan belantara untuk mencari sesuatu yang tersembunyi disana.
"Sekarang ya" bisiknya yang kini sudah bangun dan bersiap.
Melisa hanya mengangguk, belum apa-apa tubuhnya sudah dibuat tak berdaya Karna Reza sudah lebih dulu memancingnya untuk mengeluarkan ca i ran cintanya.
"Ra..." bisiknya saat kuku-kuku istrinya mulai beraksi lagi di tengah permainannya.
Menuju puncak masih lama ia gapai, belum ada tanda-tanda ia akan sampai sana dalam waktu yang dekat membuat nya terus berusaha mencari celah dimana pun kenikmatan itu bisa ia rasakan.
"Sakit" rengekan disela-sela ******* sang istri malah semakin membuat ia tak tau diri jika wanita itu sudah teramat lelah melayaninya.
.
.
.
.
Reza terkulai lemas disisi sang istri setelah pelepasan, nafasnya begitu terengah-engah bagai usai berlari ratusan kilo meter.
Matanya yang terpejam masih merasakan sisa-sisa kenikmatan yang baru saja ia teguk bersamaan.
"Maaaaaaah... kakak laper!
Suara Air membuat keduanya mengerjapkan mata yang baru saja ingin terlelap, Melisa langsung terlonjak dan bangun.
"Kakak!" gumamnya.
"Udah biarin, ada mbak kan" ucap Reza yang menarik lagi tubuh istrinya.
"Tapi, Mas"
.
.
.
.
.
.
"Maaaaaaah.... ngapain sih? gak lagi di gigit gajah kan!"
🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉
Eh.... si kakak 🤭🤭🤭🤭
Emang udah ngerti gajah itu apa 🤔🐘🐘
Cie.. udah bujang ya sayangnya mak othor!
calon gajah juga kami setelah menjadi cebong imut.
Like komen nya yuk ramai kan
harusnya up barengan sama Ricko juga rendra.
tapi akupun tergoda oleh gajah sungguhan..
#Eh... 😌😌🤭