
🌻🌻🌻🌻
Air yang sudah bangun lebih dulu langsung turun menghampiri mamanya di dapur yang Sedang Sibuk menyiapkan sarapan.
"Pagi mama cantik" sapa si sulung sambil mencium pipi Melisa yang sedang menggoreng ikan.
"Pagi sayang, gitu dong udah bangun kan mama jadi gak usah teriak teriak kalo pagi" ejek ibu tiga anak itu pada putra pertamanya.
Air hanya tersenyum kecil, Lalu mengambil beberapa sayuran yang sudah di iris untuk ia cuci.
"Dari pada aku suruh nyanyi bareng ikan lagi, mendingan sekolah deh mah, ulangan tiga hari tiga malem kayanya jauh lebih baik" ucap Air.
Melisa terkekeh mendengar keluhan anaknya, dari keempatnya memang hanya Air yang sering di hukum oleh Reza, hukuman yang kadang tak masuk akal dan berganti ganti.
"Buna.."
"Mamah..."
Cahaya dan Langit turun sambil bergandengan karna tampaknya Reza belum keluar dari kamarnya untuk sarapan.
"Pagi Sayang!" sahut Melisa yang sudah siap menerima ciuman selamat pagi di kedua pipinya.
"Kakak Bu, mana?"
"Masih mandi, dia kan mandinya kaya Ratu jagad raya, lamaaaaaaaaaaaaaaaaa pake banget!" timpal Ay sambil menyuapkan kerupuk ke mulutnya.
"Hey, pagi-pagi udah ghibahin aku!" kata Bumi yang ternyata datang tiba tiba.
Air langsung memenuhi mulutnya lagi dengan kerupuk pura pura tak melihat adiknya yang sudah merengut kesal.
"Senyum dong ganteng, pagi pagi gak boleh cemberut!" goda Melisa pada si tengah.
"Pagi-pagi udah di omongin kakak di tambah Liat tuh punya adek juga Abang asik banget dari tadi, emang gak liat ya aku ada disini dari tadi"
Semua orang memandang aneh ke arah Bumi yang tak biasanya marah-marah sambil mengeluh.
"Kamu kenapa?" tanya Ay
"Kakak kaya orang lagi PMS" kekeh Cahaya.
Tapi Langit langsung menarik lagi tangan gadis kesayangannya itu sambil memberi kode agar ia berhenti tertawa.
"Ok..ok..!!"
Suara langkah Reza menuruni tangga sudah sangat jelas terdengar dengan senyuman hangat ia menyapa semua anak-anaknya juga istrinya.
"Pagi sayang"
"Pagi papa ganteng!" sahut Semuanya berbarengan.
"Cakeeeep!!" balas Reza sambil tertawa.
Melisa melayani suaminya lebih dulu, Nasi dan lauk Sudah memenuhi piringnya begitu pun dengan anak-anaknya, semua sarapan dengan lahap habis tak tersisa.
"Hari ini papa mau keluar kota, kemungkinan pulang malam banget jadi kalian jangan nakal dirumah"
"Abang pulang kesini ya"
"Dan kamu NaGa!" Reza menunjuk pada sis sulung.
"Siap, Pah. Lagian kakak gak bakat ajarin ikan nyanyi"
Semuanya tertawa bersama dimeja makan sebelum akhirnya berpamitan sekolah dan ke kantor.
.
.
.
"Hati-hati dijalan!" itulah pesan terakhir Melisa untuk keluarganya.
Semua melenggang mengekor di belakang Reza menuju lift khusus yang langsung menuju mobil Reza terparkir.
"Kalian masih betah disini atau mau pindah?" tanya Reza saat semuanya berada dalam kotak besi.
"Pindah" sahut Ay
"Enggak!" balas Bumi
"Terserah" timpal Cahaya dan Langit.
Reza menoleh dan mengernyitkan dahinya.
"Kalian ini, gak kompak banget sih!"
**
Mobil berhenti di depan gerbang sekolah, rentetan mobil mewah berjejer juga disana sama sepertinya bahkan tak sedikit siswa atau siswi yang membawa sendiri kendaraan pribadi ke sekolah khusu murid SMA .
"Makin kesini makin rame ya" gumam Reza sambil menunggu anak-anaknya bersiap.
"Iya parkiran penuh!" sahut Ay.
"Oh.." Balas Reza sambil manggut-manggut
Entah apa yang di pikir pria tiga anak itu.
Setelah semua turun dari mobil Reza kembali meneruskan perjalanannya menuju kantor tempat dimana ia melakukan aktivasi kerjanya.
Pergi pagi pulang sore atau malam ia lakukan selama lima hari dalam seminggu meski tak jarang juga ia harus keluar kota dalam beberapa hari, namun Sabtu Minggu selalu ia usahakan untuk bersama keluarganya.
"Ya, Hallo" sapanya pada seseorang di sebrang sana lewat sambungan telepon.
.
.
.
"Kirim saja yang terbaru sore ini kerumah langsung atas namanya"
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Beli cilok ya bang ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤
Like komen nya yuk ramai kan