Suami Dadakan

Suami Dadakan
bab 198


🌻🌻🌻


"Aaaaaaarrrrrrggghhhh" Teriakan salah satu pelayan di halaman belakang menggegerkan seluruh penghuni rumah yang mendengarnya, termasuk Reza dan Melisa yang baru saja menuruni anak tangga, sedangkan papa masih memangku putri kecilnya bersama dengan Bu, dan mama berada di dapur membuatkan teh dan mengambil puding untuk Cahaya.


"Ada apa?" tanya Reza yang panik, ia langsung berlari kearah sumber suara.


"Kakak!" teriak Melisa histeris saat melihat si sulung sudah berada di gendongan ART dalam keadaan basah kuyup.


"Kamu kenapa?" Reza langsung meraih anaknya dan memeriksa keadaan Air


Papa dan mama yang baru datang pun langsung khawatir dan bertanya.


"Kamu ngapain sih, kak?" Melisa sudah berkaca-kaca langsung mengeringkan tubuh anaknya dengan handuk yang diberikan ART


"Suka aneh-aneh kamu tuh" kata Reza yang memegang tangan Ay yang sudah menggigil karna dingin.


"Ngapain kakak nyebur di kolam ikan, hah?" tanya Reza yang gemas dengan kelakuan si sulung yang kadang menjengkelkan.


"Kan ada kolam renang kak," tambah Papa yang masih menggengdong si bungsu.


"Udah..bawa ke kamar Sekarang ganti bajunya nanti sakit" titah mama yang ikut khawatir dengan keadaan menantunya yang mulai berderaian air mata.


Semuanya langsung membawa Air kedalam kamar untuk menggaganti bajunya yang sudah basah kuyup, bau anyir jelas tercium dari tubuhnya.


"Ayo bilang sama papa kamu ngapain di kolam ikan!" tanya Reza serius.


"Huuaaaaaaaaaa" Akhirnya Ay pun menangis setelah tadi ia hanya terisak kecil.


"Udah, Mas, kamu juga ganti baju sana lalu pergi ke kantor"


"Enggak, papa mau tau kenapa Kakak ada di kolak ikan!" Reza mengulang pertanyaan.


"Mamaaaaaaaa"


"Enggak, papa cuma tanya, Kakak jawab ya"


Ay mengangguk kan kepalanya dengan wajah yang banjir air mata serta hidung Semerah tomat.


"Tadi kakak mau ambil bola, Pah" Ay mulai bercerita walau sesegukan.


"Lalu?" tanya kedua orangtuanya berbarengan.


"Kakak liat ikannya lucu dadah dadah ke kakak, ya udah kakak samperin"


"Mana ada ikan dadah dadah, ngaco kamu tuh" sungut Reza sambil bangun lalu berjalan menuju lemari.


"Benelan papaaaaaaaaaaaah"


"Iya, ikannya nakal" Melisa langsung memeluk Ay dengan erat, ia tak bisa membayangkan jika hal buruk terjadi.


" Kakak gak boleh nyebur lagi ya ke kolam" ujar papa yang tak kalah khawatirnya.


"Ikannya nakal, Oppa!" keukeh Ay tak mau di salahkan.


"Iya, nanti omma potong ikannya semua ya, kita goreng ya sayang" balas omma dengan terkekeh.


"Eh enak aja ikan Oppa mau di goreng" Kata papa dengan raut wajah terkejut.


"Lalu mau di apakan, oppa?" sahut mama.


"Kita bakar aja yuk" kata papa antusias.


Kedua pasangan paruh baya itu langsung membawa semua cucunya lagi ke lantai bawah untuk kembali bermain.


.


.


KREK


Pintu kembali tertutup rapat, kini Melisa berjalan menuju Suaminya yang sedang mengancingkan kemejanya yang baru setelah menggantinya karna basah.


"Mas, jangan galak galak sama kakak" lirih Melisa yang kini sibuk mengancingkan baju Reza.


"Aku cuma panik" jawabnya dingin.


"Kakak emang gitu, dia mana mau ngaku salah"


"Ya tapi jangan selalu menyalahkan orang lain terus, Ra" kata Reza.


"Kakak gak pernah nyalahin orang lain, Mas" jawab Melisa tak suka dengan perkataan suaminya.


"Ya karna dia belum main sama orang lain, gimana kalau nanti sudah sekolah?"


"Kita bisa omongin ke kakak pelan pelan, Mas"


"Jangan terlalu manjain Kakak ya, Ra, anak-anak harus di siplin dan bertanggung jawab"


"Iya, Mas"


Kini Suaminya sudah kembali tampan dan siap berangkat ke kantor walau sudah telat hampir dua jam, tapi setidaknya acara pembukaan cabang baru masih bisa di hadiri sebelum jam makan siang.


"Papa berangkat ya" pamit Reza pada Ay juga Chaca.


"Iya, Pah" sahut kedua anaknya berbarengan.


"Kakak jangan nakal ya" pesan Reza pada si sulung yang di balas anggukan.


"Janji?" tanya Reza memastikan


"Janji, Papa" Jawabnya dengan menyodorkan jari kelingkingnya.


"Awas kalo nakal, papa akan hukum Kakak" ancam Reza tak main main.


"Papa mau hukum kakak apa?" tanyanya polos tak mengerti.


.


.


.


.


"Berdiri ngadep tembok!"


πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯


Papa Reza gak cuma ngewarisin harta kayanya.. tapi juga sebuah hukuman🀧🀧


Like komennya yuk ramaikan ❀️❀️❀️