Suami Dadakan

Suami Dadakan
extra part 6


🌻🌻🌻🌻


"Aku kangen!"


Melisa terlonjak kaget saat tangan suaminya melingkar di perut ratanya.


"Kok balik lagi?" tanya Melisa yang bingung dengan kedatangan suaminya yang tadi sudah berangkat ke kantor bersama anak anaknya.


"Kan aku bilang aku kangen!"


Reza memutar tubuh istrinya agar bisa berhadapan dengannya, ia menangkup wajah cantik KHUMAIRAHnya itu dengan kedua tangan lembutnya.


"Maaf, Aku gak bicarain masalah Abang lebih dulu sama kamu" ucapnya kemudian setelah mencium kening Melisa.


"Aku cuma gak siap jauh dari Abang" sahut Melisa dengan mata yang sudah berkaca-kaca, perih rasanya jika harus membayangkan Langi harus jauh darinya.


"Aku gakan misahin kalian, aku janji"


Melisa langsung tersenyum, karna ia tak melihat kebohongan di kedua mata suaminya.


"Mas Reza janji gak akan nyuruh Abang kuliah di luar negri?" tanya Melisa memastikan.


"Tentu sayang!" balas Reza sambil meraih pinggang istrinya yang ramping.


"Tapi aku mau buka puasa!" bisiknya di telinga Melisa.


Ibu empat anak itu langsung mendorong tubuh suaminya.


"Curang!" dengusnya kesal.


"Kok curang?, kan aku bilang cuma mau buka puasa!"


"Gak!" jawab Melisa ketus, ia lalu kembali meraih pisau untuk melanjutkan mengiris wortel yang sempat tertunda.


"Ya udah aku akan kirim Abang ke Antartika sekalian biar makin jauh, atau jika perlu aku akan suruh Abang jadi astronot yang nanti kerjanya terbang jauh ke luar angkasa" ucap Reza dengan senyum menyeringai di balik punggung istrinya yang sedang geram menahan kesal.


"Kamu bisa bayangin, berapa lama kamu gak akan ketemu sama Abang nantinya?, pisah Lima hari aja masih ngerengek minta jemput Abang di tengah tengah Minggu!" tambahnya lagi yang langsung membuat Melisa menggebrak pisau yang ia pegang sedari tadi, rasanya tak ada guna nya ia mengumpat suaminya dalam hati.


"Mas Reza berani macem-macem?" dengan tangan sudah di pinggang Melisa menantang Reza.


"Aku bisa lakuin apapun sayang!" bisiknya pelan namun penuh penekanan


"Dasar, beraninya ngacem!" dengus Melisa kesal.


"Aku gak ngancem, aku cuma kasih pilihan" kekehnya dengan tangannya yang memainkan daun telinga Melisa, bagian tubuh yang paling sensitif bagi istrinya itu.


"Mas Reza jahat, demi apapun mas Reza jahat!" sungutnya lagi, dadanya kini terlihat naik turun menahan marah.


"Jahatan mana yang lagi enak enak terus harus di paksa udahan?" cebik Reza mengejek


"Aku kan kaget, wajar dong!" Melisa yang tak mau di salahkan akhirnya mencari alasan, bagaimana pun suaminya lah yang salah.


"Kan aku udah bilang, diam dan nikmati!"


"Suruh siapa jawab pas aku tanya"


"Aw...." jerit Melisa saat Suaminya menggigit kecilnya.


"Besok besok aku bius, biar kamu diem!" ujarnya dengan menahan tawa.


"Tuhkan makin jahat" Ia mendorong lagi tubuh suaminya agar menjauh, tak kuasa rasanya bila terus dalam posisi seperti ini terlalu lama.


Reza yang di dorong akhirnya mundur dua langkah dari tempatnya tadi ia berdiri, namun akhirnya ia memilih untuk menarik kursi dan duduk di atasnya.


Pria yang senang sekali menggoda istrinya itu meraih ponsel di saku jasnya.


"Mas Reza mau apa?" tanya Melisa curiga, kini perasaan khawatir mulai menyelimuti hatinya, ia tahu suaminya akan sangat mudah mengatasi apapun itu.


"Mau telepon tukang becak" jawab Reza.


"Buat apa?" Kini Melisa reflek mendekati suaminya.


.


.


.


.


"Buat nganterin Abang ke Antartika!!!


Melisa yang panik Langsung menarik tangan Reza.


",Ya udah ayo, aku bikinin menu buka puasa!!


Reza yang berjalan di belakang istrinya harus kuat menahan tawa saat melihat ekspresi Melisa tadi.


Dasar..


becak mana juga yang mau ke Antartika ckckck..


🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥***


Jangan seneng dulu bang,..


Gue rasanya mencium aroma aroma perang ketiga 😂😂😂😂😂


Like komen nya yuk ramai kan ❤️


Nupel ini cuma hiburan ya!!


yang bosen bisa skip 🙏🙏