Suami Dadakan

Suami Dadakan
extra part 27


🌻🌻🌻


"Maaaaah"


Teriakan Air membuat Reza harus buru-buru bangkit dari atas tubuh istrinya di sofa ruang TV, sambil menahan tawa ia kembali memakai baju yang berserakan di atas karpet


"Aku bilang apa!"


"Gak tau diri banget, udah tua juga!" ucap Melisa sambil menggelung rambutnya.


"Eh, tuh bibir pengen di kuncir ya bilang aku tua" protes pria yang memang sudah berkepala empat itu.


"Nah kan gak sadar. Gak bisa liat aku nganggur sebentar aja tindih teruuuuuuuuuuus!" Oceh Melisa.


"Kan mubazir, Ra!" kekeh Reza, semakin hari ia semakin senang menggoda sang istri karena baginya KHUMAIRAHnya itu semakin bawel dan menggemaskan.


Tap..Tap.. Tap.


Deru langkah si sulung sudah sangat jelas, namun ia berhenti di tangga terakhir.


" Kenapa?, emang papa pocong sampe kaget gitu?"


Air menelan Salivanya kuat-kuat, hawa tak menyenangkan mulai menyelimuti dirinya.


"Papa gak kerja?" Tanya Air basa basi.


"Enggak, lagi nungguin yang tidur nih baru bangun"


"Siapa, Pah?"


"Kamu!!!" Jawab Reza dengan tangan yang sudah melipat di dada.


"Siapa yang nanya maksudnya!" sahut Air sambil berteriak naik kembali ke lantai atas menuju kamarnya.


Reza mendengus kesal, Ia kembali duduk bersandar di sofa.


"Kemana lagi si kakak?" tanya Melisa yang datang dengan secangkir kopi untuk suaminya.


"Masuk kamar lagi" jawabnya malas


Reza menyeruput minuman yang tadi di bawakan istrinya dengan di selingi kue kering yang sedari tadi sudah tersedia di atas meja


"Aku mau ke kamar kakak dulu" ucap Reza sambil bangkit dari duduknya


"Jangan di paksa kalau gak mau, Mas" pesan Melisa mengingatkan, anak sulungnya itu sulit di bujuk lagi jika sudah merajuk kesal.


"Gak janji"


.


.


.


Reza sedikit berlari menaiki tangga, lalu berhenti tepat di kamar dua jagoannya.


"Kakak... kakak.." panggil Reza sambil mengetuk pintu.


"Kakaknya gak ada!" sahut Ay dari dalam.


"Kemana?" seru Reza lagi, kedua pria itu bagai balita yang sedang ingin bermain.


Reza menahan tawa di balik pintu kamar anaknya itu.


"Kakak, main yuk" Reza terus menggedornya dengan pelan.


"Gak mau, gak mau main sama papa"


"Bukan sama papa mainnya" ucap Reza semakin mengeras kan suaranya.


.


.


CEKLEK


"Sama siapa?" tanya Ay saat ia membuka pintu kamar nya.


"Yuk turun"


Reza menggandeng putra pertamanya itu kembali ke lantai bawah dengan senyum menyerringai.


Ia sudah penasaran dengan ekspresi si sulung nanti yang pasti akan berteriak sambil merengek seperti biasanya jika di paksa.


"Main sana Sama si Oren, si item juga si mput" titah Reza saat keduanya kini sudah berada di depan kolam ikan.


"Ngapain?, aku main apa?" tanya Ay bingung, sepertinya rok kesadarannya belum terkumpul semua sehabis tidur tadi.


"Main kejar-kejaran didalam kolam"


"Gak mau!" jawab Ay dengan memanyunkan bibirnya.


"Kenapa?, bukannya kakak Seneng nyebur ke kolam?, itu ikan udah dadah dadah noh" Reza menunjuk empat belas ikan hiasnya di dalam kolam yang berwarna hitam orange juga putih.


"Enggak, mereka lagi cuekin kakak, noh pada diem aja kan?" Ay tentu tak mau kalah dengan papanya ia pun menunjuk kearah para ikan-ikan tersebut.


"Udah cepetan, masuk sana terus tangekepin si Oren si item sama si mput habis itu kakak kuras kolamnya"


Air melongo mendengar perintah Reza yang tak biasa, akhirnya ia kembali berlari ke kamarnya.


"Kakak mau kemana?" teriak Reza


.


.


.


.


"Mau ganti baju, kakak mau sekolah ajaaaaaaaaa!”


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Udah telat woy 😂😂😂😂


adeknya udah mau pulang dia baru mau ganti seragam 🤭🤭🤭🤭


Like KOMENNYA yuk RAMAIKAN kan