Suami Dadakan

Suami Dadakan
bab 247


🌻🌻🌻🌻


"Ya udah tanggung pamit keluar juga sama anak anak jadi mending sekalian Honeymoon!". ujarnya dengan mengulum senyum, kemenangan ada di tangan nya saat ini.


"Tapi gak bohongin anak-anak juga, nanti mereka nyariin atau nungguin gimana?"


"Ada mama sama papa, sebentar gak apa-apa, Ra!"


Reza terus memutar stir mobilnya, jalanan yang cukup ramai dan sedikit macet membuat ia membutuhkan waktu hampir satu jam untuk sampai di area kantornya, gedung pencakar langit yang terlihat sepi di hari libur kerja.


"Kok kesini?" tanya Melisa bingung.


"Hem, mumpung sepi" kekehnya sambil mematikan mesin mobilnya.


Reza Langsung turun dari kereta besi mewahnya, bersamaan dengan sang istri yang sudah memasang wajah datar tanpa ekspresi.


Dengan tangan kanan yang sudah melingkar di bahu sang istri, keduanya berjalan menuju lift khusus para petinggi perusahaan, namun tatapan Melisa semakin bingung saat suaminya memencet tombol dengan angka yang jelas bukan menuju ruang kerja suaminya, angka yang jauh lebih banyak!


"Mau kemana?" tanya lagi tak tahan menahan rasa penasarannya


"Tau enak aja deh!" sahutnya santai.


TRIIIING


Pintu kotak besi itu terbuka lebar, suasananya begitu sepi, tak ada siapapun selain mereka berdua yang terus berjalan beriringan


Untung halal... gumam Melisa yang masih di gandeng menuju sebuah pintu kayu besar berwarna coklat tua.


"Mas...." lirihnya ketika pintu terbuka.


Melisa menghentikan langkahnya, matanya terkejut dengan apa yang ia lihat saat ini.


"Ayok, kok diem disitu?" ajak Reza yang mulai gemas dengan istrinya.


"Aku--, Kita mau kemana?"


"Ya ampun! nanya terus" seru Reza yang malas menjawab.


"Ya habisnya, aku tanya gak dijawab " ocehnya karna di acuhkan.


"Sayang, kan dari tadi aku bilang, kita mau Honeymoon!"


Melisa menghela nafas, bayangan empat bocah yang kini dirumah tanpanya terus terbayang di benak nya.


"Kita butuh waktu berdua, terutama kamu sayang" bisiknya, lalu semakin menarik tubuh langsing itu ke dalam pelukannya.


"Kamu butuh waktu untuk dirimu sendiri, aku gak mau anak anak dan aku menjadi batasan untuk kamu tidak memikirkan hal pribadimu" tambahnya lagi.


"Tapi aku butuh ketenangan saat bersamamu," Reza Langsung ******* habis bibir ranum istrinya, salah satu bagian tubuh yang sudah menjadi candu untuknya.


" Loving you is the best thing I've ever done in my life."


Kata-kata Reza sungguh membuat wanita beranak tiga itu bagai melayang ke nirwana, belum lagi sentuhan ujung hidung mancungnya yang bermain di ceruk leher jenjangnya.


"I'm happy to be with you," balas Melisa tak kalah dari suaminya.


Reza mengulum senyum, melepas kan pelukannya kemudian kembali meneruskan langkah mereka.


"Aku harap kamu suka, udah lama gak Honeymoon dadakan!"


Melisa memukul lengan Suaminya, rasa haru, takut, bahagia, khawatir dan gelisah kini menyatu dalam dadanya.


"Siap gak?" tanya Reza saat keduanya sudah duduk saling berhadapan, meski bukan yang pertama namun tetap saja, gadis sederhana ini belum terbiasa dengan hal mewah yang di berikan Reza padanya.


Aku lebih baik di dapur dari pada duduk disini, mas..


Reza sungguh sangat menikmati raut wajah yang berubah-ubah dari istrinya, ******* kecil karna takut membuat wanita di hadapannya itu terlihat semakin menggoda naluri kelelakiannya, rasa ingin cepat merasakan puncak nirwana pun tak lagi mampu ia tahan


.


.


.


.


.


"Sekarang yuk, Ra!!!"


❣️❣️❣️❣️❣️


dadah babang tamvanku...


selamat bercelup celup Ria 🤗🤗🤗


Jangan jauh-jauh ya bang terbangnya, tar gua rindu,😂


pelan-pelan goyangnya ntar Lo ngusruk kebawah ke genteng orang 🤭


Like komen nya yuk ramai kan ♥️