
🌻🌻🌻
"Sayang, bangun!" bisik Reza di telinga Melisa yang masih terlelap karna kelelahan di tempur habis-habisan oleh suaminya.
"Hem, capek" sahutnya dengan mata terpejam.
"Sarapan dulu, nanti tidur lagi" ucapnya sambil mencium kening sang istri.
Wanita cantik itu bergeliat, matanya menyipit saat melihat Suaminya sudah terlihat tampan dan rapih, bahkan harum parfumnya sudah tersebar ke seisi kamar.
"Mas Reza mau kemana?" tanya Melisa, ia langsung bangun dari tidur nya, sambil memegang selimut untuk menutupi bagian dadanya yang masih polos.
" Aku ada meeteing sebentar , cuma satu jam" jawabnya yang juga ikut duduk.
"Dimana?, aku ikut"
"Deket, di gedung resort, Ra. keliatan kok dari sini"
Melisa tetap bergeming, ucapan suaminya ternyata benar kalau kedatangan mereka juga ada hubungannya dengan pekerjaan Reza.
"Kamu sarapan ya, habis itu mandi nanti aku pulang lanjut jalan jalan"
Melissa menganggukkan kepalanya, di tambah dengan senyum manis membuat Reza kembali menyergapnya tiba-tiba.
"Ya, Ampun, Mas" pekiknya kaget karna tubuhnya kembali di tindih.
"Gemes, gak mau pergi kan jadinya" bisik Reza di ceruk leher sang istri yang justru malah tertawa.
"Awas, ah.. itu berasa banget di perut aku" kekeh Melisa yang merasa belalai suaminya meronta-ronta seakan menusuk perutnya.
"Tanggung jawab, Ra.. aku keluar gak mungkin begini" ujarnya dengan manja.
"Lagian iseng sih" Melisa mengusap punggung Suaminya yang masih memeluknya dengan sangat erat.
"Bentar ya?" pintanya dengan tangan merapihkan anak rambut yang menutupi wajah KHUMAIRAHnya.
"Emang bisa sebentar?" goda Melisa dengan senyum kecilnya.
"Moga bisa, coba dulu ya"
Pria yang sudah rapih dengan stelan jasnya itu pun langsung menyibakkan selimut istrinya, Melisa yang malu hanya menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya berpasrah diri saat sesuatu sudah mulai masuk kedalam inti tubuhnya.
TOK TOK TOK..
"Shitt!!"
Melisa yang mendengar ketukan pintu langsung terperanjat kaget, di lihatnya Reza yang sedang merapihkan pakaiannya lagi
"Gak jadi?" tanyanya polos.
Reza yang sudah turun dari ranjang hanya mendelik kesal
"Lanjut nanti, aku berangkat ya" ucapnya sambil mencium sekilas kening istrinya yang menahan tawa
.
.
*B**elalai mu terlalu jinak, mas!
sampai tak tahu waktu, bahkan seringnya orang lain menunggumu yang sedang menyentuhku*.
Melisa memakai bathrobe nya menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya karna rasa lapar mulai ia rasakan.
Baru saja ia keluar dari kamar mandi, pintu kamarnya sudah kembali di ketuk dengan segera ia langsung membuka pintu.
"Ada apa?" tanyanya pada seorang wanita berpakaian hitam putih yang berdiri di depannya.
"Oh, iya. terimakasih"
Melisa kembali menutup pintu setelah wanita tadi pergi, ia yang penasaran dengan isinya pun langsung membuka paper bag tersebut.
"Wow, baju ternyata"
Melisa langsung memakainya, dress dengan warna putih tanpa lengan membuat tubuh tinggi langsing nya terlihat begitu sexy, meski tiga anak sudah berhasil ia lahirkan, itulah sebabnya Reza tak mampu berpaling darinya.
***
"Sayaaaaaang!" panggil Reza saat membuka pintu, ia membuka jas lalu melemparnya ke sembarang arah.
"Iya, mas" balas Melisa yang baru saja keluar dari kamar.
"Wow, cantik banget sih!"
Pria itu langsung berhambur memeluk sang istri, senyum tak lepas dari wajah tampannya yang sedang melepas rasa rindu karna berpisah selama satu jam di sela honeymoon nya.
"Udah pulang?" tanya Melisa setelah mengurai pelukannya.
"Kan aku bilang tadi cuma sebentar" jawabnya masih dengan tangan yang melingkar di pinggang ramping istrinya.
"Kita jalan-jalan yuk, nanti malem baru pulang" ajaknya kemudian, dan Melisa tentu bahagia mendengar itu.
Reza yang sudah berganti pakaian, Langsung menggandeng tangan mungil Melisa menyusuri resort mewahnya, obrolan kecil mengiringi langkahnya sampai di sebuah pantai yang begitu indah, airnya yang biru membuat siapapun akan langsung jatuh cinta di buatnya.
.
.
"Ayo Raaaaa" Dengan sedikit memaksa ia menarik tangan Melisa untuk lebih dekat dengar air laut.
Melisa yang masih ragu hanya menggelengkan kepalanya.
"Aku takut basah" ucapnya sedikit berteriak.
"Biasanya juga banjir, hahaha" godanya Sambil tertawa.
"Mas Reza jangan deket deket itu ombaknya dateng" serunya yang semakin mundur menjauh.
"Mandi yuk"
Melisa yang mendengar ajakan Suaminya Langsung menggeleng cepat dan berlari, Reza yang melihat itu langsung menyusulnya dari belakang, namun langkah nya terhenti tepat di belakang punggung istrinya.
Hatinya berbisik saat melihat Melisa berdiri menghadap lautan, rambutnya yang panjang tergerai membuat angin seakan senang menggodanya.
Bidadari terindah yang di kirim tuhan.
wanita sederhana namun memiliki hati yang luar biasa sempurna yang mampu menjadikan aku pria paling bahagia di dunia.
Tanpamu aku bisa apa, Raaa!
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
ikut baaaaaaaaaaaaaang 😭😭😭😭😭😭😭
Mel, kalo nyebur terus ke leleup gue siap gantiin 😂😂
Like komen nya yuk ramai kan.
jangan lupa mampir ke duda impian ya 🙏❤️