Suami Dadakan

Suami Dadakan
Bab 147


🌻🌻🌻


"Mas, ko aku mules"


"Emang makan apa tadi, jam segini mules?" tanya Reza dengan mata sudah terpejam hampir terlelap.


"Gak makan apa-apa,"


"Eh tapi udah enggak, cuma sedikit" ucapnya lagi setelah sepuluh menit berlalu.


"Aku ambil Aer hangat ya?"


"Iya, tapi aku mau air teh, mual kalo air putih" pintanya kemudian.


Reza langsung menyibakkan selimut dan memakai lagi piyama tidurnya yang tercecer di lantai, melangkah kan kakinya keluar kamar menuju dapur di lantai bawah.


Tak ada siapapun, hampir seluruh lampu sudah padam hanya tersisa beberapa lampu di atas meja yang sengaja tak di matikan.


"Den," panggil eyang tiba tiba.


"Eh, eyang, ada apa?" Reza yang terkejut mendadak membalikkan tubuhnya.


"Kamu mau kemana, perlu sesuatu?" tanya eyang yang memandang aneh pada anak majikannya itu.


"Mau bikin teh hangat buat Melisa"


"Biar eyang yang bikin, kamu duduk aja"


"Tanpa gula ya, eyang" kata Reza memberitahukan kepada wanita tua yang sudah penuh dengan keriput itu.


"Iya, eyang tahu" sahutnya.


Reza duduk di salah satu kursi meja makan sambil menyuapkan satu kue kering kedalam mulutnya.


"Ini, hati hati masih panas" kata eyang sambil memberikan nampan yang terdapat satu gelas besar teh yang masih mengepulkan asap.


"Terimakasih, eyang"


"Sama sama, beritahu eyang jika butuh sesuatu"


"Siap, eyang, aku fikir tadi semuanya sudah tertidur"


"Sudah sana, istrimu pasti sudah menunggu"


Reza hanya menganggukkan kepalanya sembari tersenyum, bergegas kembali ke kamar dengan membawa nampan di tangannya.


"Raaa" panggil setelah sampai di sisi ranjang dan meletakan gelas diatas nakas.


"Raaaa, bangun dulu sayang"


"Mmmmhh"Melisa bergeliat dengan mata sedikit terbuka.


"Apa?" tanyanya dengan suara serak.


"Diminum dulu teh hangatnya"


"Oh, iya" sahutnya sembari di bantu untuk bangun dari tidurnya.


Melisa menyesap sedikit demi sedikit teh hangat tawar yang dibawa suaminya, Sangat nikmat saat mengalir dari kerongkongan dan turun langsung ke perutnya.


Senyum mengembang di sudut bibirnya sambil menyerahkan gelas yang tinggal setengah isinya.


"Enak?" tanya Reza.


"Makasih sih makasih, selimutnya tuh merosot, susunya tumpah tumpah kan, Haha" kata Reza dengan tawa terbahak-bahak.


Melisa yang kaget langsung membenarkan selimut yang ternyata hanya tinggal menutupi kerikil kecil di ujung puncak gunungnya.


Ia langsung berbaring memunggungi suaminya yang masih duduk di tepi ranjang.


"Kenapa?" Reza tiba-tiba bicara dengan bibir yang sudah menyentuh bahu mulusnya.


"Gak apa-apa, aku ngantuk" sahutnya dengan mata yang ia paksakan terpejam.


"Yakin ngantuk?, gak mau dibikin lebih ngantuk?" goda Reza, kini hidungnya mulai bermain di ceruk leher sang istri.


"Enggak, aku mau tidur sekarang!"


"Tapi aku mau main main dulu, mau ya?"


"Maen aja sendiri" jawab Melisa mengacuhkan.


"Gak seru, mau main berdua" selorohnya dengan manja sambil menahan tawa.


****


Reza bergeliat saat hawa dingin serasa menusuk hingga tulang rusuknya yang tak memakai sehelai benangpun.


Ia menoleh kearah samping yang kosong tanpa istrinya.


"Raaaa" panggil nya dengan suara parau.


"Raaaaaaaaa" ia mengulang saat tak ada jawaban dari KHUMAIRAHnya.


"Kemana sih?" gumamnya kesal.


Ia bangun bergegas masuk kedalam kamar mandi dengan tubuh polosnya.


BRAAAKK..


"Mas Reza, ih ngagetin" sungut Melisa kesal saat pintu dibuka dengan keras.


"Kamu ngapain ngelamun di kamar mandi?" tanya reza bingung melihat istrinya duduk termangu di atas closet.


"Gak, aku gak ngapa-ngapain"


Reza justru berjalan mendekat, sedang Melisa langsung membuang muka kearah lain, malu sendiri rasanya melihat sang suami tak memakai apapun dalam keadaan terang benderang seperti saat ini


"Kamu kenapa?" goda Reza Sambil menyalakan kran shower.


"Mas Reza dari tempat tidur jalan kesini kaya gitu?"


"Emang kenapa?, kan cuma ada kamu"


"Tapi kan malu, mata aku selalu ternoda, ckck"


"Ternoda hal yang halal mah gak apa-apa" goda Reza yang malah menarik tangan sang istri agar ikut bersamanya di bawah guyuran air shower.


Dan terjadi lagi...


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Like..like...like..


yuk di like terus dikomen❀️❀️❀️