
π»π»π»
Usai mengambil Cahaya dan meletakkan nya dipangkuan sang istri Reza langsung meraih laptop di atas meja kerjanya kemudian membawa benda itu ke sofa lalu membukanya guna mengecek beberapa email yang sudah dikirimkan Viana dan beberapa asisten pribadinya malam tadi.
Meski hari ini adalah hari libur karna tanggal merah namun tetap saja jika ada pekerjaan yang bisa ia selesaikan akan ia urus sesegera mungkin.
Mengingat terkadang Melisa membutuhkannya secara mendadak, kehadiran tiga suster dalam menjaga ketiga buah hatinya tak terlalu di butuhkan kecuali saat mandi dan berjemur atau saat Melisa ingin makan atau mandi yang sekiranya membutuhkan waktu lama selebihnya AIR BUMI DAN CAHAYA selalu ada dalam dekapan orang tuanya.
"Ra.. siang nanti makan diluar yuk" ajak reza yang berbicara dari sofa sedangkan Melisa berada di tepi tempat tidur sedang membereskan beberapa selimut anak anaknya.
"Babynya belum boleh keluar, Mas" sahut Melisa
"Ya ditinggal lah, cuma sebentar aja ko' cari makan udah lama loh kita gak keluar berdua kecuali pas kontrol Cahaya kerumah sakit" ujar Reza terus merayu karna bagaimanpun juga mereka butuh waktu berdua meski hanya makan diluar.
"Ya udah aku pumping ASI dulu biar anak anak gak rewel pas kita pergi nanti" jawabnya pasrah meski ia berat meningglkan ketiga buah hatinya terlebih Air yang sering menangis walau sudah di beri ASI extra.
Jam sebelas siang pasangan suami istri itu mulai bersiap setelah dirasa ketiga buah hatinya sudah cukup menyusu dan kini sedang di asuh oleh ketiga susternya masing masing di bawah pengawasan eyang tentunya.
"Jangan cantik cantik nanti ada yang lirik" goda Reza saat melihat istrinya sedang mengikat rambut panjangnya.
"Siapa juga yang mau, anaknya aja udah tiga" kekeh Melisa.
"Jangan salah, Ra, banyak laki laki di luar sana yang suka tantangan" kata Reza dengan tangan melepas ikatan rambut istrinya.
"Aku gak suka kamu memperlihatkan lehermu saat di luar rumah" bisiknya pelan yang membuat bulu halus di tengkuk Melisa berdiri.
"Ini milikku dan hanya aku yang boleh menikmatinya bukan orang lain" tambahnya lagi kali ini membuat Melisa mencebikkan bibirnya gemas.
"Gada juga yang bakal perhatiin atau liat liat, Mas" kekeh Melisa.
"Pasti adalah kita kan mau makan siang bukan mau ziarah ke kuburan yang gada orang liat" dengus reza kesal.
"Ok..Ok..Mas!" jawab Melisa disela gelak tawanya.
Melisa kembali merapihkan rambutnya dengan hanya menyisirnya menggunakan jari sedangkan Reza yang tak sabar sudah menunggunya di ambang pintu sambil memainkan kunci mobil dengan cara melemparnya.
"Ayo dong,Ra lama banget aku udah laper"
"Iya tunggu, aku ambil tas" sahutnya sembari membuka lemari kaca tempat penyimpanan berbagai barang milik Reza dan Melisa.
Kini keduanya berjalan berjalan beriringan keluar dari kamar menuju tangga namun belum sempat turun tangan Reza sudah di tarik oleh Melisa.
"Ada apa?" tanya Reza bingung.
"Gak lagi ngidam kan?" tanya Reza serius setelah keduanya sudah berada d dalam kotak besi.
"Ngidam apa sih, di apa apain aja belum" jawabnya sambil membuang muka
karna menahan malu.
"Cie... yang pengen di apa apain, hahaha" goda reza yang membuat melisa membulatkan matanya.
"Enggak! aku gak ngomong gitu ya aku cuma bilang belum di apa apain bukan mau di apa apain" sahutnya kesal karna terus di jahili.
"Sabar dong sayang, udah pengen aku garap ya lahannya" kekeh Reza tak tahan menahan tawa.
Keduanya masih berada di lift meski pintu kotak besi itu telah terbuka.
"Loh, ko naik keatas lagi?" tanya melisa bingung saat meihat suaminya justru kembali memencet tombol.
TRIIIIIIIIIIING
"Gak jadi keluarnya" jawab Reza sambil melangkah keluar dari lift.
"Katanya laper?" gumam Melisa heran namun tetap berjalan di belakang suaminya.
Reza yang terseyum simpul akhirnya membalikkan badannya yang sontak membuat Melisa ikut berhenti berjalan karna hampir menabrak punggung suaminya.
"Aku kasian sama kamu, Ra... pengen ya?" bisiknya sambil senyum menyeringai.
Melisa yang terkejut dengan perkataan Reza langsung memukulnya dengan tas yang ia tenteng sedari tadi membuat Reza harus kabur berlari menuju kamar menghindari amukan Istrinya.
"Awas kamu ya, Mas.." teriak Melisa kesal.
"ayo sini, Ra.. per kosa aku,ckckck" kata reza yang sudah berada di tengah ranjang.
ππππππ
Modus Mulu lu bang π€π€π€..
padahal sendirinya yang pengen ngegarapπ
like komennya yuk RAMAIKAN β₯οΈβ₯οΈ