
,🌻🌻🌻🌻
"Ups ... sorry ya! calon mantan pacar maksud gue"
Air yang tiba-tiba kembali membuka pintu mobil membuat Hujan tersentak kaget, belum lagi dengan ucapan yang pemuda itu katakan sungguh membuatnya mendadak merasa kesal.
"Gada yang namanya mantan calon pacar!" sentak Hujan.
Gadis itu bergegas turun kemudian menarik Air agar kembali masuk kedalam mobilnya.
"Lo kenapa sih, gue mau pulang!" kata Air yang bingung Karna mobil di belakangnya tak henti membunyikan klakson.
"Gue yang anter Lo balik ke kampus" ujarnya tegas dengan tatapan tajam.
Hujan menyalakan mesin mobilnya Karna kali ini ia yang akan mengemudi, tak perduli dengan mobil yang tadi dibelakangnya yang seakan sedang mengejar kemudian mendahuluinya dengan kecepatan maksimal.
"Ini tuh udah sore banget, Jan" seru Air.
"Gak apa-apa yang penting gue liat Lo sampe depan motor" sahutnya yang langsung membuat Air mengernyitkan dahinya.
"Lo kira gue bocah TK?" dengus Air kesal.
Gadis itu tetap fokus pada jalan yang membentang di hadapannya sambil mendengarkan semua ocehan Air yang tak ada henti-henti , Hujan menikmati setiap kata yang keluar dari mulut pemuda yang sangat di kenal ketampanan juga rayuan mautnya itu.
"Loh, kok macet ya" gumamnya sambil menekan klakson.
"Wih, tabrakan tuh" sahut Air saat suara sirine jelas terdengar.
"Tadi gak ada ya, berarti baru nih kejadiannya" sahut Hujan, gadis itu menoleh kearah samping jalan saat beberapa mobil polisi melewatinya.
"Huft, bisa lama ini sih" dengus Air kesal, ia melirik ke arah Hujan yang balas menatapnya juga.
"Apa?, mo ngoceh apa lagi Lo!"
"Lo tuh makanya jadi manusia jangan terlalu keras kepala, Jan Hujaaaaaaaan!" gerutu Air yang gemas dengan gadis disebelahnya itu.
Hujan hanya mencebikkan bibirnya kearah Air yang sudah sangat jengkel padanya.
Ia menyandarkan kepalanya pada kaca mobil sambil sesekali mengetuk ketukkan jari telunjuknya ke stir mobil untuk membuang rasa bosan Karna Air kini sedang sibuk dengan ponselnya sendiri.
"Nah, udah beres"
Hujan membuang nafas lega kemudian kembali menjalankan mobilnya menuju kampus tempat ia dan Air menimba ilmu yang baru lebih dari dua bulan ini aktif sebagai mahasiswa.
Dua puluh menit di jalan setelah drama kemacetan yang hampir memakan waktu satu jam kini mobil Hujan sudah berhenti di area parkir kampus yang mulai nampak sepi, hanya ada beberapa kendaraan disana berbanding terbalik jika pada pagi dan siang hari bahkan gadis itu sering menyerah jika lelah tak mendapatkan lahan parkir yang dekat.
" Gue ke parkiran Motor dulu ya" ujar Air sambil membuka pintu mobil.
"Hem, gue pulang ya" pamit Hujan dengan nada bicara biasa tanpa emosi yang meluap-luap seperti biasanya.
"Pulang lah, emang Lo mau kemana lagi!" sentak Air sebelum menutup pintu.
Hujan tak langsung kembali menyalakan mesin mobilnya, dua manik mata indahnya yang sayu masih menatap punggung lebar pria yang sedang berjalan santai menuju motornya yang terparkir Lumayan jauh, tiba-tiba ada ada senyum di ujung bibirnya saat ia mengingat pertanyaan Air beberapa jam lalu.
Mahar...
Aku tak ingin apa apa, Ay!!!
Gadis itu kemudian melanjutkan kembali perjalannya menuju rumah karna sang Bunda telah mengirim pesan padanya untuk segera pulang sebelum jam makan malam, Hujan pun langsung mengiyakan tanpa ingin berdebat lagi.
Rasa sepi ia rasakan saat ini ketika pemuda itu tak lagi bersamanya, Ada rasa kehilangan di sudut hatinya.
Kecepatan mobilnya kini perlahan melambat saat pagar rumahnya sudah terlihat ia segera menepikan kendaraannya itu agar bisa masuk Perlahan kedalam garasi, namun ia terkejut saat bunyi klakson membuyarkan fokusnya.
TIIIIIIIINNNNNNN
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Loh, itukan motor Air, jadi dia.......?"
🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉
Uuuuuugh...
si Hujan deres taunya di anterin balik sama Aer comberan 😂😂😂😂😂
Sadar gak tuh mereka ,🥱🥱
katanya si kakak gak mau jadi tukang ojek eh taunya jadi pengawal dibelakang mobil orang 😚😚
Like komennya yuk..
see you besok lagi ya udah 6 bab hari ini.
makasih banyak.. sayang kalian semua ❤️❤️❤️