Suami Dadakan

Suami Dadakan
extra bab 141


🌻🌻🌻🌻🌻


Usai melakukan lamaran yang sangat memaksa akhirnya kedua pasangan itu kembali masuk kedalam mobil, Air lebih dulu membeli minuman di warung kecil sebelum mereka benar-benar pulang.


"Terima kasih" Ucapnya pada si penjual saat dua botol air mineral sudah ada di tangannya.


Ia berjalan kembali menghampiri Hujan yang sudah berada di mobil.


"Nih minum dulu, aus kan Lo abis Nerima lamaran gue" kekeh Air sambil menyodorkan apa yang di belinya tadi.


"Cih, rese pake banget, Sumpah!" dengus Hujan kesal.


Air hanya tertawa ia tak pernah perduli jika Hujan sekarang sering mengomel karena dirinya sering kali menggoda.


"Gue anter Lo pulang, ntar gue mau ngomong sama Bunda Lo, abis itu gue mau ke resto Sama ke bengkel" jelas Air yang memberitahu kegiatan ia hari ini yang lumayan padat.


"Ngapain ke resto?" tanya Hujan.


"Mandiin anak bebek!" jawab Air asal.


Hujan mencebikkan bibirnya sambil memutar bola matanya jengah, ia melempar pandangan jauh ke luar jendela mobil.


"Nanti gue gak bisa kasih banyak waktu buat Lo, gue sibuk banget karna banyak yang gue urusin Setipa hari selain kuliah, jadi gue harap Lo juga bisa nyibukin diri Lo sendiri" ujar Air sambil terus memutar stir mobilnya.


"Sibuk pacaran kan maksud Lo?" ketus Hujan.


"Haha, mungkin salah satunya" balas Air masih dengan nada santai.


Hujan hanya mendengus kesal, entah apa yang dirasakannya kini, dadanya terlalu sakit saat mendengar jawaban dari Air meski ucapannya di selingi gelak tawa.


"Nanti gue minta KTP Lo ya, punya kan?" tanya Ay


"Buat apa?" Hujan kali ini benar-benar malas menanggapi pemuda di sebelahnya itu.


"Buat bikin rekening baru. Uang kos-kos an nanti buat Lo jajan, Gak mungkin kan lo jajan pake duit jajan gue yang di kasih papa" kekeh Air lagi.


Sedetail inikah dia mempersiapkan segalanya?


"Terserah Lo, gue cuma mau fokus kuliah biar sukses jadi dokter" jawab Hujan penuh penegasan.


Gadis itu sedang mempersiapkan hatinya untuk tidak terlalu ikut campur dalam urusan suaminya kelak karna mungkin pernikahan mereka hanya di atas kertas tanpa cinta.


Terlebih saat calon Suaminya itu mengatakan akan terlalu sibuk dengan kegiatan nya diluar sana, lalu apa lagi yang mau di harapankan, Fikirnya.


"Bagus deh, biar Lo makin pinter" goda Air sambil melirik sekilas kerah Hujan.


.


.


Mobil berhenti tepat di depan rumah gadis itu, sudah ada Bunda yang berdiri menunggu kedatangan mereka.


"Assalamualaikum, Bun" sapa Hujan sambil meraih tangan wanita yang sudah membesarkan dirinya selama ini.


"Waalaikum salam" sahutnya dengan raut wajah khawatir.


"Baikan, Bun. kan emang setiap bulan kaya gini cuma yang ini sakitnya lebih parah dari biasanya" jelas Gadis itu.


"Ya sudah kamu istirahat ya"


Hujan mengangguk sembari menoleh kearah Air yang. berdiri di belakangnya.


"Assalamualaikum, Bun" kini giliran Air yang menyapa.


"Waalaikum salam, mari masuk" ajak Bunda kemudian.


Kini ketiganya masuk kedalam rumah yang tak begitu besar, hanya ada dua kamar dan ruang tamu yang merangkap ruang tengah dan entah apa yang di belakang sana mungkin dapur, pikir Air.


Air duduk disisi Hujan di sofa panjang sambil memegang tangan gadis itu.


Lagi-lagi keduanya tak menyadari sikap mereka.


"Terimakasih sudah membawa Hujan kerumah sakit dan menjaganya" ucap Bunda yang duduk di depan kedua pasangan itu.


"Sama-sama, Bun" jawab Air sambil tersenyum.


"Maaf, Bun sebelumnya saya mau bertanya" ucap Air lagi, jantungnya kini berdetak hebat dari biasanya.


"Mau tanya apa?" Bunda hanya bisa mengernyitkan dahinya, bingung.


"Kapan keluarga saya bisa datang kemari untuk melamar Hujan secara langsung?"


Entah kenapa pertanyaan Air pada Bunda membuat hati Hujan menghangat, ada desiran lain yabg ia rasakan.


.


.


.


.


.


.


.


Saya tunggu kedatangan keluargamu malam ini.


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


Duh kudu belanjaan kue iye mah jeng lamaran 🤭🤭


Hujan doyan kue putu teu nyah 😂😂


Biar Mak Nana yang buatin tuh, atau mau di bawain kerupuk bentuk lope tar di pesenin ke bunda wkwk


Like komen nya yuk ramai kan ♥️