Suami Dadakan

Suami Dadakan
extara part 34


🌻🌻🌻🌻


"Kirim saja yang terbaru sore ini kerumah langsung atas namanya"


Setelah mengatakan itu ia kembali fokus pada jalanan di depannya yang mulai ramai lancar.


Selama sebelas tahun aktivisnya tak pernah berubah selalu mengantar anak-anaknya lebih dulu pergi ke sekolah sebelum ia berangkat ke kantor.


Reza selalu memanfaatkan waktu bersama si kembar kapanpun dan dimana pun tak terkecuali di dalam mobil, mendengar cerita seru atau pertengkaran kecil mereka membuat awal hari Reza menjadi lebih berwarna. Hidupnya tak pernah sepi dan kosong karna anak dan istrinya selalu ada di dekatnya setiap saat.


Mobil mewahnya kini sudah terparkir rapih bersama jejeran para petinggi perusahaan lainnya, Langkahnya kini langsung menuju lift pribadi yang akan mengantarnya langsung ke lantai dimana ruangannya berada


"Selamat pagi, Pak" sapa Hanna, sekertarisnya


"Ya, pagi" sahutnya yang kembali melanjutkan langkahnya.


CEKLEK.


Reza membuka pintu kaca ruangannya, ruangan yang tinggal kurang lebih tujuh tahun lagi ia tempati.


Saat anak-anak udah lulus kuliah nanti, mereka lah yang akan menjadi penerus semua perusahaanku.


Air, bumi, Langit mereka sudah punya bagiannya masing-masing.


Dan setelah itu, aku akan selalu bersamamu, Ra.


menghabiskan waktuku denganmu.


Aku akan selalu menjadi orang yang pertama dan terakhir kamu lihat di awal dan ujung harimu.


Sudah cukup kamu mengurus kami, dan jika hari itu tiba aku akan membawa mu keliling dunia.


Janji yang Reza ucapkan untuk KHUMAIRAHnya


Wanita yang memiliki pipi merah saat ia rayu dan ia goda, Wanita yang melahirkan tiga Anak hebat sekaligus dalam waktu bersamaan, Wanita yang selalu bertahan meski seringkali ia kecewakan, Ia lah wanita yang selama tujuh belas tahun ini hidup dalam sangkar emas bertahtakan berlian hingga tak seorang pun bisa menyentuhnya.


****


Bel istirahat berbunyi semua siswa bersorak karna akhirnya bisa melepas kepenatan dari tegangnya ulangan yang baru saja mereka selesaikan hanya dalam waktu tiga puluh menit.


Cahaya dan Bumi yang duduk berdekatan membereskan semua alat tulis mereka untuk di simpan kembali ke dalam loker yang tersedia di sekolah.


"Laper banget, kak" keluh Cahaya saat Bumi mendekatinya.


"Makanya sarapan yang banyak" kekeh Bumi sambil mengacak rambut adik perempuannya itu.


"Yank..." panggil Langit sambil berlari menghampiri kedua adiknya.


Cahaya langsung tersenyum, menerima uluran lembut tangan Langit.


"Makan yuk, Abang laper abis ini mau tanding basket" ajaknya sambil meraih bahu Cahaya.


"Yuk" jawab Cahaya dan Bumi berbarengan.


Sebelum ke kantin keduanya menuju lebih dulu kelas Air, Anak sulung keluarga Rahardian itu jika istirahat dan pulang sekolah tak pernah langsung keluar kelas karna remaja tampan itu akan mengabsen lebih dulu para kekasihnya.


"Kakak, Ayo ke kantin aku udah laper banget" rengek adik bungsunya, ia menarik tangan Air untuk bangun dari kursi Angel.


"Gue makan dulu ya, tar gue kesini lagi. Adek gue rese banget nih emang" pamitnya pada pacar yang entah urutan keberapa.


"Hem, iya , Ay" sahut Angel, gadis cantik anak seorang model ternama di negri ini


"Ay Apa?" goda Air.


"Ay lop yu" jawab Angel malu malu..


"Lop you to, malaikatku"


PLAAAAKKKK


"Sakit dek" keluh Air.


"Lama! aku udah laper!"


Keempatnya keluar kelas air menuju kantin memilih tempat yang biasa mereka tempati selama ini.


Memilih makanan sesuka hati mereka untuk memanjakan perut yang sudah keroncongan sedari tadi.


"Eh anak mana tuh?" Seru Ay dengan piring di tangannya.


"Liat jalan, ntar kesandung lagi" ledek Bumi.


"Kakak baru liat, siapa sih?" tanyanya Sambil berjalan beriringan dengan sang adik.


"Katanya sih sepupunya Daniel, tapi entahlah" sahut Bumi.


keempatnya kini menikmati makanan dan cemilan yang terhampar di atas meja sambil menunggu bel masuk kembali, tapi tiba-tiba Langit bangun dari duduknya.


"Abang ke lapangan dulu ya" pamitnya pada si kembar.


"Bawa minumnya jangan lupa" ucap Cahaya.


"Iya sayang, nanti pulang ke ruang ganti sebentar ya" pinta Langit yang di balas Anggukan.


Sepeninggal Langit, Ay juga ikut bangun menuju gadis yang sedari tadi di perhatikannya.


"Hai, kenalan dong" ujarnya menggoda.


"Kenalan?" tanya si gadis dengan wajah merah menahan malu.


"Iya kenalan, Gue Air" Remaja tampan itu mengulurkan tangannya penuh percaya diri.


"Sarah" balas gadis tersebut.


"Oh, namanya Sarah?"


Gadis itu hanya mengangguk sambil tersenyum.


"Sarah, Lo mau ya jadi cewe gue?" tanya Air tanpa basa basi membuat gadis disisinya itu tersentak kaget.


"Hah?, baru juga kenal" ucap Sarah salah tingkah.


"Emang kenapa kalo baru kenal?, Lo juga pasti suka kan sama gue!" kata Air dengan percaya diri nya.


"Tapi kan--__"


.


.


.


.


" Jangan jual mahal.. ntar gue cicil loh!!"


.


.💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦***


Jangan ngomongin cicilan Ay..


Lo ngingetin angsuran panci gue yang masih 2x bayar lagi 😭😭😭😭😭😭😭😭😭


Huaaaaaaaaaa.... babang Reza anakmu nakal 🤧🤧🤧


Like komen nya yuk ramai kan