
🌻🌻🌻🌻
"Selamat menunaikan ibadah puasa"
Semua langsung terdiam sambil menatap ke arah Reza yang melongo saat mendengar ucapan istrinya.
"Papa puasa kok sarapannya banyak banget?" tanya Cahaya kebingungan.
"Puasa yang lain sayang" jawab Reza sambil mengusap tengkuk lehernya.
"Ya udah cepet, ini hari Senin loh" kata Bumi yang berjalan lebih dulu, di susul Ay dan Cahaya yang sudah melingkarkan tangannya di lengan Langit.
"Awas kamu ya" ancam Reza pada Melisa.
Wanita yang masih cantik itu melipat kedua tangannya seakan menantang suaminya yang mendengus kesal.
"Apa?, mas Reza mau protes?"
"Ish, awas kamu ya kalo nanti sakit!" ejeknya sambil keluar dari apartemen.
.
.
CEKLEK
"Apa lagi?" tanya melisa yang sudah membalikan tubuhnya.
"Bilang aku cinta kamu, masih boleh kan?" godanya yang hanya menyembulkan kepalanya di pintu yang kembali di buka dengan senyum manis semanis martabak special.
"Itu gak akan bikin kamu bisa batalin puasa nya ya mas Reza!!"
Reza langsung memanyunkan bibirnya kemudian pergi menyusul keempat anaknya yang sudah menunggu di depan lift dengan sorot mata yang semuanya sama.
"Biasa aja dong liatin nya!" ucap Reza tanpa rasa bersalah setelah membuat semua anaknya menunggu.
"Papa tuh ya, kalo mau godain mama dikamar aja sana" Ucap Ay setelah semua masuk kedalam lift.
"Kenapa?" tanya Reza.
"Kasian sama Bumi yang jomblo akut" kekeh Ay yang langsung mendapat sorot tajam dari adiknya.
"Kakak Bumi banyak suka tapi semua tolak" kini si Bungsu ikut menimpali.
"Iya tuh, padahal kata papa kita sebagai laki-laki itu gak boleh menyakiti perasaan perempuan" ucap Ay dengan senyum ejekannya.
"Eh, tapi gak harus semua di pacarin juga, kak" sahut Reza yang tak terima ajarannya justru di salah artikan si sulung, alih-alih tak ingin menyakiti malah semua gadis yang menyukainya di pacari dalam waktu yang bersamaan.
"Sama aja, Pah" elak Ay dengan menyembunyikan kepalanya di balik punggung Langit.
"Ini doang nih yang setia, betah banget sama si bawel rese yang super super nyebelin!" bisik Ay di telinga Langit.
" satu aja hampir tiap hari buat ngerayu biar gak nangis terus". sahut Langit dengan berbisik juga membuat Keduanya tertawa bersama.
"Hayo, ngomongin adek ya?" oceh Cahaya yang menangkap raut tak beres dari kakak juga Abangnya.
Kedua pria tampan itu hanya mengangkat kedua bahunya Secara bersamaan.
.
.
.
Reza mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi, sadar akan waktu yang sudah hampir masuk jam pelajaran anak-anaknya.
"Belajar yang rajin dan ingat semua pesan mama ya" ujar Reza setelah ia menghentikan mobilnya tepat di gerbang sekolah keempat buah hatinya.
"Siap, bos" jawab Ay dengan tegas.
Setelah memastikan semuanya masuk kedalam area sekolah, Reza kembali melanjutkan perjalanannya menuju kantor dimana ia bekerja, deretan gedung pencakar langit yang menjulang tinggi.
Cahaya dan Bumi masuk lebih dulu kedalam kelasnya, keduanya berbeda kelas dengan Air atas saran para dewan guru saat ketiganya masuk kelas 3 sekolah dasar.
Keduanya saling berlomba menjadi yang terbaik dan terpintar di kelas, sangat jarang nilai mereka berbeda selisih satu ataupun dua.
Jadi keputusan terbaik adalah memisahkan keduanya di kelas yang berbeda.
.
.
Air yang baru sampai di kelas Langsung melangkah menghampiri seseorang.
"Lo ngapain?" tanya Air pada Agnes, kekasihnya untuk hari Rabu mendatang.
"Gak liat aku ngapain?" sahut siswi cantik itu.
"Haha, iya Lo lagi duduk ngelamun, mikirin gue ya" goda Air.
"Iya, aku mikirin gimana caranya aku pindah kencan di hari Sabtu, aku mau malam Mingguan Ay"
"Hahaha, udah untung dapet hari Rabu, Lo mau gue tuker sama si salsa jadi malem Jumat?" kekehnya.
"Gak, ah!" Agnes mencebikkan bibirnya
Dan tak lama Agnes pun tertawa, candaan Air selalu bisa membuat moodnya kembali baik jika sedang gelisah.
"Kenapa sih, bahu gue nganggur nie kalo mau nyender" ucap Air menepuk bahu kanannya
"Gak apa apa, aku cuma lagi pusing Sama permintaan papa" lirih Agnes, ia malah menundukkan kepalanya.
"Mang papa Lo minta apa?," tanya Air.
"Papa minta aku jadi Pramugari" kini Agnes menoleh kearah Air.
"Terus apa masalahnya, jadi Pramugari juga ok kan? Lo bisa jalan jalan naik pesawat"
Agnes menggelengkan kepalanya.
"Kalo aku jadi pramugari, apa kamu mau jadi pilot?" pertanyan Agnes langsung dijawab gelak tawa oleh Air.
"Ya, Ampun cantiknya Ay...lo tau gak kenapa pesawat bisa terbang?" tanya Air.
"Enggak.."
.
.
.
.
.
"itu tuh gue yang gombalin!!!!!"
.
.🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉
Eh... buset!!
kalo pesawat aja bisa terbang gimana hatiku 😂😂😂
fix gue pengen nyium bapak Lo Ay..
sambil bisikin,. "Bang, Lo pake gaya apa sih Ampe bisa punya anak gemesin banget?" ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤
Ayo dong ajarin!
Like komen nya yuk ramai kan buat kakak Ay. 💦