
π»π»π»
Reza kembali ke sofa saat Melisa benar benar tak membuka pintu untuknya, rasa kesal marah dan cemburu kini menguasai hatinya..
"Bocil.. bocil..bocil" teriaknya frustasi.
"Aku tidur sendirian sih, Ra.. masa tuh anak yang bakal kamu peluk!" gumam Reza sambil menyandarkan kepalanya di sofa.
Semalaman Reza tak bisa menutup matanya, bayangan bocah kecil sedang menempel di area favoritnya terus terbayang.
Belum lagi rasa lapar diperutnya, makan malam tadi ia tak menikmati makanannya karna fokus pada istrinya yang sangat telaten menyuapi Langit.
Mau tak mau Reza kini Reza sudah berada di dapur, duduk di meja makan yang kosong tanpa ada sisa makanan untuk sekedar mengganjal perutnya.
"Laper!" gumamnya lirih.
Reza membuka kitchen set, meraih dua bungkus mie instan, dan satu telur didalam lemari pendingin.
Dengan malas ia memasaknya sendiri, hal yang sangat jarang ia lakukan terlebih setelah menikah.
Kenyang dengan mie instan, Reza kembali ke sofa, ia memilih tidur disana dibandingkan dikamar lain.
***
"Mas, bangun,"
Melisa mengguncang bahu suaminya yang masih terlelap bahkan benar benar terlelap.
"Tidur jam berapa sih?" gumam Melisa, karna tak ada pergerakan sama sekali.
"Buna!" sapa Langit yang ternyata sudah berada di dapur.
"Eh, ko udah bangun?" Melisa mendudukkan Langit di kursi meja makan.
"Susu, aku mau susu" ucapnya dengan mata sedikit terpejam.
"Haha, ok. Buna buatkan ya" kekeh Melisa sangat gemas.
Usai mengurus Langit dan sarapan, Melisa kembali membangunkan suaminya. Matahari kian meninggi namun Reza belum juga kembali dari alam mimpi.
"Mas, ayo bangun udah siang!"
"Hem," Reza hanya bergeliat, bukannya bangun ia malah mengeratkan pelukannya pada bantal.
"Udah siang, loh" bisik Melisa dengan manja, ada rasa bersalah saat ia melihat Reza meringkuk di sofa tanpa selimut.
"Jam berapa?" tanyanya dengan mata masih terpejam.
"Udah jam tujuh, kan mau ke panti dulu anter Langit pulang"
"Yuk!" Jawab Reza cepat, dan langsung bangun dari tidurnya.
"Ih, bilang mau anter Langit aja cepet banget bangunnya" dengus Melisa kesal.
"Haha, akhirnya tuh anak kembali ke habitatnya" kekeh Reza merasa senang, karna hari ini ia kembali hidup normal bersama istrinya.
"Udah cepetan mandi, siram kepalanya biar gak aneh-aneh" titah Melisa yang kemudian berlalu kekamar menyiapkan baju dan perlengkapan kantor suamianya.
"Iya, aku bikin mie"
"kenapa gak bangunin aku? kan bisa aku buatin" ucap Melisa yang sudah ikut duduk.
"Iya, aku bikin sendiri dan rasanya gak enak"
"Loh, ko bisa?" tanya Melisa bingung.
"Iya katanya, Indo*** itu selera ku, taunya selera ku itu cuma kamu" senyum menggoda jelas terlihat di wajah Reza, yang mampu membuat istrinya mengulum senyum sampai merah merona.
Selesai dengan sarapan dan rutinitas pagi lainnya, kini Reza Melisa dan Langit berjalan beriringan menuju lift setelah keluar dari apartemen, Langit merasa senang karna di apit oleh dua orang dewasa bagai orang tuanya sendiri bagi yang tak tahu tentunya.
"Langit seneng,?" tanya Melisa saat ketiganya sudah berada didalam kotak besi.
"Ceneng dong" ucapnya ceria khas bocah umur tiga tahun.
"Seneng diatas penderitaan orang lain" gumam Reza.
"Nanti boleh, sini lagi?" tanyanya polos mendongak kan wajahnya melihat Melisa.
"Gak!!" jawab Reza tegas dan cepat.
"Napa?, aku gak nakal" sahut Langit.
"Iya gak nakal, tapi dirimu merampas sesuatu yang sangat berarti malam tadi" jawab Reza Sambil mencubit pipi Langit.
"Mas Reza galak ih" Melisa melepas paksa tangan suaminya.
"Sebel!!" dengus Reza kesal..
Lagi lagi Melisa menggeleng kan kepalanya, ia baru tahu sisi buruk sang suami yang mempunyai sifat cemburu melebihi rata-rata yang ternyata di luar nalar.
"Bocil, duduk dibelakang ya!" titah Reza yang sudah membuka pintu belakang mobilnya.
"Kenapa, kan bisa sama aku, Mas" protes Melisa
"Please, Ra.. hati aku sakit banget liatnya, dia nempel banget di gunungku.. lapak piknik ku, area travelingku. oh No!" ucapnya dengan wajah sedih bercampur imut seakan mengiba meminta pengertian.
"Abis dari panti kita kerumah pak Hj Amir ya yang ada di ujung gang komplek" ajak Melisa.
"Ngapain?" tanya Reza bingung
"Aku mau Ruqyah mas Reza, biar otaknya gak mesum!!!!"
π±π±π±π±π±π±π±π±
Mang enak Lo bangππππ
Jadi penasaran setan mesum apa yang nemplok di otakmuπ€π€π€..
Like komennya yuuuuuk...
Wih, pagi ini udah dua part ya.
next part ada kejutan buat kalian π₯°π₯°