Suami Dadakan

Suami Dadakan
bab 121


🌻🌻🌻


"Ooooekkk"


Reza langsung sedikit berlari menjauh untuk memuntahkan isi perutnya yang tiba tiba seperti teraduk aduk..


Bau buah durian yang sangat menyengat membuat Reza mual dan pusing, kini keningnya penuh dengan buliran keringat.


"Mas Reza gak suka durian?" tanya Melisa, sorot matanya menatap papa dan mama secara bergantian.


"Dia gak suka baunya, tapi kalau di campur dengan yang lain atau cuma sedikit biasanya masih bisa makan" jawab mama sambil mengusap kepala menantunya yang terlihat sedikit kecewa dan khawatir.


"Aku kesana dulu" ucapnya dengan kaki langsung ia turunkan dari gazebo.


"Mas," panggilnya saat semakin dekat.


"Iya, Ra.." jawabnya lemas.


"Mual banget ya?" tanya Melisa sambil mengusap keringat suaminya.


"Bau, Ra. aku gak kuat"


"Padahal kayanya enak banget loh," ibu hamil itu tertunduk lesu.


"Sayang, kita cari yang lain aja ya. atau ice cream nya aja, gimana?" kata Reza.


Melisa menggeleng, lalu kembali mendongak kan wajahnya untuk menatap sang suaminya yang sedikit lemas


"Aku mau langsung duriannya, aku aja yang makan ya, kalau sedikit gak apa-apa" kata Melisa mencoba menegosiasi dengan Reza.


"Gak!" jawabnya langsung.


"Udah, yuk!" Reza langsung menuntun istrinya kembali menuju gazebo dimana orangtuanya dan aby berada.


Kini pasangan suami istri itu duduk berdampingan, terlihat buah durian sudah di sisihkan oleh mama.


"Sini, Mah. aku lanjut makan!" kata Reza meminta mamanya memberikan buah berduri itu padanya.


"Kamu yakin?" tanya mama ragu ragu saat menyodorkan durian.


"Iya!" jawabnya yakin.


"Haha, baguslah cucu papa gak jadi ileran kalo kamu mau ngabisin duriannya" kata papa disela gelak tawanya.


"Ih, papa jahat" sungut mama, kesal.


"Dikit-dikit aja, gak usah sebiji mas Reza makan" ucap Melisa kembali menyodorkan buah itu ke mulut Reza.


Pria tampan yang memakai kaos oblong putih itupun diam beberapa detik, dadanya bergemuruh hebat melihat apa yang dihadapannya kini, perutnya kembali mual namun ia berusaha menahannya.


"Ayo buka mulutnya," ucap Papa sembari terkekeh.


Reza mendelik kearah pria paruh baya itu sekilas, namun pandangan nya kini beralih ke perut besar sang istri dimana ada calon anaknya disana, bayi yang sangat ia harapkan kehadirannya terlebih orangtuanya.


"Mau gak, aku pegel nih" kata Melisa sudah memanyunkan bibirnya.


"Iya, iya!"


Reza membuka mulutnya sedikit, masa ada keraguan dalam dirinya untuk bisa menikmati buah tersebut.


Satu buah berhasil masuk kedalam mulutnya dengan sempurna.


"Tahan, jangan di muntah in. keluarin bijinya aja" kata Melisa.


GLEK...


"Yah, ke telen bijinya" ucap Reza.


"Ih, aku bilang bijinya buang" Melisa mencubit paha kanan suaminya.


"Aw, sakit! tanggung lah" sahutnya sambil mengusap pahanya yang panas.


Mama dan papa tertawa melihat tingkah laku anak menantunya itu, sedang kan Aby hanya tersenyum kecil, ia sedang menahan agar matanya tak lebih lama memandang wanita yang kini berstatuskan Istri orang tersebut.


"Ayo lagi," buah kedua sudah siap di tangan Melisa.


"Abis ini udah ya!" pinta Reza, satu saja sudah membuatnya sakit kepala karna baunya.


"Iya, ini aja" sahut Melisa, kini ada binar puas di kedua matanya.


Dua buah durian kini sudah lepas landas diperut seorang calon ayah demi anaknya.


Raut bahagia jelas terlihat di wajah cantik istrinya.


"Ayo, masuk" ajak papa kemudian.


"Biar saya bereskan" kata aby saat Melisa meraih sisa buah durian.


"Terimakasih, kita belum bicara ,By" kata Melisa.


"Ayo, sayang" teriak Reza yang sudah lebih dulu meninggalkan gazebo.


"Iya, tunggu" sahutnya, lalu tersenyum ke arah Aby.


Kini keduanya sudaha berada dikamar, Melisa sibuk mengikat rambutnya di kursi meja rias sedangkan Reza duduk di tepi ranjang setelah menenggak dua gelas air putih hangat.


"Kamu beneran tega loh, Ra, sama aku!" kata Reza sambil memasang wajah imut ingin dikasihani.


"Hah, tega? tega itu bukannya sayuran campuran buat bakso ya?" goda Melisa.


"Itu Toge!" jawab Reza.


"Oh, toge!, Toge Monas ya, yang sering kita lewatin kalo ke kantor mas Reza" kekeh Melisa.


"Itu Tugu Monas!" dengus Reza kesal.


"Ini kaya gini, tegak menjulang tinggi" tambah Reza sambil menarik tangan istrinya untuk menyentuh sesuatu di balik celananya.


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


apa sih bang?


othor polos gak tau 🤭🤭


Abang ngumpetin palu 🔨🔨🔨 ya 😂😂😂


Like komennya yuk ramaikan ❤️❤️