
🌻🌻🌻🌻🌻
Gue abis perkosa Lo tadi...
Dan itu rasanya!
Ah... mantap!!!!
BRAAAAAAAKKKKK.....
Suara pintu yang di dobrak dengan begitu keras membuat Hujan kembali terlonjak, gadis itu langsung memutar tubuhnya dan kini matanya membulat besar saat melihat seorang wanita berkacamata sedang berdiri tegak di ambang pintu.
Ia menatap Hujan dan Air secara bergantian.
"Bunda!"
"Siapa yang di perkosa?" tanya dokter Anna pada Hujan, ia memegang bahu anak gadisnya yang diam mematung di tengah kamar.
"Hujan, jawab bunda!, apa yang kalian lakukan berdua di dalam kamar?"
"Aku gak ngapa-ngapain, Bun" jawab Hujan terbata.
"Jangan bohong!" sentak dokter Anna.
Matanya kini beralih pada Air yang masih duduk di pojokan kasur melihat drama dua wanita beda usia itu.
"Siapa kamu?, kamu apakan anak saya!" teriak Dokter Anna pada Air dengan wajah serius, ia terus berjalan semakin dekat.
"Bun, Bunda salah paham!"
"Diam kamu!" Dokter anak menjerit ke arah Hujan, anak gadisnya itu sampai mundur satu langkah.
"Apa ini yang Bunda ajarkan padamu?, Berada dengan seorang pria dalam satu kamar?"
Hujan menitikkan air matanya saat mendengar pertanyaan yang di tunjukan kan padanya itu dengan nada bergetar hebat seakan menandakan wanita di hadapannya itu sedang sangat kecewa padanya.
"Tunggu! ini salah paham!" ucap Air menengahi.
"Salah paham yang mana maksudmu?, padahal saya mendengar sendiri kata perkosaan keluar dari mulut anak saya barusan?" cerca dokter Anna tak main-main, matanya begitu tajam menatap Air.
Mbak Aish dan Nisa yang juga berada di ambang pintu terlihat ketakutan, dua wanita itu bahkan saling memeluk sambil menatap Air dengan bingung.
"Saya gak ngapa-ngapain, mana mungkin saya melakukan itu" jawab Air, ia mulai meringsek turun dari tempat tidur.
"Jangan mengelak atau saya akan laporkan kamu ke kantor Polisi sekarang juga" Ancam dokter Anna.
"Bunda, jangan marah-marah dulu, bunda harus dengerin kita" Hujan memohon sambil berlinangan air mata, tangannya terus di tepis oleh Sang bunda.
"Lo bantuin gue ngomong dong" pekik Hujan pada Air.
"Gue mana tau kalo akhirnya kaya gini, tadi itu kan gue lagi kesal dan cuma asal bicara"
Air mendengus kesal, ia mencebikkan bibirnya ke arah Hujan yang semakin histeris saat dokter anak duduk tersungkur di lantai sambil memijit kepalanya.
"Bun, maafin Hujan" lirih gadis itu penuh rasa sesal.
Berbeda dengan Air, ia justru masih berdiri di tempatnya tanpa berbuat apa-apa, bahkan untuk melirik Hujan pun ia enggan. Pemuda yang terlihat letih itu hanya ingin pulang, makan dan melanjutkan tidurnya.
"Bunda sangat kecewa padamu, sangat sangat kecewa" Isak tangis pilu wanita berkaca mata itu sungguh sangat menyayat hati siapapun yang mendengarnya.
"Bu, sudah saya bilang, ini salah paham!" jelas Air lagi, ia sudah sangat muak dengan drama tak jelas yang di lakukan dua wanita di hadapannya itu.
"Diam kamu" tunjuk dokter Anna pada Air yang menurutnya sangat lancang.
"Tak ada satupun pria di dunia ini yang mau mengakui kesalahan bodohnya"
"Saya juga takkan mengakui kesalahan yang jelas-jelas tidak saya lakukan" sahut Air yang tak terima selalu di sudutkan.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Saya tak mau tau! nikahi Hujan sekarang juga"
🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉
Si kakak ketimpah batako 😂😂😂😂
Yuk kita ngabesan.. ngarak penganten sunat
Eh salah ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤
Hayo kira-kira kawin gak ya 🙄🙄🙄
like komen nya yuk ramai kan.