Suami Dadakan

Suami Dadakan
extra bab 142


ðŸŒŧðŸŒŧðŸŒŧðŸŒŧðŸŒŧðŸŒŧ


"Saya tunggu kedatangan keluargamu malam ini."


"Baik, Bun, saya pamit pulang kalau begitu"


Bunda dan Hujan ikut berdiri saat Air hendak menyalami wanita berkacamata itu.


"Hati-hati dijalan, salam untuk keluargamu" pesan Bunda yang di iyakan oleh Air.


Hujan mengantar Air sampai pagar rumahnya dengan bergandengan tangan.


"Ntar malem gue kesini lagi ya" ucap Air.


"Hem, iya" Hujan bingung harus berkata apalagi pada pemuda itu.


"Lo istirahat jangan lupa makan yang banyak"


Bentuk perhatian kecil yang kadang jarang di lakukan Air untuk para kekasihnya yang lain.


"Iya, Lo kalo gak sibuk hubungin gue ya" pinta gadis itu.


"Kenapa?, kangen ya kalo gue gada kabar" goda Air sambil terkekeh.


"Cih, ke PD an amat Lo jadi manusia" cebik Hujan.


Air merogoh kantong celananya lalu menyerahkan kunci mobil milik Hujan padanya.


"Nih, Minggu depan mobilnya ganti ya, gak enak banget perasaan" Ujar Air santai namun mampu membuat gadis itu tecengang.


"Apa yang ganti?" tanya Hujan memastikan apa yang ia pikirkan.


"Mobil, punya lo gak enak di pakenya" cetus Air.


"Cih, bilang mau beli mobil udah kaya mau beli kerupuk aja"


"Kepuruk, Jan" ujar Air yang membuat Hujan bingung.


"Kerupuk, Ay.. apaan kepuruk?" kekeh Hujan yang merasa gemas pada Air saat wajah pemuda itu merah merona.


"Gue taunya kepuruk bukan kerupuk, Jan" Kata Air yang sudah sangat malu.


Lah, itu bisa ngomong kerupuk!" kata Hujan.


"Eh iya ya, hahahaha" Air tertawa senang dan Hujan hanya tersenyum kecil, Air menjadi sosok yang lain lagi saat ini.


"Mamaaaaaaaaaaa.... kakak bisa ngomong kepuruk!"


Namun tawa keduannya langsung berhenti.


"Hauaaaaaaaaaaa... salah lagi!!!!!"


*******


Langit dan Reza kini berada di ruang makan khusus para petinggi usai melakukan rapat bulanan seperti biasa, keduanya makan dengan lahap bekal yang sengaja disiapkan Melisa dari rumah.


"Nanti pulang jangan terlalu sore, tadi kakak telepon kalo malam ini kita akan kerumah Hujan" kata Reza pada anak angkatnya itu


"Mereka jadi menikah?" tanya Langit, ia masih tak percaya adik kesayangannya yang begitu manja akan melangsungkan pernikahan dadakan seperti ini.


"Hem, anak itu sudah lama bermain-main, Om takut dia kena sial suatu hari nanti" ujar Reza yang memang sangat menghawatirkan pergaulan di sulung.


"Kakak gak pernah macem-macem, Om" ujar Langit meyakinkan pria yang ketampanannya tak termakan waktu itu.


"kakak mungkin gak bakal lakuin hal di luar batas tapi bisa saja pasangannya yang nekad, sudah terlalu banyak gosip tentangnya karna pacar Si kakak kebanyakan bukan dari kalangan biasa bahkan beberapa adalah anak dari teman rekan bisnis Om" ujar Reza yang sering mendapat kode keras dari para kolega bisnisnya yang kebetulan anaknya sedang di pacari Air


"Ya, Om, Abang ngerti itu, apalagi kakak jadi playboy sejak sekolah menengah pertama" kekeh Langit yang memang sudah tau kelakuan adik pertamanya itu.


"Entah anak itu dapet turunan dari siapa?" Reza menghela nafasnya, bahkan ia dan papanya saja hanya Setia pada satu wanita sampai detik ini


"Om yakin kakak bakal berubah setelah menikah nanti?" pertanyaan Langit tak langsung di jawab oleh Reza, Pria itu terdiam sesaat.


.


.


.


.


.


.


.


Om akan gantung si kakak di tiang bendera!!


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


Ngomong kerupuk aja belom bisa kak, udah ngarep punya bini ðŸĪŠðŸĪŠðŸĪŠ


Lidah aja belom lempeng.. eh itu yang yang bawah bengkok gak ðŸĪ­ðŸĪ­ðŸĪ­ðŸĪ­ðŸĪ­


LIKE komen nya yuk ramai kan âĪïļ