Suami Dadakan

Suami Dadakan
extra bab 211


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


"Langit Marvelio Biantara"


Semua pasang mata langsung menuju kearah suara yang begitu lantang menyebutkan nama asli pemuda yang kini sedang duduk dengan perasaan bingung.


Dialah Adam, Ayah kandung Langit dan juga suami Siri Diana.


Semuanya tersentak kaget kecuali Reza dan Papanya karna dua orang itu lah yang mengizinkan Adam untuk datang menghadiri dan menyaksikan niat baik putranya.


"Apa ini, Mas?" tanya Melisa panik.


"Ayahnya Abang, Ra. Gak apa apa ya" jawab Reza yang langsung memeluk istrinya yang nampak sangat terkejut.


Melisa tak menjawab apa-apa, sebab Diana saja sudah sangat mengusik kedekatannya kini ditambah hadirnya ayah kandung Langit di acara sang putri.


"Silahkan duduk" ucap Papa pada Adam.


"Terimakasih, maaf saya terlambat" jawabnya setelah duduk di sisi putra yang kini menjadi satu-satunya itu.


"Apa kabar?" sapa Adam pada Langit, pemuda itu masih diam menatap intens penuh tanya pada pria di depannya kini, Langit tak menjawab bahkan untuk berkedip pun rasanya sulit di lakukan.


"Bisa kita teruskan?" suara Reza memecah keheningan di antara dua keluarga.


" Tentu, sebelumya saya Ucapkan Terimakasih banyak karna telah berkenan menerima kehadiran kami dari pihak keluarga besar Biantara. 


Perkenalkan nama saya Adam Bintara, datang kemari dengan maksud dan niat baik melamar putri Anda yang bernama Cahaya Rimeza Rahardian Wijaya untuk putra kami Langit Marvelio Biantara." jelas Adam mengatakan maksud kedatangannya dengan begitu ramah dan sopan, siapapun takan pernah menyangka jika ia sebenarnya adalah seorang mafia yang baru saja keluar dari rumah tahanan beberapa waktu lalu.


"Kami sambut niat baik kalian yang sudah datang jauh jauh ke kediaman Rahardian Wijaya, tapi kami sebagai orang tua hanya perantara karna semua keputusan di terima atau di tolaknya kami serahkan pada putri kami, Cahaya" jawab Reza sambil melirik kearah si bungsu yang digenggam lembut tangannya oleh Omma, jika saja ia belum mendapatkan donor jantung sudah bisa di pastikan gadis cantik itu akan pingsan saat itu juga.


"Bagaimana, Nak. Apa kamu mau menerima lamaran Putra saya, Langit?" tanya Adam.


Cahaya menoleh kearah Reza dan Melisa yang tersenyum padanya seakan memberi ia kekuatan yang lain.


"Jika Papa dan Mama merestui, tentu aku menerimanya dengan harapan Langit bisa menerima segala kekuranganku dan menyempurnakan kelebihanku" jawab Cahaya yang penuh keyakinan membuat Semua orang bisa bernafas lega. Termasuk Langit yang sampai menitikan air mata harunya.


Alhamdulillah...


Langit langsung berhambur memelui Diana menumpahkan tangisnya dalam dekapan wanita yang melahirkannya.


Adam yang juga terhari ikut memeluk putra dan istri simpanannya itu.


Reza langsung mengusap air mata Khumairahnya, ia tahu jika wanita terbaiknya itu sedang kecewa berbalut luka karena disini ia memposisikan diri sebagai orang tua Cahaya yaitu calon mertua dari Langit , tapi tetap saja ia merasa sedih saat melihat anak yang dibesarkannya selama puluhan tahun kini ada dalam dekapan orang tua kandungnya yang datang secara tiba-tiba.


"Kamu kuat, gak apa-apa ya. Abang tetep anak kita" bisik Reza untuk menenangkan Melisa yang di jawab anggukan kepala.


"Terimakasih sudah menerima ku juga masa laluku" ujar Langit setelah ia mencium kening calon istrinya.


"Yang terpenting adalah masa depan kita, Bang" jawab Cahaya sebelum akhirnya Langit mendekap erat tubuh mungil Si bungsu.


Langit mengurai pelukannya karna kini saatnya ia berbagi kebahagiaan dengan orang-orang terdekatnya.


"Mami bahagia sekali. Semoga semua berjalan lancar sampai harinya nanti"ucap Diana saat ia memeluk sang calon menantu.


"Amiin, terimakasih, Mam"


Cahaya menyalami punggung tangan Ayah kandung Langit dengan sangat sungkan sampai harus membuat Adam terkekeh gemas.


"Kamu sangat lucu, tidak salah jika anakku begitu mencintaimu" ujar sang mafia pada putri bungsu Rahardian itu.


"Abang...." Adu Cahaya saat ia di goda calon Papa mertuanya yang tak pernah terbersit dalam benaknya selama ini.


"Jangan mengganggunya, dia milikku!"


Pembelaan Langit pada Cahaya yang menghak patenkan gadis itu membuat semua orang tertawa gemas.


.


.


.


.


.


.


Buna ingin di peluk sebagai ibumu, bisa?


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Bingung ya, Ra 🙈🙈🙈🙈


Sama, gue juga 🤣🤣🤣🤣


Like komennya yuk ramaikan