Suami Dadakan

Suami Dadakan
bab 192


🌻🌻🌻


Akhir pekan tiba, Rencana untuk kerumah mama dan papa pun urung di lakukan karena Cahaya mendadak demam subuh tadi membuat Melisa selalu panik meski ini sering terjadi pada si bungsu.


"Bun, biar Abang yang buatin" suara Langit tiba-tiba membuat Melisa terkejut saat berada di dapur membuat kan susu.


"Abang udah bangun?"


"Iya, udah siang kan" sahut bocah yang kini mulai hampir setinggi dadanya itu


Langit..


Anak yang ditemukan Melisa saat pelariannya dari sang suami tiga tahun lalu, anak yang selalu ada untuknya dan paling mengerti perasaannya, anak yang selalu sigap menjaga ketiga buah hatinya.


Abang kesayangannya Air, bumi, terutama si bungsu Cahaya.


"Buna gak tidur ya, matanya merah" tanya Langit yang sedari tadi menatap ke arah Melisa.


"Hem, Buna tidur ko' sayang" sahutnya dengan tergagap, ia terpaksa berbohong karna mana mungkin ia berkata pada Langit bahwa habis menggelar Piknik dengan sang suami.


"Adek masih nangis aja?, biar Abang yang jagain, Buna istirahat ya"


"Gak apa-apa, Abang mandi duluan ya, bentar lagi Ay sama Bu bangun pasti rebutan" titah Melisa.


"Iya, Bun" sahutnya lalu bergegas ke kamar mandi, Sudah menjadi rutinitasnya setahun belakangan ini selalu tinggal dengan Melisa saat akhir pekan dan libur sekolah, selain menjaga adik-adiknya, langit juga membantu Ketiga bocah kecil itu belajar karna kecerdasannya yang diatas rata-rata anak seumurannya.


Reza yang baru terlelap sekitar dua jam akhirnya membuka matanya saat mendengar Cahaya kembali merengek dalam gendongan Istrinya.


"Masih sesek nafasnya, Ra" tanya Reza yang langsung bangkit dari tidurnya.


"Enggak, tinggal rewelnya"


"Sama papa yuk" ajak Reza mencoba mengambil alih tubuh mungil anaknya dari dekapan Melisa.


"N'Da mau, mau mama aja" sahutnya sambil terisak.


"Ganti bajunya ya, basah nih ketumpahan susu" kata Melisa sambil mengusap punggung si bungsu.


"N'Da mau, mama!"


"Mas, liat Kakak di kamar, tadi sih udah pada bangun tapi ko Ay tumben gak teriak-teriak" Ujar Melisa bingung, ia selalu curiga jika satu anaknya itu dalam keadaan tenang.


"Ya udah, aku kesana" jawab Reza setelah mencium pipi anak istrinya secara bergantian.


"Hihihi"


Terdengar suara tawa Ay di dalam kamar mandi saat Reza masuk kedalam kamar dua jagoannya.


"Bu, kakak mana?" tanya Reza pada si tengah yang sedang asik menyusun puzzle.


"Mandi" sahut Bu.


"Masih pagi udah nyusun puzzle, udah minum susu belum?" Reza sudah duduk ditepi ranjang berhadapan dengan Bumi.


"Tuh" jawabnya sambil menunjuk satu gelas kosong tanpa sisa


"Papaaaaaaa" si sulung langsung berhambur memeluk Reza yang masih dalam keadaan sedikit basah.


"Wah, NaGa papa udah mandi, wangi banget sih" kata Reza sambil menciumi seluruh wajah Air.


"Noh, NaGa papa satunya belom mandi, hihi" tunjuk Ay pada adiknya sambil tertawa, dan Bu hanya melirik tanpa bicara.


"Kakak, kenapa gak ajakin mandi bareng?"


"N'Da mau!" sahutnya sambil menggelengkan kepalanya berkali-kali.


"Bu, mandinya lamaaaaaaaaaaaa, pakai sabunnya segini nih Pah" adu Air pada papanya menceritakan kebiasaan adiknya jika sedang mandi.


"Lima kali?" tanya Reza dengan raut wajah pura pura terkejut


"Iya segini nih" kembali Ay menyodorkan lima jarinya ke hadapan wajah papanya.


"Lama banet!" tambahnya lagi.


"Ya udah pakai baju yuk"


"Kakak, mandi dulu, nanti terusin lagi susun puzzle nya"


"Hem..!"


Reza hanya menghela nafasnya, Lalu berjalan kearah lemari besar bergambar kartun favorit Ay yaitu si kuning Spongebob.


"Yang itu bajunya, pah" tunjuk Ay.


"Ini?" Reza mengambil satu stel baju berwarna biru.


"Iya aku mau dolaemon, si meong ajaib" kekehnya.


"Pah, aku mau punya meong dong" pinta Ay.


.


.


.


.


"ENGGAK!!" jawab Reza serius...


🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉


Napa bang?


takut kalah saing Sama kucing ya 😂


Like komennya yuk ramaikan ♥️♥️