Suami Dadakan

Suami Dadakan
bab 230


🌻🌻🌻


Duren!


Melisa yang tak mengerti dengan kata terakhir yang di ucapkan Ricko pun hanya bisa diam sambil terus berfikir.


"Duda keren, Mel" kekeh Ricko yang mengerti kebingungan wanita cantik di hadapannya itu.


"Kamu duda?" tanya Melisa tak percaya.


"Ya, istriku meninggal hampir dua bulan lalu karna melahirkan anak kedua kami" jawab Ricko, kini raut wajahnya lebih serius di banding tadi.


"Maaf, aku gak tau" ujar Melisa yang merasa tak enak hati.


"Gak apa-apa, memang semuanya terjadi sangat tiba-tiba, Mel" sahut Ricko dengan senyum kecil di ujung bibirnya.


"Ya, yang aku tau terakhir kita ketemu di panti asuhan saat istrimu hamil tiga bulan, kan?" tanya Melisa memastikan.


Ricko mengangguk kan kepalanya seakan membenarkan perkataan Melisa.


"Ya, saat itu istriku memang hamil tiga bulan, tapi karna kecelakaan yang menimpanya jadi ia harus melahirkan dini di usia kehamilan kurang dari delapan bulan, tapi Tuhan berkehendak lain, Tuhan lebih sayang anak dan istriku, Mel"


Melisa yang mendengarnya sungguh di buat terkejut tak percaya, tiga kali bertemu secara tak sengaja saat di panti asuhan membuat keduanya sering mengobrol.


Wanita cantik yang sedikit pendiam bernama Bunga yang dikenal kan Ricko empat tahun lalu sebagai istrinya.


"Sudahlah, ini takdirku, Mel" ujarnya lagi dengan mata seakan ingin menumpahkan rasa sedihnya.


"Masih ada Mitha, bersabarlah demi dia, Ok"


Melisa mencoba menguatkan pria di hadapannya itu, ia mengingat gadis cilik yang pernah sekali berjumpa dengannya, yaitu putri pertama Ricko!


"Aku duluan ya, mas Reza sama anak anak nunggu di mobil" pamit Melisa yang sadar berapa lama mereka mengobrol.


"Bunaaaaaa!" teriak Langit sambil berlari kearah Melisa dan Ricko.


"Loh, Abang disini juga?" tanya Ricko yang memang sudah sangat akrab dengan Langit karna ia masih menjadi donatur tetap di panti asuhan.


"Om, Ricko, apa kabar?" Langit langsung mencium takzim punggung tangan Ricko.


"Baik, bagaimana kabarmu dan juga teman temanmu?, om belum bisa berkunjung kesana" jawab Ricko.


"Kami baik, Om" balas Langit dengan sopan.


"Aku duluan ya, sampai jumpa"


"Ya, sampai jumpa di lain hari, Mel" sahut Ricko pada Melisa yang sudah menyerahkan satu bungkusan kepada Langit.


.


.


Melisa hanya menghela nafas dalam-dalam, ia merasa bersalah dengan apa yang barusan ia lakukan bersama Ricko.


"Mama, kakaaaaaak" jerit Ay saat melihat mamanya masuk kedalam mobil, ia langsung pindah dari pangkuan Reza.


"Maaf, sayang. mama lama ya" kata Melisa sambil menghapus air mata Si sulung yang kini berada dalam dekapannya.


"Lama banget, mama!" seru si bungsu yang sudah memanyunkan bibirnya.


"Maaf, dek, antri banget tadi!" jawab Melisa dengan tercekat membuat Reza Langsung menoleh ke arahnya.


"Antri banget?" tanya Reza curiga.


Melisa hanya mengangguk kan kepalanya, ia tak ingin berdebat di depan anak anaknya saat ini.


Reza langsung menyalakan mesin mobilnya, menjalankan nya dengan kecepatan sedang menuju apartment, tak ada obrolan apapun selama perjalanan pulang, hanya suara gelak tawa Cahaya yang menggema ke seisi mobil saat Langit menceritakan hal hal lucu padanya.


.


.


Semuanya berhambur keluar saat Reza memarkirkan mobil mewahnya di basmant, Langit menuntun Bumi sedang Reza membawa bungkusan makanan sambil menggendong Air yang masih terisak, Melisa menyusul di belakangnya sembari menggenggam tangan mungil Cahaya.


Sampai di apartemen Reza menaruh barang bawaannya diruang tengah, anak anak yang tak sabar langsung menyantap makanan siap saji yang tadi Melisa beli sepulang menjemput si kembar.


"Papa kemana?" tanya Melisa pada anak-anak saat kembali dari dapur membuat kan minuman.


"Ke atas, Bun" jawab Langit.


"Oh, ya udah kalian habisin mama ke kamar dulu ya" Ujarnya yang hanya mendapat balasan anggukan kepala dari ke empat anak nya.


CEKLEK..


Melisa membuka pintu dengan sangat pelan, di lihatnya Reza sedang duduk di tepi tempat tidur dengan menyandarkan kepalanya pada sisi tangan kanannya, tatapan kosong seakan menyimpan sesuatu yang mengganjal di hatinya


"Mas, kenapa?" tanya Melisa heran Karna ia melihat suaminya dua kali membuang nafas kasar.


" Ra.. kamu gak ada mau cerita sesuatu sama aku?"


🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥


Babang tamvanku sedang bersiap mengintrogasi KHUMAIRAHnya 🤭🤭🤭..


Lu ikatan bathin apa detektif sih bang 🙄..


Atau mata lu banyak ya 👀👀👀 🤧🤧..


Like komen nya yuk ramai kan ❤️❤️