Suami Dadakan

Suami Dadakan
extra bab 154


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Bukankah berjalan beriringan Sampai akhir itu jauh lebih baik dari pada ujung-ujungnya harus berpisah juga di persimpangan jalan karna tujuan kalian jelas tak sama?


Reza terus berjalan menghampiri kedua anaknya yang masih mengobrol di ruang tengah, Bumi tentu tersentak kaget saat mendengar ucapan papanya yang tiba-tiba itu.


"Pah..." lirih Bumi, anak kedua itu meringsek memeluk pria yang selalu membanggakannya di depan banyak orang.


"Kak, kamu pasti sudah tau konsekuensinya, kan?" tanya Reza, Bumi hanya mengangguk lemah.


Pemuda itu menarik tubuhnya dari pelukan sang papa yang sedari tadi mengusap punggungnya penuh kasih sayang.


"Papa tak kan memberimu pilihan lanjut atau mundur, kak" Reza menarik nafasnya pelan.


"Papa tau itu akan sulit untukmu dan juga dia" tambahnya lagi.


Bumi mengangguk paham, Ia menunduk pasrah karna tak bisa menjaga masalahnya sendiri hingga akhirnya Reza tau tanpa ia bercerita lebih dulu.


"Maaf... maaf karna kakak belum bicara apapun Sama papa" ucapnya penuh sesal.


"Gak apa-apa, kamu gak bicara pun papa akan tahu semua yang menyangkut kalian. Kahyangan anak baik latar belakangnya ok, dia cerdas dan berprestasi. papa senang dengannya." Reza mengakui semua itu di depan anak keduanya, tentu itu membuat Bumi tersipu malu.


"Papa restuin hubungan kakak sama Yayang, Kan?"


Reza tergelak sambil menarik hidung mancung si tengah sampai ia itu meringis kesakitan.


"Anak nakal, berani ngomong sama mama?" goda Reza.


Bumi menggelengkan kepalanya.


"Mama... aku belum siap, Pah" ujarnya kembali lirih.


Langit yang melihat dua orang di depannya itu pun tak hentinya menarik ujung bibir untuk tersenyum.


Ia begitu bangga pada sosok pria dewasa itu, pria yang tak pernah memakai emosinya untuk menyelesaikan sebuah masalah keluarga.


Ia begitu senang bisa hadir dan saling melengkapi, karna baginya harta Saja tak kan cukup tanpa kehangatan orang tua meski ia tahu itu bukan keluarga kandungnya.


"Mau papa atau kakak yang bicara sama mama?, jujur papa gak akan sanggup liat mama mu kecewa tapi kita gak mungkin sembunyiin semua ini dari mama" ujarnya pada Bumi.


Jauh dalam hatinya, ia sangat ingin berdiskusi tentang hubungan Bumi dan Kahyangan tapi waktunya belum tepat karna pernikahan Air dan Hujan jauh lebih penting, Reza tak ingin KHUMAIRAHnya jatuh sakit lagi jika terlalu banyak yang wanita itu pikirkan karna ia begitu berusaha semaksimal mungkin untuk membahagiakan sang istri disetiap helaan nafasnya.


"Biar kakak yang bicara sama mama, kakak akan cari waktu yang tepat meski bukan sekarang sekarang, Pah" sahut Bumi dengan nada bergetar.


"Papa hanya ingin Kahyangan nyaman disini. maka itu papa minta kalian tak menutupi apapun".ujar Reza.


"Kakak takut mama gak bisa terima hubungan kakak sama Yayang, tapi Kakak juga gak bisa terima kalau harus ngelepasin Yayang gitu aja" ternyata anak itu masih memegang kuat cintanya pada gadis yang jelas tak sejalan dengannya.


Jangankan melepas, sekedar berbagi saja ia tak pernah mau.


"Jadi kakak maunya gimana?" tanya Reza lagi memastikan keputusan akhir sang anak, ia raih bahu Bumi agar tak merasa menjadi seorang terdakwa.


"Izinin kakak tetap bersamanya lebih dulu, pah. Kakak gak akan bertahan lebih lama kalau rasanya nanti begitu sakit" pinta Bumi.


"Kamu yakin?, sakitnya akan luar biasa di kemudian hari loh, kak" Reza kembali memberi pengertian.


"Iya, Pah. Kakak janji akan mundur kalau gak ada jalan keluarnya, karna dalam hal keyakinan kita harus egois" ucap Bumi meyakinkan Reza.


"Baiklah, Papa dan Abang udah kasih penjelasan. Kami gak nyuruh kakak bertahan atau melepaskan tapi kalau kakak maunya begini ya papa bisa apa?, tapi disaat papa rasa perjalanan kalian sudah cukup dan tak ada perubahan, papa akan tagih janji mu untuk mundur perlahan, bagaimana?" tanya Reza yang dibalas anggukan mantap oleh Bumi.


.


.


.


.


.


.


.


.


Ok.. pertahanan jika kamu yakin..


lumayan buat temen Gandengan di hari pernikahan kakakmu, biar gak di kira jomblo.. hahahaha...


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Dasar bapak laknat 😂😂😂😂


Tapi iya juga sih.


Bang gajah, penjem belalainya boleh?


Kamu tuh baik banget ciiiiiiih 😘😘🐤🐤


Like komen nya yuk ramai kan ❤️