
🌻🌻🌻
"Lama banget!" oceh Reza saat melihat istrinya baru masuk kedalam kamar padahal sudah dua puluh menit ia menunggu di atas ranjang.
"Haha, anak mas Reza pengen sembilan kali naik liftnya" kekeh Melisa sambil menyibak kan selimut
"Banyak amat" ucapnya sembari meringsek terus mendekati tubuh istrinya.
"Kangen, Ih" Bisik Reza saat kepalanya sudah berada di ceruk leher Melisa.
"Dua puluh empat jam sama aku masih bilang kangen, kalo mau bohong yang masuk akal" balas Melisa sambil meringis karna kecupan keras sangat terasa di lehernya.
"Aku mau sama kamu aja" ujar Reza.
"Kalau tiba tiba aku pergi, gimana? mas Reza harus biasa gak ada aku"
DEG
Reza mengangkat kepalanya yang masih sibuk mengukir jejak petualang.
Ia tatap wajah istrinya yang entah dengan ekspresi apa ia sendiri pun bingung.
"Jangan bicara begitu, kamu gak akan kemana-mana tanpaku"
"Mungkin aja, Mas, kita gak tau hari esok"
"Besok dan seterusnya kita akan selalu sama-sama, gakan ada yang bisa bikin kamu jauh dari aku, paham?"
Melisa terkekeh, ia mencium sekilas bibir suaminya yang memasang wajah serius.
"Sini, aku peluk" ajaknya kemudian.
"Gak jadi?" tanya Melisa.
"Gak lah, lemes aku kamu ngomong gitu" jawab Reza yang menciumi pucuk kepala istrinya.
"Tumben, Haha"
"Jangan gitu lagi ya? aku gak suka" pintanya lirih dengan suara pelan hampir tak terdengar.
"Iya deh, iya. maaf ya Hubby"
"Iya, sayang, KHUMAIRAH ku"
"Tidur nih?" goda Melisa yang sudah meraba dada polos suaminya.
"Hem, tidur ajalah. Besok lagi aku cocok tanamnya" sahutnya dengan mata terpejam namun dengan isi kepala yang entah kemana.
( Hal langka bang, Lo nolak piknik🙄,)
*****
"Kalian mau langsung ke rumah sakit?" tanya mama saat semuanya sudah berkumpul di meja makan.
"Kantor dulu mah, janjian jam sebelas sama Caca" sahut Reza sambil menyesap teh hangat tanpa gula.
"Enggak, mah. aku nanti di jemput mas Reza kesini, iya kan?" Melisa menoleh kearah suaminya.
"Emang aku ngomong gitu?" tanya Reza bingung.
"Ih, bilang iya gitu sih! mas Reza jemput aku kesini, Ok!" ujarnya dengan mengedipkan satu mata nya.
"Ogah," sahut Reza sambil mencibir.
"Mas Reza jahat maksimal" dengus Melisa kesal.
"Eits, tolong di ralat ya nyonya Reza Rahadian Wijaya jadi ganteng maksimal!" ujarnya tegas.
"No ! jahat maksimal" sungutnya lagi.
"Sudah, masih pagi sudah bertengkar" kata mama menengahi.
"Pokonya harus jemput kesini" titah Melisa sambil mengancam.
"Iya sayang"
CUP CUP CUP
Tiga kecupan mendarat cantik di wajah bulat Melisa, ia tersenyum cerah saat suaminya mencium sekilas bibir ranumnya.
"Mau lagi yaaaaa?" goda Reza.
"Ih, gak ah! udah sana" usir Melisa mendorong tubuh suaminya agar cepat masuk kedalam mobilnya.
"Pulang dari rumah sakit ya?"
"Enggak, semalem aku ajakin mas Reza gak mau kan!" kata Melisa dengan tangan sudah melipat di dada.
"Aku bukan gak mau, aku bilang besok malem yang artinya malam ini" ujar Reza menjelaskan.
"Aku gak mau nunggu malem"
"Terus?" tanya Reza bingung.
"Sekarang yuk?"
"Aku ada rapat pagi, Ra" lirihnya sedih.
"Ya udah sana, kerja."
"Gitu kamu mah!" sungut Reza sambil menyalakan mesin mobilnya.
Melisa tergelak, melihat raut wajah suaminya merengut kesal.
♥️♥️♥️♥️♥️
Like KOMENNYA yuk RAMAIKAN