
🌻🌻🌻
Ditengah lautan yang membentang luas Melisa tersipu malu dengan apa yang dikatakan suaminya, ia tak pernah menyangka akan berdiri di tempat ini.
"Aku mencintaimu, Ra!"
Reza terus mengulang kata cinta pada istrinya ia benar-benar mengungkapkannya tulus dari dalam hati.
"Gimana caranya Mas Reza bawa aku kesini, bukannya aku ada di panti asuhan ya?"
Reza yang kini bergantian tersipu malu, ia mengulum senyum saat mendapatkan pertanyaan itu.
"Aku menculikmu dari bocah kecil itu" jawab Reza sedikit kesal.
"Bocah kecil?" tanya Melisa Bingung.
"Iya, Langit! huft, bisa-bisanya ia menempel di area favoritku"
" Ya ampun, Langit! Buna lupa!" lirih Melisa sedih, ia ingat anak itu yang sedang sedikit demam, sejak kedatangan Melisa memang Langit langsung menempel padanya hingga keduanya terlelap bersama.
"Aku saja ingin tidur seperti itu harus berusaha dengan susah payah" dengus Reza geram.
"Kamu cemburu pada anak asuhku?"
"Tentu!"
"Baiklah, katakan apa yang kamu lakukan kemarin dengan dua wanita sekaligus dibelakang ku?" tanya Melisa tegas, kini ia merubah posisinya menghadap kearah Reza dengan tangan melipat didada.
"Dua wanita?, siapa?" Reza justru balik bertanya.
"Aku Takan mengulang pertanyaan ku"
Inilah sifat Melisa, wanita yang terkadang hanya diam menikmati luka hatinya tanpa mau bertanya. Ia lebih baik menunggu seseorang memberi penjelasan padanya walau ia akan harus berkali-kali menghapus air matanya, namun rasa sabarnya kadang Selalu membuahkan hasil.
"Hem.. maksudmu tentang urusanku saat kamu ke kantor itu?" Reza memulai mengingat kejadian kemarin.
Melisa mengangguk, ia masih menunggu suaminya menceritakan semuanya tanpa ia paksa.
"Pagi itu Viana memberikan kabar padaku, kalau client ku asal Dubai mengundur jadwal rapat yang telah kami sepakati sampai Minggu depan, tentu itu kabar baik bagiku saat ini karna pekerjaanku akhir akhir ini terlalu banyak menguras waktu dan fikiran ku,Ra" jelas Reza dengan tatapan sendunya.
"Tiba tiba aku mengingatmu, aku ingat kita belum honeymoon" kekeh Reza kemudian, ia raih tangan istrinya yang masih melipat di dada untuk ia ciumi.
"Honeymoon pertama kita gagal karna kebodohan ku, dan aku takan mengulangnya lagi, aku memilih berlayar berdua denganmu agar aku hanya fokus padamu"
Melisa merasa sangat terharu, ia terlalu banyak salah paham pada suaminya sendiri.
"Aku meminta Ardi, untuk mencarikan ku kapal pesiar, dan ia menyanggupinya, selang satu jam akupun langsung melakukan transaksinya dengan wanita yang kamu maksud itu" Reza menyeringai sinis pada istrinya, ia ingat akan pesan Ricko yang memberi pesan pada Melisa sebuah foto dirinya dengan seorang wanita.
"Ricko memberitahuku" ucap Melisa
"Aku tahu, aku melihat isi ponselmu yang sengaja kamu tinggalkan dirumah" sindir Reza kemudian.
Melisa mengusap tengkuknya sendiri dengan senyum terpaksa.
"Dan tentang Rossa, apa kamu tahu aku bersamanya?" tanya Reza.
"Hem, awalnya ia ingin menunjukkan sesuatu padaku, tapi aku tak memperdulikannya sampai pada pagi tadi, ia menyingung soal jam tangan Amera, yang katanya dibelikan oleh mas Reza saat bersamanya" jelas Melisa apa adanya.
"Aku gak sengaja ketemu dia di Mall, setelah urusanku selesai, aku mampir untuk mengecek Mall ku, ternyata ada dia bersama dengan teman-temannya, dan seperti yang sudah-sudah ia akan menempel padaku"
Melisa mendengus kesal, ia membayangkan bagaimana Rossa yang selalu mencari perhatian suaminya.
" Rossa memintaku untuk menemaninya membelikan hadiah kenang-kenangan untuk Ameera"
"Kenang-kenangan apa maksud mas Reza?"
"Minggu depan ia akan ke Paris, melanjutkan kuliahnya disana" jawab Reza santai.
" Benarkah? sepertinya ia menyukaimu?"
"Haha, siapapun pasti menyukai suami dadakan mu ini,Ra" kekeh Reza dengan bangganya.
"Aku serius,Mas"
"Aku tahu,Ra" jawab Reza yang membuat Melisa kaget.
"Dulu aku hampir di desak untuk menikahinya kami dijodohkan karna saat itu mama sangat khawatir dengan keadaanku yang terpuruk"
"Dia hanya anak angkat, orang tua kandungnya seorang pembantu yang hamil diluar nikah"
"Ya ampun, mas Reza serius?"
Reza mengangguk kecil.
"Dia tak tahu hal itu, dan aku harap kamu bisa menjaga rahasia ini,Ra.. bagaimanapun aku menyayanginya" pinta Reza memohon.
Melisa menarik nafasnya dalam-dalam, dengan berat hati ia mengangguk kan kepalanya tanda paham.
"Berjanjilah untuk tidak terlalu dekat dengannya, karna bagaimana pun juga ya tetap seorang gadis" kini Melisa yang memohon pada suaminya.
"Sayang, aku takan melakukan hal macam-macam dibelakang mu" Reza mencoba meyakinkan istrinya.
"Rossa hanya remaja labil, ia tak benar benar menyukaiku, mungkin hanya terobsesi saja , setelah tahu kami dijodohkan memang sikapnya berbeda dari biasanya, aku merasakan itu karna aku tahu ia dari bayi"
"Aku hanya takut kehilanganmu, Mas" lirih Melisa sedih.
"Aku takan meninggalkan mu, percaya lah"
Melisa terdiam, tatapannya kosong kearah laut yang membentang luas dihadapannya. ia sedang memutar segala kejadian dalam otaknya, bagaimana awal ia menikah sampai harus berkali-kali mencoba mempertahankan rumah tangganya.
" Maaf, mungkin akhir akhir ini sikapku selalu menjadi beban fikiranmu, Ra. aku tak pernah berbohong atau menyembunyikan sesuatu padamu, aku hanya ingin memberimu kejutan kecil"
"Hah, kamu bilang ini kejutan kecil?, aku bahkan membayangkannya saja tak pernah"
"Aku akan memujudkan semua yang tak pernah terlintas di dalam otakmu itu," kekeh Reza sambil memeluk istrinya.
Aku akan selalu bertahan disisi mu, Mas!
******
"Jangan ih," rengek Melisa saat Reza terus saja menggodanya.
Keduanya kini sudah berada di tempat tidur, mereka memilih masuk kembali kedalam kamar karna angin semakin kencang.
"Aku takut loh, Mas" ucap Melisa.
"Takut apa lagi sih, udah cepetan!" Reza yang sudah sangat kesal karna istrinya menghidarinya untuk menggelar piknik.
"Aku takut kenapa-kenapa, Mas. ini tengah laut loh" Melisa menggridikan bahunya takut.
"Fikiran kamu tuh jauh banget" Reza menunjuk kening Melisa dengan telunjuknya.
"Ayo dong,Ra.. aku udah gak kuat ni, udah ON banget, pengen celup celup" rengek Reza lagi ia sampai menggigit ujung bantal saking gemasnya.
"Ok, ok.. aku bersih bersih dulu ya"
Melisa langsung beranjak masuk kedalam kamar mandi, membersihkan tubuhnya lagi dengan air hangat sambil memastikan kalau tamu bulanannya selesai meski baru beberapa hari.
"Mas" panggil Melisa pada suaminya yang ternyata sudah mendengkur dengan posisi duduk memeluk bantal.
"Ya ampun kamu ketiduran ya" Melisa merasa sangat bersalah dan akhirnya membantu suaminya agar bisa tidur berbaring.
Kini keduanya terlelap dibalik selimut yang sama, ditengah lautan yang luas dimana tak ada satupun yang bisa menganggu mereka menikmati bulan madu yang sempat gagal.
"Eeuugh"
Reza menggeliat, ia menoleh kearah istrinya yang masih tertidur, ia melirik jam di dinding sudah menunjukkan pukul enam pagi.
"Tuh kan, tuh kan!!! belom ngapa-ngapain udah pagi!! kelewat kan malemnya" dengus Reza kesal.
"Awas kamu, Ra.. gakan aku kasih ampun hari ini, aku bikin kamu pulang dari sini jadi pinguin lagi" kekeh Reza yang langsung menyergap area favoritnya...
Dan piknik pun akan segera di mulai....
🎉🎉🎉🎉🎉🎉
00.58.. adakah yang masih melek?
yuk like komennya banyak banyak 🤭🤭
❣️❣️❣️❣️