Suami Dadakan

Suami Dadakan
extra part 26


🌻🌻🌻🌻


Pagi yang berbeda.


Air belum juga bangun dari tidurnya, ia masih bersembunyi di balik selimut tebalnya enggan sedikit pun beranjak ke kamar mandi walau mamanya sudah dua kali membangunkannya.


Kali ini teriakan Melisa sepertinya benar-benar di abaikan olehnya.


"Kak, bangun gak?"


"Enggak!"


"kakak, gak denger mama?"


"denger, mah"


"Bangun gak?"


"Enggak!"


Melisa menarik selimut Anak sulungnya itu, Bumi yang sudah rapih dengan seragam sekolahnya hanya diam berdiri dengan tangan ia masukan ke dalam saku celananya.


"Kak, tinggal lima belas menit lagi"


"Mah, aku ngantuk" Rengek Air dengan mata yang merahnya.


Melisa menarik nafasnya dalam-dalam, ia sudah sangat kesal dengan Kelakuan si sulung yang hampir tiap malam selalu bergadang maen game.


"Kakak boleh main, tapi inget tidur"


"Mah--_"


"STOP!! mama gak mau denger siapa yang salah, sekarang bangun, mandi terus sarapan"


Air mengacak rambutnya kesal, ia sedang benar-benar mengantuk dan ingin tidur memeluk guling pisangnya.


***


"Mana kakak?" tanya Reza saat hanya melihat hanya Melisa dan Bumi yang turun.


"Lagi mandi" jawab Melisa sambil menarik kursi.


"Mah, Pah, aku pulang sekolah mau ke toko buku boleh?" izin si bungsu pada kedua orangtuanya.


"Butuh sekarang?" tanya Reza sambil mengernyitkan dahinya.


"Hehe, enggak sih"


"Nanti kita pergi sama-sama sore nanti"


Melisa mengusap punggung tangan suaminya, ia berharap Reza sedikit saja mau melonggarkan pergaulan anak perempuannya itu


"Adek mau sama temennya kali, Mas" Rayu Melisa dengan senyum paling manisnya.


"Kita masih bisa anter, Ra" sahutnya dengan penuh penekanan.


Air datang tanpa menyapa, langsung duduk dan menyantap sarapannya, membuat ia menjadi pusat perhatian.


"Kakak masih ngantuk banget ya?" tanya Reza setelah anaknya itu menghabiskan susu coklatnya.


"Banget Pah" jawabnya lemas, meski perutnya sudah terisi kenyang.


"Mau tidur lagi?"


Air dengan cepat mengangguk, matanya yang tadi hanya terbuka sedikit kini menjadi bulat sempurna.


"Tidur sana jangan lupa harus mimpi yang indah"


"Papa serius?" ucap si kembar berbarengan.


"Iya, masuk kamar sana" titahnya lagi santai.


"Beneran?, gada udang di balik bakwan kan?" tanya Air memastikan ucapan papanya.


"Iya!"


Bumi dan Cahaya bangun dari duduknya begitu pun dengan Melisa, ibu tiga anak itu sudah bersiap menerima pelukan dari anak dan suaminya.


"Hati-hati di jalan, jangan nakal ya" pesannya pada si kembar.


" Siap Mama sayang"


"Hati-hati di jalan, Mas. jangan terlalu ngebut di jalan"


"Hatiku padamu Istri ku yang cantik" Reza malah menggoda Melisa sambil mencium kening KHUMAIRAHnya.


Cahaya bergelayut di lengan papanya sambil terus berceloteh tentang apa saja, dan baiknya pria itu tentu Selalu siap mendengarkannya.


.


.


.


Sampai di gerbang sekolah seperti biasa Langit sudah menunggu adik-adiknya datang, panti asuhan memang jauh lebih dekat dari pada apartemen.


"Bang, jaga adek ya" pesen Reza pada anak angkatnya itu.


"Iya, Om" jawabnya namun matanya seakan-akan mencari sesuatu.


"Kakak gak sekolah" Ucap Bumi yang tau apa yang kini di pikirkan oleh Langit.


"Kenapa?"


"Tidur!" Balas Bumi sambil berlalu.


Reza kembali menjalankan mobil mewahnya, namun ia memutar arahnya bukan ke kantor melainkan kembali ke apartemen.


.


.


.


CEKLEK


Melisa terlonjak kaget saat suaminya ada di dalam kamar


"Loh, mas Reza pulang lagi?, ada yang ketinggalan?" tanya Melisa bingung.


"Enggak. Si kakak beneran tidur lagi?" Reza balik bertanya sambil meraih tangan istrinya.


"Terus pulang lagi ada apa?"


" Gak apa apa, aku mau main main sebentar sama kakak" ucap Reza yang membuat Melisa bingung.


"Main gimana sih maksudnya?"


.


.


.


.


" Mumpung kakak gak sekolah, biar dia nguras kolam ikan sama bersihin kandang burung, sama sekalian suruh mandiin si Kuya"


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁***


Mimpi aja Ay.. jangan bangun


Si gajah lagi mau ngerjain noh😂😂😂


Like komen nya yuk ramai kan


Hibur diriku yang hatinya sedang terombang-ambing teu jelas 🤭🤭🤭🤭